Kekasih Gelapku

Kekasih Gelapku
Episode 76


__ADS_3

Happy Reading


Malam ini adalah malam pertama untuk pasangan pengantin baru yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri tadi siang. Meskipun memang bukan malam pertama mereka di atas ranjang, tapi inilah malah pertama mereka setelah menjadi pasangan resmi yang sebenarnya.


Tidak bisa di pungkiri bahwa kebahagiaan menyelimuti Alana dan Zidane.


Alana memandang wajah tampan pria yang sudah menjadi suaminya itu dengan begitu haru, sejak pertemuannya setahun yang lalu di kediaman Alvares, Alana tidak pernah berpikir bahwa dia akan bisa menjadi istri dari seorang Zidane, di mana saat itu Zidane sudah memiliki tunangan.


Alana bahkan sangat terkejut saat itu ketika Zidane menawarkan sebuah perjanjian konyol di mana dia akan membantu Alana untuk balas dendam kepada mantan suaminya dan merebut kembali semua harta warisan tapi dengan syarat harus melayaninya di atas ranjang.


Dan dari situlah ketertarikan mereka satu sama lain muncul, bahkan setelah Alana berhasil mendapatkan kembali semua harta kekayaan miliknya, di saat itu juga pertunangan Zidane dan Sonya batal karena perselingkuhan Sonya dengan Victor yang merupakan mantan suami Alana.


Sungguh dunia memang sangat sempit tapi memang begitulah keadaannya waktu itu. Tapi sekarang semuanya sudah bahagia dengan bersatunya mereka dihadapan Tuhan, mengikat janji sehidup semati dan hanya maut yang akan memisahkan.


"Sayang, sudah bangun?" Zidane membuka matanya dan langsung berhadapan dengan wajah sang istri tercinta.


"Heemm, kamu kenapa bangun? Ini masih jam 4 pagi?" tanya Alana memegang pipi sang suami, mengelus perlahan rahang yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.


Zidane yang mendapatkan perlakuan seperti itu segera menarik pinggang Alana semakin erat, menempelkan tubuh polosnya pada tubuh polos sang istri.


Alana membelalakkan matanya ketika merasakan benda keras di pahanya, bahkan benda itu menekan-nekan paha dalam Alana membuat wanita itu merasakan bagian intimnya langsung berdenyut. Apalagi ZidanLke menggodanya dengan dengan menggesek-gesek senjatanya.

__ADS_1


Alana mengeluarkan lenguhan khasnya ketika Zidane mencium leher jenjangnya, memberi gigitan kecil hingga membuat hasrat Alana langsung naik.


"Ah, Zidane ....!"


Zidane semakin semangat saat sang istri langsung menyambutnya dengan ciuman lembut nan menuntut. Keduanya sama-sama berhasrat tinggi dan akhirnya pagi itu mereka melanjutkan ronde ketiga setelah tadi malam baru dua ronde mereka lakukan.


❤️❤️❤️


Austin tidak bisa tidur semalaman, melihat Zack dan istrinya sudah tidak memiliki hubungan apakah rencananya akan berhasil? Setelah memikirkan hal itu sejak lama, seharusnya dia sudah bisa membuat Zack hancur meskipun dia harus melibatkan Ave, sang istri.


"Sepertinya aku harus segera melancarkan aksiku!" gumam pria itu.


Ceklek!


"Ini beberapa berkas untuk anda periksa dan tandatangani, pak," ujar Lily meletakkan tumpukan berkas itu di atas meja kerja Austin.


"Hemm!" pria itu hanya meliriknya sekilas, kemudian fokus dengan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Lily merasa di abaikan oleh Austin, padahal biasanya pria itu langsung menunjuk pahanya untuk ia duduki dan mereka akan berciuman sedikit lama atau bahkan bisa sangat lama dengan tambahan adegan-adegan yang panas tentunya.


"Halo, aku ingin kamu menyebarkan sekarang, aku akan kirim filenya, kalau bisa siarkan di seluruh berita televisi, ataupun media online ..... Ya, bagus, harus secepatnya!"

__ADS_1


Lily menatap Austin yang tengah menyeringai sambil menatap ponselnya, kemudian pria itu segera mengirim file yang tadi dia katakan pada orang yang ia hubungi. Lily yang penasaran pun akhirnya mendekat, "apakah kamu akan melancarkan balas dendam mu sekarang?" tanya Lily yang kini sudah berada di samping Austin.


"Hemm, sudah sangat terlambat aku mengungkapkan ini ke publik, tapi tidak apa-apa, meskipun mereka sudah tidak bersama, tapi dengan adanya berita itu, bisa di pastikan karir Zack akan hancur!"


"Begitupun dengan istrimu," Austin menatap Lily sebentar, kemudian ia menghela napas.


"Aku tahu memang salah telah melibatkan nya, tapi dia berani selingkuh di belakang, aku merasa sangat marah, apakah dia tidak menghargai ku sebagai suaminya? Ini hanya hukuman kecil, dan dia pasti akan bersujud meminta maaf padaku!" jawab Austin tersenyum kecut.


Lily tertawa kecil, "bukankah kamu juga sama, malah kamu duluan yang mengkhianatinya, jadi kenapa kalian tidak berpisah saja dan kita meresmikan hubungan ini."


BRAKK!!


Lily terkejut ketika Austin menggebrak mejanya hingga membuat kopinya tumpah sedikit. "Apa yang kamu katakan? Berpisah dengan Ave dan meresmikan hubungan denganmu? Memangnya kamu siapa ku? Kamu hanya seorang sekretaris yang merangkap sebagai teman wanita ku, sedangkan Ave adalah istri ku, aku yakin setelah ini dia akan semakin mencintai ku karena merasa bersalah, dan kamu Lily, aku memang membutuhkan mu tapi aku sadar bahwa Ave yang sangat aku butuhkan!" bagai tersambar petir di siang hari yang panas, dada Lily tiba-tiba terasa sesak.


Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan semua ucapan itu dari Austin, apakah rencana dia belum berhasil untuk membuat Austin tunduk padanya? Padahal sedikit lagi dia bisa mendapatkan atasannya itu.


Lalu di mana semua kata sayang dan kepedulian Austin untuknya selama ini?


"Austin!! Kamu memang pria brengsek! Aku sudah setia memberikan semuanya untuk mu!!"


"Hei, ingat batasan mu, di sini siapa dulu yang memulai? Bukankah kamu dengan suka rela menyerahkan tubuhmu untuk ku jamah?"

__ADS_1


Bersambung


maaf ya alur ceritanya jadi ngalor ngidul🙏


__ADS_2