KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 016


__ADS_3

Anders langsung memarkirkan kendaraan di garasi miliknya. Setelah itu, ia langsung menuju ke ruang makan. Disana terdapat adik perempuannya yang juga sedang menikmati es krim vanilla favorit adiknya.


“Halo, kak.” sambut adiknya dengan ceria.


“Halo, sayangku. Gimana hari ini sekolahnya?”


“Hari ini adek disuruh menggambar sama bu guru.”


“Terus, adekku ini tadi gambar apa?” tanya Anders dengan nada menggoda.


“Adek bikin gambar rumah yang beeesaaar. Yang ada panda di sama beruang di depannya.”


“Hahaha… bagus dong.” puji Anders sambil mengusap kepala adiknya dengan penuh kasih sayang.


“Bagus, kata mama juga bagus.”


“Pinter, jadi anak yang rajin ya sayang.”

__ADS_1


Adiknya hanya mengangguk sambil melanjutkan memakan es krimnya.


Adik satu-satunya Anders, sekaligus saudara kandungnya yang paling ia sayang. Syifa, ia sekarang masih belajar di bangku taman kanak-kanak.


Syifa dikenal sebagai anak yang periang di rumahnya, dengan banyaknya kata yang terucap dengan spontannya terhadap hal-hal yang tidak ia mengerti.


Di kelasnya, ia dikenali gurunya sebagai murid yang sangat kreatif dan penuh dengan imajinasi. Bakat Syifa sudah terlihat sejak ia masih berumur tiga tahun.


Pada saat itu, Syifa sudah bisa menggambar sketsa rumah dan pemandangan dengan sendirinya. Selain itu, ia juga pernah menggambar mamanya yang sedang memasak, meskipun hanya berupa goresan.


Tapi dari goresan itu sudah sangat menjelaskan apa yang ingin Syifa gambar dan sampaikan. Anders sangat menyayangi Syifa. Bahkan ketika mamanya memberitahu Anders bahwa sedang mengandung adiknya, ia sudah berjanji akan menjaga adiknya apapun yang akan terjadi.


Itu menandakan bahwa Syifa adalah anak yang terlahir cerdas, dan mudah untuk menguasai sesuatu.


Saat ini, hobinya adalah menggambar. Ia akan menggambar apapun yang menurutnya menarik. Terutama ketika mamanya sedang mengomel apabila masakannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.


Syifa akan tertawa dan spontan untuk mengambil crayon yang ada di meja kecilnya untuk menggambar di atas kertas gambar A3 yang memang sudah disediakan oleh Anders.

__ADS_1


Selain itu, Syifa juga banyak omong untuk anak seusianya. Berbeda dengan kakaknya, Anders. Anders lebih pemikir seperti mamanya, sedangkan Syifa sangat menurun dari papanya yang suka berbicara di depan umum.


Biasanya, ia akan mengomel sesuka hatinya apabila makanannya tiba-tiba menghilang, padahal sudah ia makan, namun ia lupa. Hal itu sering membuat semua anggota keluarga tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu si kecil itu.


Kebiasaan lain yang cukup unik dalam diri Syifa adalah ia sangat suka dan tertawa terpingkal-pingkal ketika melihat rambut seseorang terurai dan terkibas terkena angin. Menurutnya, gerak kecil rambut itu sangat lucu.


Kedua orang tua Syifa ingin memberikan apapun yang Syifa butuhkan demi membangun karakter anak bungsunya itu.


Bagi mereka saat ini, urgensi tentang pendidikan karakter dan moral adalah sama halnya dengan seseorang untuk belajar membaca. Tidak ada waktu menunda untuk menanamkan perilaku yang santun.


Mama Syifa, bahkan merelakan pekerjaan terdahulunya sebagai salah satu manajer kantor yang notabene bekerja sangat menyita waktu hampir satu minggu penuh.


Ia sementara lebih memilih untuk menjadi konsultan yang bekerja di rumah, melayani klien atau juniornya ketika di masa kuliah lalu.


Dirinya mengambil keputusan itu tanpa ragu sedikitpun ketika mendapatkan konfirmasi dari dokter bahwa ia sedang mengandung Syifa. Ia ingin memberikan perhatian penuh kepada anaknya.


Seolah tidak ingin ada yang terlewat, ketika Syifa telah lahir, ia bahkan dengan sengaja tidak ingin menyewa babysitter. Ia tidak ingin kasih sayang yang Syifa butuhkan malah didapatkan melalui orang lain yang bukan mamanya.

__ADS_1


Segala kebutuhan Syifa ketika masih bayi, dipenuhi olehnya dan suaminya. Suaminya pun begitu mendukung semua keputusan yang telah diambil oleh istrinya.


Bahkan ia lebih senang ketika anak bungsunya itu mendapatkan pendidikan sedari kecil oleh mamanya langsung. Bagi suaminya, pendidikan yang pertama adalah dari keluarga.


__ADS_2