KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 025


__ADS_3

Anders yang baru saja tiba di dapur, menyapa semua orang yang ada disana.


“Lagi pada ngapain, ma?” tanya Anders dengan polosnya.


“Where have you been? We’re waiting for you but you didn't come soon.” sindir Alex.


“Maaf, pa. Tadi Anders lagi fokus.”


“Fokus apa? Fokus apa yang bisa bikin orang tidak dengerin teriakan adiknya sendiri?”


Anders yang masih ingin merahasiakan tentang sosok Ridha, lebih memilih untuk diam dan menunduk.


“Tuh kan, mama lihat deh. Papa tanya fokus apa malah diem aja.” sahut Alex sedikit kesal terbawa suasana.


“Sudah, sayang. Yang penting kan sekarang dia sudah disini.” Lisa mencoba menenangkan, ia tidak ingin rencana masak bersamanya gagal.


Anders sebenarnya ingin menceritakan hal ini kepada papanya secara pribadi ketika papanya libur bekerja.


Ia tidak ingin bercerita ketika papanya masih berada dalam lingkup pekerjaannya.


Karena dari pengalaman yang ia peroleh, papanya tetap akan memberikan saran dan masukan kepada dirinya terkait apa yang diceritakan.

__ADS_1


Tapi itu tidak murni dari lubuk hati papanya. Masih ada selipan kata-kata yang kadang papanya entah secara sadar atau tidak mengaitkan masalahnya dengan bidang pekerjaan papanya.


Pernah suatu ketika Anders bercerita tentang salah satu temannya yang mengadu domba antara dirinya dengan kedua sahabat dekatnya.


Memang benar, papanya memberikan saran kepada Anders untuk melakukan beberapa hal dan menghindari beberapa hal, ia mengakui hal itu adalah hal yang baik.


Namun yang tidak Anders suka adalah, ketika urusan Anders sudah selesai. Papanya akan menyuruhnya untuk tetap diam disitu dan mendengarkan apa yang akan diomongkan oleh Alex.


Ketika itu, perihal masalah adu domba anak yang baru duduk di bangku SMP saja sudah dikaitkan dengan betapa bahayanya para konglomerat jika berbisnis dengan tidak hati-hati.


Alex menceritakan permainan dan jebakan-jebakan para pebisnis besar yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat baik di bidang ekonomi maupun politik.


Anders saat itu hanya diam mendengarkan papanya mengoceh panjang lebar hingga selesai.


Hal itulah yang tidak disukai dari diri papanya oleh Anders. Maka daripada itu, untuk sekarang ia lebih memilih untuk bungkam dan merahasiakan terlebih dahulu tentang apa yang terjadi hari ini ketika di sekolah.


Ia merasa masih bisa menahan dirinya sendiri dan mengontrol egonya untuk mengatasi hal ini.


Tinggal tiga hari lagi menuju hari sabtu, dimana papanya akan memasuki hari libur kerja.


Di situlah ia akan memanfaatkan sebanyak mungkin untuk mengobrol dengan papanya mengenai Ridha.

__ADS_1


Terbesit di dalam benak Anders, ia berencana untuk bertanya kepada papanya.


Bagaimana dulu papanya bisa bertemu dengan mamanya dan pada akhirnya bisa menikah hingga sekarang memiliki dua anak.


Selain itu, Anders juga akan meminta sedikit saran pada papanya terkait ekskul yang akan dipilihnya nanti.


Ia mengharapkan papanya bisa memberikan jawaban yang dapat memuaskan rasa penasaran Anders.


Jika memang jawaban papanya terlalu umum, yang sebenarnya Anders bisa cari tahu sendiri, ia akan segera menemui mamanya untuk berbicara lebih jauh lagi.


Anders memang tipe seseorang yang harus segera menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Ia tidak ingin berlama-lama terjebak dalam pusaran masalah itu.


Masalah yang terlalu lama dibiarkan bisa jadi semakin buruk, dan juga semakin susah seseorang untuk menyelesaikannya.


Dalam pikirannya, lebih baik untuk menghadapi masalah dalam skala kecil meskipun itu terjadi setiap hari. Daripada harus menghadapi masalah yang begitu besar dalam satu waktu.


Karena hal-hal kecil yang terjadi berulang, biasanya memiliki pola tersendiri. Sehingga Anders seperti mendapatkan sebuah petunjuk agar masalah itu tidak terjadi lagi di masa depan.


Sedangkan masalah besar yang datang dalam satu waktu, baginya akan cukup sulit untuk menemukan solusi. Diperlukan banyak tenaga dan pikiran, serta banyak waktu tersita hanya untuk menyelesaikannya.


Ia cukup membenci hal-hal semacam itu. Itulah mengapa, Anders hampir tidak memiliki musuh di kalangan teman-temannya. Karena ia terbiasa untuk menyelesaikan masalah yang baru tersulut.

__ADS_1


__ADS_2