KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 062


__ADS_3

Ujian Nasional menjadi salah satu momok bagi para siswa. Ujian yang diadakan setiap tahun itu bisa memaksa seseorang untuk belajar lebih giat lagi daripada sebelumnya.


Seluruh siswa harus mengikuti tiga mata pelajaran wajib dan satu pelajaran pilihan mereka.


Berhubung Anders dan Ridha berada di jurusan IPA, maka pilihan yang tersedia adalah Biologi, Fisika, dan Kimia.


Ridha memutuskan untuk mengambil mata pelajaran Biologi. Karena ia tahu, dari ketiga mata pelajaran itu, Ridha merasa paling bisa mengerjakan optimal di bidang Biologi.


Bagi dirinya, Biologi cukup mudah karena berbeda dengan kedua pelajaran lainnya yang identik dengan perhitungan dan angka.


Sedangkan Biologi, lebih didominasi teks dan hafalan untuk setingkat SMA. Maka dari itu, Ridha yang notabene lebih senang membaca daripada menghitung, mengambil pelajaran ini.


Dari ketiga pilihan mata pelajaran, yang paling banyak dipilih dalam jurusan IPA adalah mata pelajaran Biologi. Sedangkan, yang paling sedikit adalah mata pelajaran Fisika.


Anders sendiri, memilih pelajaran Fisika yang baginya lebih seru dan menantang daripada pelajaran Kimia dan Biologi.


Semakin dekat dengan hari-H ujian semakin banyak juga fenomena yang terjadi.


Di sekolah itu, memang didominasi oleh siswa yang beragama Islam. Jika biasanya mereka ketika istirahat jam pertama akan langsung menuju kantin atau koperasi untuk membeli makanan, tidak kali ini.


Bel jam istirahat berbunyi, hampir semua siswa muslim memutuskan untuk pergi ke masjid melaksanakan ibadah salat duha.


Ridha pun juga ikut berangkat ke masjid dan melaksanakan ibadahnya. Sedangkan Anders, ia tahu bahwa kondisi kantin pasti sepi sekarang ini. Hanya ada kelas X dan kelas XI disana.


Memanfaatkan situasi itu, Anders dengan santai untuk sarapan di kantin. Bahkan ia menghabiskan waktunya di sana dengan mengajak berbincang adik kelasnya.


Hal yang menarik terjadi ketika ia sedang berbincang, ada perempuan yang memakai seragam bukan dari sekolah itu.


Terlihat pada badge yang terjahit di lengan sebelah kanan perempuan itu menunjukkan bahwa dia kelas XI.


Perempuan itu juga terlihat bingung dengan kondisi yang terjadi di kantin. Anders menghampiri siswa perempuan itu.


“Butuh bantuan?” tanya Anders. “Aku Anders, siswa kelas XII disini.” imbuhnya.


Perempuan itu tidak menjawab pertanyaan Anders. Anders pun meninggalkan perempuan asing itu.

__ADS_1


Ia menunggu Ridha menyelesaikan ibadahnya dahulu, kata Ridha, dia akan menyusul Anders ke kantin setelahnya.


Tak lama menunggu, Ridha melambaikan tangan ke arah Anders. Anders yang melihat itu juga membalas dengan lambaian tangan.


Ridha pun menghampiri meja Anders dan duduk di sebelah Anders, saat ini ia sedang tidak ingin memesan apapun. Ia mengambil jus milik Anders dan meminumnya hingga habis.


“Beli sendiri nggak mau, dibeliin nggak mau. Tapi minuman orang dihabisin.” ucap Anders.


“Hehehe..” Ridha hanya tersenyum sambil memeluk kekasihnya.


“Lihat perempuan berseragam hijau?” tanya Anders.


“Loh, kok bisa beda seragam? Emangnya OSIS lagi ngadain study tour atau gimana?”


“Tadi udah coba aku samperin, aku juga udah ngenalin diri kok tadi.” jelas Anders.


“Lalu?”


“She was ignoring me. Ya, aku pergi balik ke sini lagi duduk.”


Ia mengingat lagi dimana ia pernah berpapasan dengan siswa yang memakai seragam yang sama.


“Aku tau dia berasal dari mana.”


“Hmm? How’d you know that?” tanya Anders.


Ridha menjelaskan jika ia pernah bertemu dengan siswa yang memakai seragam yang sama.


Seragam itu milik SMA 08. Ia pernah satu waktu melewati SMA itu ketika sepulang sekolah.


Dan semua siswa memakai seragam sama seperti seragam yang dipakai oleh perempuan asing yang kini sedang makan dan menyendiri di kantin SMA nya.


Biasanya, Ridha merasa cemburu jika kekasihnya itu bersikap terlalu baik pada orang asing yang tidak dikenal.


Tapi entah mengapa, kali ini malah Ridha yang menyuruh Anders agar mengajak perempuan itu bergabung di mejanya.

__ADS_1


Anders pun menolak, karena perkenalan yang sudah ia lakukan tidak dianggap oleh perempuan itu, maka tidak akan ada lagi kesempatan yang sama baginya.


Ibarat seorang yang sedang memancing, ketika ia sudah melemparkan umpan dan ikan memilih untuk pergi. Maka pemancing itu pun juga melakukan hal yang sama, yaitu berpindah tempat dan tidak akan kembali lagi kesana.


Mereka pun akhirnya menghindari perdebatan dan memilih untuk kembali lagi ke kelasnya.


Masih ada banyak hal yang harus mereka pelajari kembali untuk mempersiapkan ujian nasional.


Hingga hari H ujian nasional akhirnya tiba, Anders mengajak Ridha untuk berangkat bersama selama masa ujian nasional berlangsung.


Mereka berdua ingin saling memberikan semangat sebelum terpisah kelas. Karena sistem ujian nasional yang dilakukan tahun ini berbasis komputer.


Tiap kelas hanya berisi sekitar 20 komputer, jadi dalam satu hari efektif, ujian nasional dilaksanakan dalam tiga gelombang.


Kebetulan, Anders dan Ridha melaksanakan ujian dalam gelombang satu, meskipun tidak dalam satu kelas yang sama.


Hari pertama dilewati dengan lancar oleh keduanya. Ujian nasional Bahasa Indonesia tidak terlalu rumit dan sesusah apa yang digambarkan ketika mereka menjalani try-out.


Pada hari kedua, mata pelajaran matematika lah yang diujikan. Pelajaran yang bagi sebagian siswa menakutkan, dan juga masih ada banyak yang menganggap matematika tidak sesulit mata pelajaran pilihan.


Ujian nasional Bahasa Inggris, juga bisa diselesaikan baik oleh Ridha maupun Anders. Bahkan, Anders menjadi orang yang menyelesaikan paling awal dari semua siswa yang mengikuti ujian di gelombang 1.


Dari 120 menit waktu yang diberikan, Anders dengan cepat menuntaskan seluruh soal yang tersedia hanya dalam 40 menit.


Ia bahkan sempat dengan sengaja melewati kelas Ridha dan melambaikan tangan ke arah kekasihnya itu.


Tibalah waktu untuk mata pelajaran pilihan setiap siswa. Biologi yang dipilih oleh Ridha, dan Fisika yang dipilih oleh Anders.


Anders melewati semuanya dengan mudah dan yakin bahwa nilai ujian nasionalnya masuk dalam peringkat sepuluh besar paralel sekolah.


Berbeda dengan Anders, ada beberapa dari jawaban yang sudah Ridha pilih namun tetap merasa tidak yakin apakah jawaban pilihannya itu benar atau salah.


Anders yang melihat kekasihnya itu memasang wajah murung ketika keluar kelas, langsung berusaha menghibur.


Ia mengajak Ridha untuk pergi membeli mie bakar favoritnya, alhasil. Usaha Anders tidak sia-sia dan Ridha kembali ceria seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2