KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 010


__ADS_3

Bel istirahat jam kedua pun akhirnya berbunyi, itu menandakan bahwa rangkaian acara formal telah usai dan kini waktunya seluruh peserta MOS untuk makan siang.


Anders bangkit dari tempat duduknya, dan ingin segera menuju ke kantin mengisi perutnya yang kosong dan terasa sangat lapar.


Sedangkan, Ridha tetap di tempat duduknya. Ia memakan snack yang diberikan oleh panitia.


Di dalam kardus kecil yang berisi kue itu ada beberapa kue basah, seperti lumpia, lemper, dan beberapa kue ringan serta segelas air mineral.


Melihat Ridha yang begitu lahap memakan snack itu, Anders lalu menyodorkan kardus kecil itu kepada Ridha.


“Kenapa?” tanya Ridha, sambil mengunyah makanannya.


“Ambil punyaku.”


“Kamu ini aneh, kue seenak ini tapi kamu tidak berselera untuk memakannya.”


Anders tidak menjawab dan menaruh kuenya di atas tempat duduknya, ia segera pergi menuju kantin.


“Hei. Are you serious?” tanya Ridha kembali.


Tetapi Anders tetap tidak menjawabnya dan meneruskan langkahnya keluar aula.


Dalam hati Anders, menurutnya ia melakukan hal yang benar. Ia lebih membiarkan Ridha untuk memutuskan memakan kue itu atau tidak, itu terserahnya.


Ia juga tidak ingin mengajak Ridha ke kantin, karena orang yang baru berkenalan dengan orang lain biasanya akan lebih mengutamakan rasa sungkan daripada keinginan pribadinya.


Apabila Anders mengajak Ridha ke kantin, sudah pasti kemungkinan besar jawabannya adalah ya dan setuju untuk mengikuti Anders.

__ADS_1


Daripada menolak dan memberikan kesan pertama yang bisa jadi menurut Ridha tidak sopan.


Kantin sekolah terletak di bagian selatan aula utama, disana ada lima warung penjual makanan.


Warung pertama menjual berbagai makanan yang berkuah, seperti soto, rawon, dan sup.


Warung kedua menyediakan makanan yang tidak berkuah atau keringan, seperti ayam geprek, dan lalapan.


Warung ketiga menjual menu makanan non-Indonesia, seperti ramen dan nasi lemak.


Sedangkan warung yang keempat adalah warung spesialis nasi goreng. Nasi goreng dan bakmi goreng yang dihidangkan warung itu sangatlah enak dengan kekuatan rasa rempah-rempahnya.


Warung yang terakhir, khusus menjual minuman bagi siswa SMA itu. Banyak sekali varian yang ditawarkan, mulai dari minuman panas seperti kopi dan teh, hingga jus buah dan beberapa smoothies versi murah.


Setibanya Anders di kantin itu, ia langsung memilih warung yang lebih sepi antriannya. Karena ia mengejar waktu untuk shalat di masjid, sebelum waktu istirahat habis.


Kondisi kantin saat itu sangat ramai, jadi mau tidak mau Anders harus bergabung di meja dengan siapapun.


“Murid baru disini ya?”


“Iya kak, Anders.”


“Sorry?”


“Namaku Anders. Aku menjawab sebelum kakak bertanya, dan aku tidak akan bertanya balik.”


“Hahaha.. Aku Adam. Selamat datang di sekolah ini. Sekolah mewah yang didambakan banyak orang. Tapi tidak sebaik itu juga. Jangan kaget ya nanti.” jawab Adam dengan sedikit pesan yang cukup membingungkan bagi Anders.

__ADS_1


“Okay.” sahut Anders singkat saja.


“Barusan pesan makan apa?”


“Nasi Lemak.”


“Good choice. Enak, untuk seukuran Nasi Lemak versi murah.”


Ternyata, warung yang sepi tidak menggambarkan rasa yang disajikan. Awalnya ia skeptis pada rasanya nanti, namun setelah Adam mengatakan hal itu kepadanya. Rasa ragu-ragunya pun berkurang.


“Terus kenapa warung itu sepi?”


“I don’t know. Biasanya warung itu ramai. Mungkin banyak yang sedang tidak ingin nasi lemak. Atau sudah bosan dengan rempahnya yang sangat kuat. Everyone has a choice, right?” jelas Adam.


“Yep. Bisakah aku bertanya satu hal?”


“Of course. Why not?”


“Kenapa banyak siswa disini mahir berbahasa Inggris? Atau memang ada yang mewajibkan?”


“Nggak, siswa disini berbicara seperti itu karena mereka ingin tidak ada kendala ketika ingin berkuliah di luar negeri. Termasuk aku.”


“Where? Where do you want? tanya Anders.


“Undergraduate, Harvard. Postgraduate, Yale.”


“Good luck.”

__ADS_1


Anders mengakhiri pembicaraannya ketika nasi lemak yang ia pesan sudah datang. Ia segera memakan makanannya, dan menyelesaikan aktivitas di kantin secepat mungkin.


Usai makanannya telah habis, ia langsung membayar dan bergegas menuju masjid yang berada di sebelah barat kantin itu.


__ADS_2