
Sudah hampir satu bulan berlalu sejak ujian nasional dilaksanakan serentak oleh sekolah di seluruh Indonesia.
Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan bagi semua siswa. Pengumuman nilai ujian nasional akan dilakukan hari ini.
Seperti biasa, Anders mengajak Ridha untuk berangkat bersama. Di tengah perjalanan menuju sekolah, mereka berdua berbincang dengan santai karena tidak ada jam masuk yang harus dipatuhi kali ini.
“Sayang, kan udah selesai ujian nasional. Ujian masuk perguruan tinggi juga masih sebulan lagi.” ucap Anders.
“Iya, masih lama. Kita ada libur juga sekitar satu bulan lebih beberapa hari.” sahut Ridha.
“Nah, gimana kalo kita liburan?” tanya Anders.
“Liburan kemana, sayang?”
“Entahlah.” jawab Anders begitu singkat.
Anders sebenarnya ingin mengajak Ridha untuk bepergian ke luar kota. Liburan ke suatu tempat yang memiliki pemandangan alam yang begitu menakjubkan.
Dalam benak Anders sendiri juga sudah ada beberapa referensi destinasi yang ingin ia tuju untuk liburan kali ini.
Destinasi pertama adalah Karimun Jawa. Di Karimun Jawa tidak hanya menawarkan pemandangan pantai dan terumbu karangnya yang menakjubkan, tetapi juga ada wisata edukasi hutan bakau disana.
Selain itu, ia berencana mengajak Ridha untuk melakukan snorkeling. Meski ia tahu Ridha tidak bisa berenang, ia tetap akan memaksanya.
Paling tidak Ridha sudah pernah mencoba aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh penduduk di daerah pesisir pantai.
Ia yakin jika Ridha juga akan memaksa dirinya sendiri, karena tidak rela biaya yang telah dikeluarkan untuk liburan tidak dimanfaatkan dengan baik.
Tujuan liburan yang kedua adalah Bali. Anders memilih Bali, karena jarak tempuhnya hampir sama dengan menuju ke Karimun Jawa.
Ridha juga pernah bercerita bahwa ia sudah lama sekali bepergian ke Bali, terakhir kali ia pergi berlibur ke Bali yaitu ketika ia merayakan ulang tahun ayahnya ketika masih duduk di bangku kelas enam SD.
Bali, yang beberapa kali menjadi pulau terbaik di dunia juga tidak usah diragukan lagi apa saja destinasi wisata yang ditawarkan disana.
Nantinya, ketika mereka benar-benar sudah mendapatkan pengumuman kelulusan dan surat pengantar nilai ujian nasional sementara, Anders akan membicarakan lebih lanjut terkait liburannya ini.
Sesampainya di sekolah, Anders mengatakan kepada Ridha jika ia ingin pergi ke masjid terlebih dahulu untuk melaksanakan salat duha.
Ridha pun mengiyakan, iya tidak ikut ke masjid karena sedang berhalangan. Jadinya, ia pergi ke kelas terlebih dahulu sambil membawa tas milik Anders.
Anders melaksanakan ibadahnya dengan khusyuk didukung dengan kondisi dimana saat ini ia sendirian, tidak ada siapapun saat ini yang sedang berada di dalam masjid.
Ia berterima kasih kepada Tuhan atas semua kemudahan yang telah diberikan, ia juga berdoa untuk kelancaran ujian masuk perguruan tingginya nanti.
__ADS_1
Cukup lama Anders menunaikan ibadahnya, ia pun segera beranjak dari masjid dan pergi ke kelasnya.
Ia mampir terlebih dahulu untuk membeli minuman, tak lupa ia juga membelikan susu coklat kesukaan Ridha.
Sesampainya di kelas, ia melihat semua teman-temannya sedang asyik bermain game ponsel.
Ada juga yang sedang bermain game di laptop mereka, sedangkan kebanyakan dari siswa perempuan di kelasnya lebih asyik mengobrol entah membicarakan apa.
Begitupun dengan Ridha, ia berbincang dengan ketiga orang temannya. Nampak Ridha begitu antusias terlihat dari bagaimana ia mengekspresikan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
“Sayang.” ucap Anders sambil memberikan susu coklat yang telah dibelinya tadi.
“Thank you.” balas Ridha.
Anders, karena ia datang lebih lambat daripada teman-temannya yang lain, ia tidak mendapatkan slot untuk ikut bermain dengan mereka. Dan kegiatan yang ia pilih kali ini, adalah tidur.
Airpods berwarna putih sudah terpasang di kedua telinganya, playlist musik favorit pun juga sudah ia putar.
Di dalam tasnya, sudah ia siapkan dari rumah sebuah bantal kecil yang bisa dilipat, dan Anders pun tidur nyenyak dengan semua kenyamanan yang sudah ia siapkan sendiri sebelumnya.
Lama sudah Anders tertidur lelap, hingga akhirnya dibangunkan oleh Ridha.
“Sayang, bangun. Pengumuman udah keluar.” ucap Ridha sembari mengusap lembut kepala kekasihnya itu.
Anders akhirnya terbangun karena usapan itu, ia bertanya apakah semuanya sudah pergi ke aula utama untuk mengecek hasil ujian nasionalnya.
“Iya.” jawabnya singkat.
Ridha menunggu kekasihnya itu untuk mencuci muka di toilet di sebelah kelasnya.
Wajah dan rambut basah yang terlihat sesaat setelah Anders keluar dari kamar mandi menambah kesan maskulin pada dirinya.
Beberapa siswa perempuan yang sedang menunggu di gazebo depan aula utama, sempat berteriak melihat Anders.
Ridha yang menyadari hal itu, langsung segera menghampiri Anders dan merapikan rambutnya.
Itu adalah sebuah tindakan yang menegaskan bahwa Ridha adalah kekasih Anders. Tidak ada yang boleh mengganggu Anders selain dirinya.
“Udah? Siap?” tanya Ridha.
“Ya.. ayo.” balasnya.
Diraihnya tangan Anders, dan segera mengajaknya untuk berjalan menuju aula utama bersama.
__ADS_1
Tampak disana antrian masih cukup panjang. Mau tidak mau, akhirnya mereka berdua berbincang daripada tidak melakukan apapun.
“Sayang.” panggil Ridha manja.
“Apa?”
“Kalo emang mau punya rencana liburan, memangnya mau liburan kemana?”
“Karimun Jawa is good, or Bali maybe.” jawab Anders.
“Bali..” sahut Ridha dengan mata berbinar-binar ketika mendengar kata Bali diucapkan oleh Anders.
Mereka berdiskusi tentang liburan yang akan mereka lakukan.
Menurut Ridha, ia memilih Bali karena disana ia mempunyai teman yang memiliki sebuah penginapan. Penginapan yang cukup bagus sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Selain itu, di penginapan milik temannya itu terdapat beberapa pertunjukan seperti musik ataupun tari daerah yang dibawakan oleh anak kecil yang ada disitu.
Bali adalah kota yang ramah bagi Ridha, tidak ada kenangan buruk selama ia bepergian di Bali.
Ia juga menjelaskan jika ingin lebih jauh berjalan-jalan ketika berada di Bali sesuai dengan keinginannya.
Karena kala ia masih kecil, ia masih belum tahu apa-apa dan hanya menjadi pengikut kemanapun keluarganya pergi.
Sedangkan saat ini, Ridha sudah mengetahui mana saja tempat yang harus ia kunjungi ketika berada di Bali.
Anders mendengar penjelasan itu, mengiyakan saja apa yang diinginkan oleh kekasihnya.
Kali ini, giliran Anders yang mengutarakan pendapatnya. Anders sebenarnya tidak mempermasalahkan dimanapun tujuan mereka liburan.
Yang paling penting bagi Anders, adalah bisa membuat keduanya semakin mengenal satu sama lain.
Bali juga merupakan pilihan yang sangat direkomendasikan oleh banyak sekali traveler dunia.
Namun, jika memang keputusan keduanya sudah bulat untuk berlibur di Bali, Anders tak lupa menjelaskan apa saja yang akan ia lakukan disana.
Dirinya mengatakan, bahwa mungkin akan berada di bali selama satu minggu penuh. Pembagian yang ia lakukan adalah lima hari untuk berjalan-jalan menikmati indahnya bali.
Dua hari sisanya, Anders akan melakukan survei tempat untuk membangun perusahaan impiannya.
Ia menjelaskan kepada Ridha, meskipun masih membutuhkan waktu yang lama untuk mewujudkan hal itu.
Tetapi dengan ia melakukan survei, paling tidak sudah menjadi pendukung dan satu batu pijakan lebih dekat.
__ADS_1
Ridha sendiri sangat memahami keinginan kekasihnya, ia tahu dan yakin bahwa cita-cita yang baru saja diucapkan oleh Anders tidak akan pernah berubah sampai kapanpun.
Terhanyut dalam obrolan yang menyenangkan itu, sampai mereka berdua tidak sadar bahwa antrian tinggal beberapa orang saja. Mereka pun melanjutkan obrolan dengan berjalan sesuai jalur antriannya.