
Sebelumnya othor mau minta maaf kalau banyak sekali typo 🙏 othor belum sempat revisi, jadi mohon di maklumi 🥺☺️
Happy Reading
Terdengar derap langkah sepatu yang sedang menaiki tangga, Ave tidak bisa berkutik saat ini, hanya bisa menahan kegugupan dan detak jantung yang bertalu kencang.
"Sayang, ku kira kamu sudah tidur," sapa Austin saat pria itu melihat Ave yang berdiri mematung di depan pintu kamarnya.
Ave berdehem, "kok kamu sudah pulang, sayang?" Austin mengerutkan keningnya melihat tingkah Ave yang terlihat sedikit aneh. "Ehm, ya kan biasanya kamu pulang larut, ini baru jam 9 malam, kan?" ucap Ave memeluk lengan sang suami dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
"Memangnya kamu tidak suka kalau aku pulang sorean? atau kamu lebih suka aku pulang larut terus, Hem?" Ave tersenyum tidak menjawab. Wanita itu melepaskan mantel hangat Austin dan meletakkan di gantungan.
Tidak lupa menaruh tas kerja suaminya di atas meja.
"Aku tidak tahu kalau kamu akan pulang jam segini, jadi aku belum menyiapkan air hangat untuk kamu mandi," jawab Ave akhirnya.
Austin menghela napas, tadi dia memang mampir ke rumah Lily, wanita itu merengek sejak kemarin, meminta Austin menginap dan mengajaknya minum wine agar tubuh mereka hangat, dan tentu saja setelah mabuk Lily berharap bisa bercinta dengan Austin.
Tapi entah kenapa pria itu tidak ingin berhubungan dengan Lily dan memilih untuk pulang setelah membuat Lily mabuk berat dan meninggalkan wanita itu di atas ranjang masih dengan pakaian yang lengkap.
"Aku siapkan air hangat dulu, ya?" Austin mengangguk.
"Eh, kamu mau kemana?" Ave menarik lengan Austin yang akan berjalan menuju ke arah pintu.
"Aku mau ke ruang kerja sebentar, mengembalikan tas ini," Austin mengambil kembali tas kerjanya di meja.
"Jangan!" pekik Ave.
"Kenapa? Sekalian aku mau mengecek laporan yang di kirim Lily," Ave berdecih dalam hati.
Lily, Lily, padahal tadi baru bertemu juga! Apa gak ada nama lain selian Lily! eh, kenapa juga aku harus peduli! batin Ave.
"Biar aku saja yang mengembalikan tas kamu, di luar baru turun salju, kan? badan kamu pasti kedinginan, sebaiknya mandi air hangat dulu," Ave mengambil tas yang di bawa Austin dan menyuruh suami brengseknya itu duduk di sofa.
Sementara Ave berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan segera menyiapkan air hangat di bathtub untuk Austin, dia harus bisa membuat Austin berlama-lama di dalam kamar mandi agar ia juga bisa mengambil ponselnya yang tertinggal di atas meja kerja.
__ADS_1
Ave keluar dari dalam kamar dan tidak mendapati Austin di dalam. "Austin!! Kamu di mana?"
Gawat, kalau sampai dia ke ruang kerja dan melihat ponselku, pasti dia akan langsung curiga dan membuka laptopnya, tidak! Ini tidak boleh terjadi! Jangan sampai Austin tahu bahwa aku sudah mengubah isi folder itu saat ini, bisa-bisa rencana ku berantakan. Jerit Ave dalam hati.
Wanita itu langsung keluar kamar dan memanggil suaminya berkali-kali.
"Austin!"
"Sayang? Kenapa berteriak?" Ave menoleh dan melihat Austin yang membawa segelas susu hangat di tangannya.
"Eh, itu airnya sudah siap, nanti keburu dingin lagi, ehm,, kamu dari mana?" Ave merutuki kebodohan sendiri. Bukankah sudah jelas kalau Austin membawa susu hangat, ya pasti dia baru saja dari dapur dan membuat susunya sendiri.
"Aku baru bikin susu hangat, kalau minum wine pasti kamu akan marah, kan? Makanya aku bikin susu untuk menghangatkan tubuhku."
Ave terpaku ketika mendengar ucapan pria di depannya ini, entah kenapa ada sedikit gelenyer aneh ketika ia mendengar perkataan Austin barusan.
'Dia ingat kalau aku tidak suka dia minum wine setelah pulang kerja?'
Apakah itu artinya?? Ah tidak-tidak!
Ave tidak boleh lengah dengan tingkah Austin yang tiba-tiba mendadak begitu manis, bukankah Ave sudah tahu akal busuk rencana Austin untuk membuat nya hancur?
"Iya, iya, ini juga mau masuk kamar!" Ave bernapas lega. Setidaknya Austin belum curiga dengan apa yang terjadi di ruang kerjanya.
Setelah memastikan Austin masuk ke dalam kamar mandi, Ave segera mengambil tas kerja suaminya dan berjalan dengan tergesa ke ruang kerja itu.
"Hah, syukurlah," gumam wanita itu saat melihat ponselnya masih tergeletak manis di sisi komputer. Dengan secepat kilat Ave mengambil ponselnya setelah meletakkan tas kerja Austin dan langsung keluar dari dalam sama.
'Aman!'
******
H-1
Caroline membuka pintu itu dengan kasar, dia masuk dengan sedikit tergesa.
__ADS_1
"Ada apa ini, kak?"
Zidane menatap sang adik. "Kami sedang berpesta Carol, kemarilah."
"Eh, pesta apa? Kenapa tiba-tiba kalian melakukan hal seperti ini? Benar-benar konyol!" Caroline berkacak pinggang melihat Zidane, Samuel dan juga Zack yang sudah setengah mabuk.
Mereka saat ini berada di apartemen Zidane, Caroline mendapatkan telepon dari sang kakak dan meminta gadis itu kesana.
"Tadi kami sedang pesta lajang, nona, dan tuan Zidane mengundang Mr. Zack untuk ikut bergabung bersama kami, kita hanya bermain permainan kartu, dan siapa yang kalah harus minum satu gelas," jelas Samuel.
"Ck, terus maksudnya nyuruh aku ke sini untuk apa? Bukankah ini pesta lajang para laki-laki? Seharusnya aku juga berpesta lajang bersama kak Alana, bukannya ke sini!" jawab Carol.
Gadis itu melirik Zack yang nampaknya sudah mabuk berat.
"Lihatlah, kekasihmu mabuk, dia tadi kalau berkali-kali, hahahaha, dasar payah!" ucap Zidane.
"Apa? Maksud kakak memintaku kesini untuk membawa melihat Zack mabuk parah? Apa kalian tidak ada kerjaan!"
Zack yang memang sudah teler dan hanya bisa memejamkan matanya, tapi dia masih bisa mendengar suara Caroline yang sejak tadi berteriak-teriak.
"Carol! Kemarilah, aku sangat merindukanmu, Carol, tadi kakakmu sudah merestui hubungan kita, hehehe, aku senang sekali!" rancau Zack.
Caroline mengepalkan kedua tangannya, dia menatap Samuel dan Zidane bergantian.
Sungguh sebenarnya dia sangat malu dengan kelakuan Zack yang merancau tidak jelas. Apakah pria itu melakukan hal ini untuk mempermalukannya?
Zidane yang menyadari perubahan raut wajah sang adik langsung berdiri dan berjalan ke arah Carol.
"Jangan marah, tadi dia sudah menceritakan seluruh isi hatinya pada kakak, Zack mengatakan bahwa dia sangat mencintai mu, makanya aku menyuruh mu datang ke sini, agar kamu tahu bahwa pria itu benar-benar tulus."
Bersambung.
Hai othor mau promosi lagi nih, novel dari sahabat othor yang gak kalah kece badai dan keren abis.
Judul : My Beautiful Venus
__ADS_1
Author : MinNami