Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 70


__ADS_3

Happy Reading


Zack melihat Caroline yang keluar dari dalam kamarnya dengan wajah yang menunduk, pria itu berjalan ke arah sofa dan meletakkan dua cangkir Capuccino yang baru saja ia buat.


"Emang lantai kamarku ada apa, ya? Kok di liatin terus dari tadi?" sindir Zack membuat Carol mengangkat wajahnya.


"Aku mau pulang, makasih udah boleh numpang ke kamar mandi, permisi ... !"


"Siapa yang mengizinkan kamu pulang? nih, udah aku buatin Capuccino kesukaan kamu," ucap Zack berdiri dan menuntun Carol duduk di sofa.


Mata gadis itu berbinar kala melihat uap panas yang mengepul di atas cangkir itu. Musim di Amerika juga sudah mulai memasuki musim dingin, hawa dingin seperti ini memang lebih enak dengan menikmati segelas Capuccino panas bersama dengan kekasih. Eh, kekasih?


Caroline langsung menggelengkan kepalanya, mengeyahkan pikiran-pikiran yang sejak tadi menggangggu.


"Kamu kenapa? Kok geleng-gelenh gitu? Gak suka sama Capuccinonya?" tanya Zack.


"Eh, aku suka kok, lagian makin sore jadi tambah dingin, jadi Capuccino memang pas buat cuaca sekarang," ucap Caroline yang langsung mengambil Capuccino nya, sebelum Zack menyingkirkan cangkir yang membuat nya bisa menelan ludah hanya dengan melihat asapnya yang masih mengepul meninggalkan aroma wangi yang menyeruak di hidung.


Zack terkekeh melihat tingkah gadis di sampingnya ini. "Mulai besok pakai baju hangat dan juga sweeter, siapa tahu salju pertama besok akan turun," ucap Zack menatap Caroline.


Yang di tatap hanya mengalihkan pemandangannya dan segera menyeruput Capuccino guna menetralisir debaran kuat jantungnya saat ini.


Sepertinya keheningan di antara mereka benar-benar membuat suasana menjadi semakin canggung.


"Ehm, tahun depan kamu sudah memasuki semester akhir, aku ingin menjadi dosen pembimbing mu," ucap Zack masih menatap wajah cantik di sampingnya ini.


"Masih lama, aku juga tidak yakin apakah besok kita masih bisa sedekat ini," jawab Carol meletakkan cangkirnya ke atas meja.


"Kenapa bicara seperti itu? Apakah kamu berencana akan pergi?" Caroline menggeleng, kali ini dia memberanikan diri untuk menatap Zack.


"Tidak, kenapa aku harus pergi? Ya, mungkin saja tahun depan kita tidak sedekat ini atau mungkin mister sudah mendapatkan mahasiswi lain," Carol mengedikkan kedua bahunya.


"Tapi rencananya aku ingin mendekati mu, bagaimana donk?" Zack mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Ih, mister kenapa jadi genit! Aku mau pulang saja!" Caroline berdiri dari duduknya.


"Tunggu sebentar!" Zack mencekal pergelangan tangan gadis itu.


"Ada apa lagi, mister? Aku sudah menghabiskan Capuccino ku, dan sekarang aku harus segera pulang." Zack tidak menjawab melainkan dia menarik gadis itu ke arah balkon.


"Lihatlah, ternyata salju pertama di tahun ini turun hari ini," ucap Zack tersenyum melihat butiran salju yang turun meski belum terlihat banyak.


Caroline pun ikut tersenyum lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya ketika melihat butiran salju yang turun tersebut.


Rasanya cuaca kali ini menjadikan suasana terasa sedikit romantis, entahlah, suatu hal yang pernah di impikan Caroline adalah bisa melihat salju pertama yang tutun dengan kekasihnya. Tapi sampai saat ini dia belum memiliki kekasih, jadi mana mungkin hal seperti itu bisa menjadi kenyataan.


Ck, tapi mirisnya pria di samping nya ini beberapa menit yang lalu telah mengatakan perasaannya, mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada Carol.


"Apakah kamu akan datang ke pernikahan kakakku, Mister?" tanya Carol.


Zack menoleh, "tentu saja, aku secara khusus mendapatkan undangan dari Alana, aku pasti akan datang, berhubung kamu juga adiknya mempelai pria jadi ya tidak akan ada hal yang bisa menghalangi kedatangan ku, kan?"


"Ya, ya, mister memang benar, untung saja kak Zidane dah kak Alana memilih menikah di indoor, melihat salju yang turun sekarang bisa di pastikan tiga hari ke depan pasti sudah menumpuk."


Keduanya menikmati turunnya salju ketika hari sudah beranjak petang, matahari juga sudah tenggelam di peraduan, di ganti oleh sinar rembulan yang saat ini tidak terlalu terlihat karena tertutup salju yang turun.


"Sebenarnya aku datang ke acara pernikahan Alana karena aku juga ingin lebih mengenal keluargamu, Carol, siapa tahu nanti bisa langsung mendapatkan restu dan bisa ikut menikah." Caroline langsung mencubit lengan Zack ketika mendengarkan perkataan dosennya itu.


"Hei, ini sangat sakit!" pria itu mengaduh.


"Kenapa bicaranya jadi ngawur!"


Zack masih mengelus lengan yang di cubit oleh Caroline. "Kecil-kecil tapi tanganmu kuat juga, ya?"


"Salah Mister sendiri, kenapa bicara seperti itu!" sebenarnya kesal tapi ada sedikit rasa aneh di hati Carol ketika Zack mengatakan hal seperti itu.


'Jangan merona! Jangan malu! Bersikaplah biasa saja, Carol!' jerit gadis itu dalam hati.

__ADS_1


Zack tiba-tiba menarik Caroline mendekat, merapatkan tubuhnya pada gadis itu, "aku benar-benar serius dengan ucapan ku, Carol! Aku benar-benar jatuh cinta padamu, setiap saat hanya merindukanmu, aku ingin mendapatkan cintamu, jadi izinkan aku untuk mengejarmu!" Caroline hanya mengerjabkan matanya dengan debaran di jantung nya semakin kuat.


Masih tidak percaya bahwa Dosen idola kampus mereka mau mengejarnya. Tapi entah kenapa setelah Zack memeluknya erat, Carol bisa merasakan debaran jantun pria itu yang juga berdebar dua kali lebih cepat.


'Apakah pria ini benar-benar mencintai ku?'


❤️❤️❤️


H-3


"Apakah kamu mendapatkan sesuatu?" tanya Alana pada Ave. Kedua wanita itu bertemu di sebuah restoran tempat mereka beberapa hari ini bertemu.


"Entahlah, aku belum memeriksa nya sendiri, tapi penyadap di bawah meja kerja Austin masih di sana dan langsung terhubung ke dalam komputer ku, semuanya sudah ku pindah ke laptop ini, jadi ayo kita dengarkan apa saja yang terjadi seharian kemarin di sana," ucap Ave membuka laptop yang di bawahnya.


Ia kemudian menyalakan laptop itu dan mengambil headset di dalam tasnya. Ave memberikan satu headset pada Alana. "Aku juga ingin kamu ikut mendengarkan nya, agar aku siap jika harus mendengar hal-hal yang nantinya akan menyakiti hatiku," ucap Ave tersenyum miris.


Alana menggenggam tangan Ave seakan menyalurkan semua kekuatan pada sesama wanita yang pernah di selingkuhi. "Tenang lah, Ave, ada aku di sini," ujar Alana.


Ave mengangguk, iapun segera membuka file yang merekam percakapan suara yang berada di dalam ruang kerja Austin.


'Austin, kenapa kamu tadi malam tidak ke apartemen?'


'Lily, kamu harus tahu kalau sepertinya Ave sudah muali curiga, dan sepertinya hubungan nya dengan Zack juga sudah berakhir, aku akan segera membongkar semuanya dan berita itu pasti akan menjadi berita paling viral abad ini, perselingkuhan antar dosen di kampus X!'


Deg!


"Ap-apa maksudnya ini? kenapa Austin tahu tentang hubungan ku dengan Zack!!"


Bersambung


Aku mau promosi lagi nih ya, cerita keren dari sahabat ku yang gak kalah keren.


Judul : PEKA

__ADS_1


Author : Oktiyan



__ADS_2