
Happy Reading.
Alana memasukkan ponselnya ke dalam tas dan segera berpamitan dengan kliennya.
Nenek mengatakan kalau dirinya sedang sakit, sebenarnya yang berbicara padanya adalah Rose pelayan setia sang nenek dan meminta Alana untuk datang ke mansion karena Nenek Sofia ingin sekali bertemu dengan cucunya itu.
Sepertinya memang Alana harus segera menemui neneknya dan meminta maaf karena selama ini tidak pernah bisa menjadi cucu yang di banggakan.
Menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh, sekitar satu setengah jam untuk mencapai tujuan.
Alana mendatangi mansion neneknya yang sudah hampir setahun ini tidak dia datangi. Dulu saat sang nenek tidak memperbolehkan nya berhubungan dengan Victor, Alana merasa kalau nenek Sofia selama ini tidak menyayangi nya karena tidak memberikan restu pernikahan nya bersama Victor.
Akhirnya kini Alana telah sadar dengan semua hal yang membuat sang nenek tidak setuju waktu itu. Hingga membuatnya lebih memilih mengasingkan diri dan mencari pekerjaan untuk membiayai hidup.
Perubahan tubuh, wajah serta di usir oleh suaminya sendiri itu sudah cukup untuk membuat Alana sadar bahwa sesungguhnya dia memang telah menjadi cucu yang durhaka.
Alana merasa sangat malu bila harus meminta bantuan sang nenek yang dulu pernah ia abaikan nasihat nya.
__ADS_1
"Nenek! Bagaimana keadaan nenek? Maafin Alana, nek! Alana jahat banget gak pernah nengokin nenek, Alana cucu yang tidak berguna! Hiks!" seru Alana ketika melihat neneknya terbaring di atas ranjang besarnya.
Wanita itu langsung berlari memeluk sang nenek yang terlihat semakin tua itu, air matanya luruh seketika. Alana terisak pelan, dia benar-benar cucu yang tidak berguna, padahal selama ini nene Sofia merawatnya dengan kasih sayang dan sangat tulus, tapi nyatanya semua itu di balas dengan tidak patuhnya Alana terhadap sang nenek.
"Maaf, nek! Alana sayang sama nenek, nenek harus sembuh! Alana akan sangat sedih kalau lihat nenek sakit seperti ini!"
Nenek Sofia tersenyum bahagia bisa melihat cucu satu-satunya itu lagi, meskipun selama ini nenek juga bisa mengetahui keadaan Alana dari orang-orang suruhannya, melihat betapa menderitanya Alana saat di ceraikan oleh Victor dan di ambil semua harta bendanya. Tetapi jujur saja nenek tidak pernah tega melihat Alana hidup seperti itu.
Dia hanya bisa memantau dari jauh bagaimana tindakan Alana untuk bisa membuat semuanya kembali padanya. Nyatanya cucunya itu bisa dengan cepat merebut kembali apa yang menjadi miliknya dalam waktu beberapa bulan saja. Nenek merasa sangat kagum dengan Alana meskipun nenek tahu bahwa dia bisa melakukan semua itu atas bantuan Zidane Alvares.
"Nenek lebih kangen sama kamu, nak! Kenapa kamu gak mengunjungi nenek setelah menikah, dan juga setelah bercerai?" tanya Nenek ingin tahu jawaban langsung dari cucunya itu.
"Alana malu sama nenek, dulu nenek begitu menentang hubungan Alana sama Victor, tapi Alana tetap saja masih ngotot untuk nikah sama dia, dan akhirnya semua yang nenek khawatirkan terjadi, Alana tidak bisa menjaga amanah dari nenek, Alana sangat merasa bersalah dan malu!" ucap Alana penuh penyesalan.
Meskipun sekarang semuanya sudah kembali lagi tapi tentu saja hati Alana masih merasa sakit bila teringat bagaimana dia membangkang kepada sang nenek.
"Sudahlah sayang, nenek sudah memaafkan mu sejak awal, nenek tetap sayang sama Alana meski Alana telah membuat nenek kecewa, jadi kamu tidak usah bersedih terus," nenek Sofia mengelus pipi sang cucu yang sekarang sudah tampak mulus kembali.
__ADS_1
Padahal sebelumnya selama dia masih menjadi istri Victor, Alana seakan lupa merawat dirinya karena terbuai dengan statusnya menjadi seorang istri. Hingga mengabaikan untuk merawat dirinya sendiri.
"Terima kasih, nek! Alana sayang banget sama nenek!"
Nenek Sofia tersenyum melihat cucu satu-satunya itu, tentu saja dia bukanlah nenek yang jahat dan tidak ingin cucunya bahagia. Kebahagiaan Alana juga termasuk prioritas nya, lalu bagaimana dengan pria yang bernama Zidane, yang waktu lalu menemuinya untuk meminta restu?
"Apakah ada seorang pria yang saat ini sadang mendekati mu?" tanya sang nenek.
Alana terkesiap mendengar pertanyaan dari neneknya. "Ehmm, maksud nenek?" Alana merasa sedikit takut kalau dia salah melangkah lagi.
Kalau dia mengatakan bahwa saat ini tengah dekat dengan Zidane, takutnya nenek tidak setuju lagi kalau Alana berhubungan dengan pria itu.
"Maksud nenek, apakah kamu sekarang sedang menyukai seorang pria? Atau kamu memiliki seorang kekasih?" tanya nenek hati-hati. Dia tahu kalau Alana pasti merasa sangat takut saat ini, terlihat dari tangannya yang sejak tadi meremas dres yang di pakainya.
"Ehmm,, itu...!"
"Kemarin ada seorang pria datang kesini yang mengatakan ingin menjadikan mu seorang istri, yah, dia meminta restu nenek, namanya Zidane!" ujar nenek Sofia membuat Alana membelalakkan matanya seketika.
__ADS_1
Bersambung