
Perputaran waktu tidak akan menunggu siapapun di dunia ini. Apapun yang terjadi, waktu akan tetap berjalan sesuai dengan kewajibannya.
Anders dan Ridha sudah benar-benar saling tidak bertukar kabar dan tidak mengetahui bagaimana kondisi satu sama lain.
Kelulusan SMA yang mereka rayakan bersama, juga sudah cukup untuk menjadi bekal kebahagiaan diri mereka masing-masing.
Kali ini, Anders menghadiri acara wisudanya ditemani oleh seluruh anggota keluarganya.
Meskipun ia menyadari, bahwa ia berharap Ridha akan datang. Namun kenyataannya, tanpa Ridha pun ia bisa merasakan kebahagiaan yang utuh bersama keluarganya.
Alex dan Lisa begitu bangga melihat Anders bisa lulus dengan cepat, Syifa pun yang juga saat ini sudah duduk di bangku SD begitu bahagia bisa mengenakan toga milik kakaknya.
Anders dinyatakan lulus dengan predikat Maxima Cum Laude, yaitu kehormatan tertinggi dengan nilai sempurna 4.00, dan menjadi salah satu predikat yang sangat jarang orang bisa raih.
Tampak dari kejauhan, wajah bahagia Anders. Alexa yang kali ini datang ke acara wisuda universitas ini, menunggu momen yang pas untuk menghampiri Anders.
Ia sudah menyiapkan buket bunga dan beberapa souvenir sebagai tanda selamat atas kelulusannya.
Tak lama ia menunggu, Alexa melihat saat ini sudah selesai melaksanakan sesi foto bersama dengan keluarganya.
Orang tua Anders meninggalkan putranya itu dan membiarkan Anders untuk mengambil waktu berfoto dengan teman-temannya yang lain.
Alex dan Lisa berjalan menuju ke tempat makan yang sudah disediakan oleh universitas.
__ADS_1
Mereka berdua tidak sadar telah melewati Alexa, bukannya tidak sadar. Karena memang mereka berdua hanya bertemu sekali ketika Alexa menemui Anders di studio rumah mereka.
Alexa tersenyum, melihat kedua orang tua Anders dan adik kecilnya begitu bahagia. Ia pun berjalan menghampiri Anders.
“Selamat ya.”
Mendengar ucapan selamat dari belakang dirinya, Anders pun segera menoleh dan berbalik badan untuk menyambut ucapan itu.
Ia langsung menyalami Alexa dan menerima buket bunga yang dibawa. Hingga ia menyadari, bahwa perempuan yang memberi buket itu adalah Alexa.
Anders terkejut, ia menutup rapat mulutnya tidak bisa berkata apa-apa. Perempuan yang selama ini membuat dirinya kebingungan, kini tiba-tiba memberikan ucapan padanya.
“Ucapan selamat dariku diterima atau tidak?” tanya Alexa.
Alexa yang memang terlahir dengan wajah yang begitu cantik, kali ini kecantikannya berlipat-lipat dengan semua make up dan dress berwarna pink muda yang ia kenakan.
Ia menepuk bahu Anders mengisyaratkan untuk berhenti membungkuk.
“Mau foto bersama?” tanya Alexa.
“Boleh?”
“Seharusnya aku yang meminta ijin, bukan kamu.” sahut Alexa.
__ADS_1
Mereka berdua pun akhirnya berfoto bersama. Tampak Alexa juga begitu bahagia melihat Anders.
Sesi berfoto pun usai, dan mereka menunggu hasil cetak dari foto mereka berdua.
Alexa diam-diam membayar jasa foto itu, dan mengambil hasil cetakannya. Ia kembali menghampiri Anders.
“Hasil cetaknya sudah selesai, kamu mau bawa?”
Anders tidak ingin terlihat begitu memaksa untuk membawanya, ia lebih merelakan untuk memberikannya pada Alexa.
Ia sendiri masih bingung dengan perasaannya ketika bertemu dengan Alexa. Perempuan yang dulu membuatnya begitu jengkel ketika berada di SMA.
Tetapi di lain sisi, Alexa juga lah yang membantu Anders untuk menyelesaikan permasalah antara dirinya dengan Noah.
Antara rasa terima kasih atau rasa geram, Anders masih bingung bagaimana harus menyikapi sosok Alexa ini.
Dalam hatinya, ia memuji kecantikan Alexa dan memuji perjuangannya selama ini sampai di titik ia hadir di acara kelulusannya.
“Silahkan dibawa.” ucap Anders.
“Thank you so much, terima kasih sudah menerimaku dengan baik.” sahut Alexa.
Ia pun pergi meninggalkan Anders dan segera menuju bandara, karena hari malam ini adalah jadwal penerbangannya menuju Melbourne.
__ADS_1