Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 35


__ADS_3

Happy Reading.


Alana merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar semalam, apalagi dengan kenyataan bahwa nenek yang selama ini dia percaya bahkan dengan tega membohongi nya. Berbohong menutupi segala macam yang ia tahu dari masa lalu kehidupannya.


Apalagi ternyata sang nenek lah yang memberikannya obat agar Alana tidak bisa pulih ingatan nya.


Wanita itu tampak resah dan gelisah memikirkan berbagai macam dugaan yang selama ini tidak diketahuinya. Sejak tadi Alana hanya mondar mandir di dalam kamarnya, mengabaikan chat dan panggilan dari Zidane.


"Kenapa nenek mengatakan kalau aku tahu siapa yang telah menyiramkan bensin itu, aku akan merasa sakit hati dan shok? Apakah dia orang yang sangat ku kenal?"


Alana masih belum bisa memecahkan misteri yang ada di dalam kehidupannya. Salah satu cara agar dia bisa mengingat tentang masa lalunya ialah menemui dokter untuk memberikannya obat yang bisa membuatnya sembuh.


"Ya, benar,,, aku harus segera berobat, jangan sampai lama-lama menjadi orang yang tidak tahu jati dirinya dan di perlakukan seperti boneka! Apa aku juga harus bekerja sama dengan Zidane? Bukankah sepertinya pria itu juga memiliki masa lalu dengan Valeria? Yang besar kemungkinan itu adalah aku?" gumam Alana.


Kemudian wanita itu memutuskan untuk menghubungi Zidane, mengatakan ingin bertemu besok saja, tapi ternyata pria itu juga sangat ingin bertemu dengannya malam ini.


Ada hal penting yang ingin Zidane sampaikan. Akhirnya Alana menyetujui permintaan Zidane yang akan langsung pergi menemuinya di rumah.


###


Zidane langsung memeluk wanita yang ada di hadapannya saat ini, pria itu begitu merindukan sang pujaan hati, senyumnya berkembang terus menerus saat melihat Alana yang tampak sangat cantik malam ini dengan piyama satin berwarna pink kesukaannya.


"Kenapa kamu senyum-senyum terus seperti itu?" tanya Alana saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Zidane bahkan tidak melepaskan pandangannya dari wajah cantik di hadapannya itu. "Kamu tahu sayang, aku punya kabar gembira," ucap Zidane menatap wajah cantik itu.


"Apa?" tanya Alana penasaran. Wanita itu ikut serius dengan menatap wajah Zidane.


"Aku sudah mendapatkan restu nenek Sofia dan juga kedua orang tuaku, dan aku juga sudah tahu bahwa kamu adalah Valeria, aku mendapatkan beberapa bukti, bahkan berhasil mendesak nenek untuk menceritakan semua rahasianya padaku tentang masa lalu mu, sayang," ujar Zidane menggenggam kedua tangan Alana.


Dan di balas erat oleh wanita itu saat mengatakan tentang rahasianya.


Entah apakah mereka sehati atau memang sepemikiran, di saat Alana ingin mencari tahu tentang masa lalunya, Zidane ternyata juga ingin membuka semua lembaran masa lalu itu.


"Jadi yang menyiram bensin itu adalah Ayahku sendiri?!!" Alana shok dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Zidane mengangguk, dia sebenarnya tidak tega menceritakan masalah itu, tapi ternyata Alana sudah tahu dan mendengar sendiri secara tidak langsung saat menguping pembicaraan Zidane dan nenek kemarin malam.


Alana merasa lemas dan ingin pingsan ketika mendengar rahasia yang selama ini di tutupi oleh neneknya.


"Nenek tidak ingin kamu mengingat kembali masa suram itu dan memberikan mu obat yang tidak bisa membuatmu mengingat kembali!"


Alana tidak sanggup lagi, kepalanya terasa semakin sakit, Zidane berhenti bercerita ketika melihat Alana tiba-tiba tidak sadarkan diri.


"Alana!! Alana! Ya Tuhan!" Zidane bergegas menggendong wanita itu untuk di larikan di rumah sakit.


❤️❤️❤️

__ADS_1


"Aaakkk!! Tidaak!! jangan!! jangan!!"


Zidane terkejut mendengar teriakkan Alana. Felicia dan Morgan yang berada di tempat itu pun langsung bergegas masuk dan melihat kondisi calon menantu mereka yang tiba-tiba berteriak.


Mereka sudah berada di rumah sakit keluarga Alvares dan Alana langsung mendapatkan penanganan. Zidane mungkin terlalu bersemangat menceritakan masa kelam Alana sehingga membuat wanita itu shok berat.


"Dokter, tolong kekasih saya dok! tadi dia berteriak-teriak, tapi sekarang dia pingsan lagi!!" ujar Zidane saat melihat dokter dan beberapa perawat masuk ke dalam ruang VVIP tersebut setelah mendapatkan kabar bahwa pasien sudah sadar.


Alana sempat pingsan selama 5 jam dan baru saja dia berteriak meminta tolong, tentu hal itu pasti berkaitan dengan kepingan ingatan yang benar-benar mencekam.


"Maaf, tuan! silahkan tunggu di luar, kami akan memeriksa kondisi pasien!" ucap dokter mengusir Zidane yang masih betah berada di sisi Alana.


Akhirnya dengan terpaksa pria itupun keluar dari dalam ruangan tersebut. Felicia memeluk sang putra dan mengelus punggungnya untuk memberi kekuatan.


"Sabar, pasti Alana akan sembuh," ujar Felicia menenangkan Zidane yang sangat nampak stres melihat kondisi wanita yang di cintai nya itu.


"Zidane takut, Ma, bagaimana kalau nanti berakibat fatal terhadap Alana, aku takut kalau Alana menjadi...!"


"Sstt! jangan bicara seperti itu."


Ya, siapa yang tidak takut melihat kondisi kejiwaan yang terguncang, dan hal itu bisa mengakibatkan seseorang depresi. Zidane hanya berharap bahwa Alana tidak mengalami itu semua.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2