Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 51


__ADS_3

Happy Reading


Alana mendorong tubuh Zidane ketika pria itu akan menyerangnya. "Kok di dorong, sih yank?" protes Zidane. Alana mengedikkan bahunya cuek, dia membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju kamar Caroline. Zidane mengikuti sang calon istri dari belakang sambil menggerutu, sedikit kesal karena Alana menolak dirinya kali ini.


"Alana, kamu mau kemana?"


"Aku kan udah ada janji sama Carol kalau mau pergi, aku mau ke kamarnya," ucap Alana.


Mengetuk pintu kamar Caroline berkali-kali tapi tidak ada sahutan dari dalam. Masih mencoba mengetuknya lagi, tapi di hentikan oleh seorang pelayan wanita paruh baya. "Maaf nona, tuan muda, Nona Caroline belum kembali dari kuliah," ucap pelayan tersebut.


"Oh, baiklah, terima kasih Esme atas informasi nya," pelayan itu mengangguk kemudian berlalu dari hadapan Alana dan Zidane.


"Bukankah katamu Carol sudah di rumah, sayang?" tanya Alana menatap Zidane.


Zidane menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, tadi dia berbohong pada Alana dan mengatakan bahwa Caroline sudah pulang. Padahal Zidane tahu kalau adiknya itu sedang bersama dosennya di sebuah kafe dari orang-orang suruhan Samuel.


"Ah, aku kan hanya menebak saja, dan ternyata Carol belum pulang, sebaiknya kamu mandi dulu di kamarku, setelah itu kita bersiap-siap untuk makan malam, sayang," ucap Zidane merangkul bahu Alana dan menggiringnya ke kamar.


"Tapi aku gak bawa pakaian, mending pulang aja, ya?"


"Eh, jangan sayang, di lemariku ada beberapa bajumu yang tertinggal, jadi sebaiknya kamu mandi di kamarku," ucap Zidane membuka pintu kamar dan menarik pinggang calon istrinya itu.


Menempelkan tubuhnya ketat ke dada bidangnya. Zidane menghirup aroma tubuh Alana yang selalu menjadi candu, aromanya yang memabukkan hingga membuat hasratnya selalu naik dan langsung membuat di bawah sana sesak dan segera ingin di bebaskan.


"Aagghk!! Stop Zee! Jangan aneh-aneh karena aku harus segera mandi, badanku lengket!"


"Cium dulu."

__ADS_1


"Tidak mau, nanti jadinya bukan hanya ciuman tapi langsung kemana-mana!"


"Janji deh, cuma ciuman! Suer!" Zidane mengangkat jari telunjuk dan tengahnya dengan wajah yang serius.


Sungguh dirinya bisa gila kalau keinginan untuk mengecap bibir Alana saat ini selalu saja di tolaknya.


Alana menghembuskan napas panjang, sungguh Zidane semakin hari semakin bertingkah sangat posesif. Apakah ini yang di sebuh CEO BUCIN. Istilah yang dulu sering Alana baca di novel-novel atau pun di serial telenovela. Tapi sejujurnya Alana juga sangat menyukai sikap Zidane yang seperti ini.


Hatinya selalu bahagia dan menghangat ketika Zidane memeluknya dengan penuh keintiman. Sikap yanh bisa membuat mahluk yang berna perempuan pasti akan meleleh dan lumer. Bahkan setiap Zidane menatapnya penuh binar cinta, Alana selalu merasakan dadanya bagaikan di hinggapi ribuan kupu-kupu. Sangat menyenangkan dan bergetar.


"Sayang??" rengek Zidane yang kali ini terlihat lebih menahan diri. "Aku janji cuma ciuman, gak akan lakuin hal lebih."


"Janji?"


"Iya sayang, aku janji!" Zidane mengangguk mantap, benar-benar membuat Alana merasa bahwa Zidane mempunyai dua pribadi yang berada. Saat bersamanya, pria itu bisa menjadi sangat manja san bucin.


Melihat Zidane yang benar-benar mengharapkan ciumannya, akhirnya Alana mengalah dari pada berdebat panjang, Zidane langsung memegang tengkuk Alana dan mengikis jarak di antara mereka. Wajah Zidane semakin mendekat dan ... !


Cup!


Alana mencium bibir Zidane sekilas kemudian melepaskan diri dari rengkuhan calon suaminya itu dan berlari ke arah kamar mandi.


"Hai, sayang!! Kenapa kabur! Wah, wah, kamu benar-benar harus mendapatkan hukuman!!" seru Zidane.


Zidane merasa di kerjai oleh Alana. Untung cinta mati, kalau tidak bisa langsung di perk*sa saja saat ini. Alana hampir membuatnya emosi setengah mati kalau saja Zidane tidak mendengar teriakannya dari dalam kamar mandi.


"Aku mandi dulu, biar wangi, nanti kamu tidak akan nyaman saat menghirup aroma tubuhku yang baunya sudah seperti kaos kaki!"

__ADS_1


Pria itu menyugar rambutnya kebelakang dan terkekeh kecil melihat tingkah Alana yang membuatnya kesal sekaligus menggemaskan.


Sedangkan di dalam kamar mandi Alana langsung membuka blazer dan kemejanya perlahan setelah menghidupkan air di bathtub. Kemudian membuka pengait rok pendeknya dan meletakkan seluruh pakaiannya ke keranjang tempat menyimpan baju kotor.


Selagi menunggu air di bathtub penuh, Alana mengambil sebuah lulur mandi dan membaluri tubuhnya dengan lulur tersebut yang sebenarnya adalah miliknya yang tersimpan di kamar mandi Zidane.


Ingatkan bahwa Alana dulu juga sering memakai kamar mandi itu setiap malam saat masih menjadi pelayan di rumah ini merangkap sebagai kekasih gelap Zidane.


Tapi tentunya sekarang dia sudah resmi menjadi pasangan yang akan menghalalkan hubungan mereka. "Sudah cukup, sekarang pake sabun aroma lemon kesukaan ku," setelah menuangkan sabun mandi ke dalam bathtub, Alana membuat percikkan air itu menjadi busa dan akhirnya dia melangkah masuk ke dalamnya.


Alana akan berlama-lama berendam karena dia ingin membuat tubuhnya sedikit rileks setelah seharian ini bekerja. Alana bahkan melupakan Zidane yang menunggunya di luar sambil tiduran di atas ranjang, sampai pria itu benar-benar jatuh ke dalam alan mimpinya.


❤️❤️❤️


Caroline keluar dari kafe dan langsung bersembunyi. Dia tidak ingin Zack mengejarnya. Setelah melihat Zack keluar dari dalam kafe dan langsung melajukan mobilnya pergi dari halaman kafe itu, Carol pun bernapas lega. Dia sungguh kesal karena mobilnya sekarang masih di kampus gara-gara di paksa Zack untuk ikut dengannya.


"Aku akan panggil taksi online!" gumam Caroline merogoh ponselnya di dalam saku. Tiba-tiba matanya melihat seseorang yang nampak tidak asing sedang keluar dari dalam mobil yang sepertinya baru saja datang di kafe tersebut.


"Bukankah itu Kak Austin? Eh sama siapa dia?" Alana melihat seorang wanita cantik keluar dari mobil Austin setelah pria itu membuka pintunya.


"Astaga, itu bukan Mr. Ave? Lalu siapa wanita itu? Kenapa kak Austin memeluk pinggangnya?" Caroline mengendap-endap ikut masuk ke dalam kafe itu setelah melihat Austin dan juga wanita cantik tadi juga masuk.


Seharusnya dia tidak peduli dengan urusan orang lain, tapi saat ini orang yang ada di dalam itu sedang ada urusan dengannya, lebih tepatnya dia penasaran dengan hubungan Austin dan wanita itu.


"Kalau dugaan ku benar, ini artinya Austin dan Ave sama-sama selingkuh?"


Bersambung.

__ADS_1


Nah loh, siapa yang kemarin dukung Carol sama Austin angkat tangan ✋🤭


__ADS_2