KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 051


__ADS_3

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Suara yang paling ditunggu-tunggu oleh Anders sejak tadi.


Ia segera merapikan dan mengemas peralatan yang sudah ia gunakan. Tidak lama setelah mengemasi barangnya, ia segera menuju ke tempat Ridha.


Anders yang berdiri di depan Ridha sambil tersenyum aneh, membuat Ridha semakin merasa jengkel.


“Kamu kerasukan apa sih? Daritadi senyum-senyums sendiri kayak orang gangguan jiwa tau.”


Perkataan Ridha tidak digubris oleh Anders, ia tetap tersenyum melihat perempuan yang ada di depannya.


Ridha pun yang merasa jengkel, memukul pelan bibir Anders seraya berkata.


“Kalo senyum jangan lebar-lebar, kemasukan tawon baru tau rasa nanti.”


Tetap diam dan masih dengan senyumannya, Anders langsung membantu Ridha untuk memasukkan barang-barang milik Ridha ke dalam tas.


“Ih kamu kenapa? Aneh banget tau hari ini.” ucap Ridha.


“Ayo pulang, keburu mataharinya hilang.” sahut Anders.


Mereka pun berjalan menuju parkiran bersama. Sesampainya di parkiran, Ridha menghentikan langkahnya.


“Wait, kamu nggak akan aneh-aneh kan?” tanya Ridha takut sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


“Nggak, aku janji. Ayo, pulang.” jawab Anders begitu singkat.


Lalu, Anders memakaikan helm untuk Ridha dan mereka pun berangkat menuju rumah Ridha menembus kemacetan yang terjadi.


Setibanya di rumah Ridha, yang biasanya Anders langsung pamit untuk pulang. Kali ini, ia menunggu Ridha masuk terlebih dahulu.


“Kenapa? Udah sana pulang. Kan aku udah sampai rumah juga.” ucap Ridha.

__ADS_1


“Just make sure, benar-benar sudah di dalam dan kamu baik-baik aja.”


“Iya, okay. Aku masuk dulu ya.” pamit Ridha begitu saja.


Tidak lama setelah Ridha masuk ke dalam rumahnya, Anders pun menyusul juga.


Ia mengetuk pintu depan rumah itu dan mengucapkan salam. Tidak membutuhkan waktu lama sampai ada seseorang yang membukakan pintu.


Tampak perempuan yang berumur sekitar 40-an tahun menyambutnya di balik pintu itu.


“Waalaikumsalam. Silahkan masuk.” ucap perempuan itu.


Anders pun segera masuk karena sudah dipersilahkan oleh perempuan yang menurut dugaannya adalah ibu Ridha.


“Sebelumnya, mohon maaf. Saya Anders, teman putri ibu.”


“Oh, jadi ini nak Anders. Ibu sudah beberapa kali dapat cerita tentang kamu. Tapi baru kali ini, kita ketemu.”


“Mohon maaf sebelumnya, karena sekarang baru berani untuk bertemu.” jawab Anders dengan begitu sopan.


Anders menjelaskan alasan kedatangannya kali ini. Ia ingin mengajak Ridha untuk berkunjung di rumahnya.


Pada satu titik percakapan, Anders sangat bingung apakah harus mengatakan jika ia akan mengungkapkan perasaannya untuk Ridha kepada ibunya atau ia tidak perlu menjelaskan hal itu.


Terdiam beberapa saat, hingga akhirnya ia mengatakan yang sebenarnya. Respon yang baik dan juga sinyal lampu hijau sudah diberikan oleh ibu Ridha.


Itu berarti tinggal bagaimana Anders bisa meyakinkan putri kesayangan perempuan yang ada di depannya saat ini.


Percakapan mengalir dengan santai, seolah keduanya sudah saling mengenal sebelumnya. Hingga akhirnya, ibu Ridha memanggil putrinya itu untuk ke depan menuju ruang tamu.


“Ridha, sini ke ruang tamu.” ucap ibu Ridha.

__ADS_1


“Iya, sebentar.”


Begitu terkejutnya Ridha ketika melihat Anders duduk di sofa ruang tamunya dan dengan senyuman yang sama yang tadi membuat Ridha merasa jengkel.


Ridha menggerakkan bola matanya mengisyaratkan sebuah pertanyaan mengapa Anders bisa ada disini sekarang ini.


“Itu, mau diajak jalan-jalan sama Anders.”


“Hah?” Ridha terkejut mendengar perkataan ibunya.


“Ayo.” sahut Anders.


“Sudah, cepetan siap-siap. Toh, ibu sudah mengijinkan kok. Nanti biar ibu yang bilang ke ayah.” imbuh ibu Ridha.


Ridha yang masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, kembali masuk ke dalam dan bersiap-siap sesuai dengan apa perintah ibunya.


Di dalam kamar ia merasa pusing jika memikirkan betapa random nya laki-laki yang ia kagumi ini.


Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa di pertemuan pertama dengan ibunya, Anders sudah mendapatkan ijin untuk mengajaknya keluar bepergian.


Belum lagi ia tidak mendapatkan clue sama sekali kemana mereka akan pergi.


Bagi remaja perempuan, pilihan pakaian akan disesuaikan dengan tempat tujuan mereka. Mereka tidak ingin terlihat salah outfit, dan merasa malu di depan umum.


Melihat banyaknya pilihan pakaian yang ada di dalam almarinya, ia akhirnya memutuskan untuk memakai blouse berwarna abu-abu gelap dan celana putih diiringi dengan jilbab berwarna abu-abu muda.


Memilih pakaian yang bisa cocok dipakai dimanapun tempatnya dan masih terlihat rapi.


Dalam benaknya, ia berpikiran bahwa Anders akan mengajak untuk pergi ke suatu tempat.


Dan yang paling umum bagi pasangan remaja adalah untuk makan bersama di tempat yang lagi hype dan banyak digandrungi para remaja.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap-siap, Ridha pun keluar lagi dan muncul di ruang tamu. Namun, disana sudah tidak Anders.


Ibunya yang ada di teras, segera menyuruhnya untuk menyusul Anders dan segera pergi jalan-jalan. Ridha pun berpamitan.


__ADS_2