
Setelah pertemuannya dengan Anders terjadi, Noah tidak merasa bahwa dirinya harus mematuhi apa yang Anders katakan.
Ia tetap berkeinginan untuk menemui Ridha suatu saat nanti.
Noah telah jatuh hati pada Ridha, sejak pertemuan pertama.
Tangan Ridha yang begitu halus selalu mengingatkan dirinya bahwa Ridha masih belum dimiliki oleh siapapun.
Menurutnya, Ridha dan Anders masih hanya sebatas berpacaran, belum menjadi sepasang suami istri.
Dalam pikiran Anders, selingkuh tidak tepat disandarkan pada seseorang yang belum menikah karena tidak ada ikatan perjanjian untuk saling setia.
Remaja yang masih dalam tahap pacaran, kebanyakan tidak akan menganggap kesepakatan yang mereka buat adalah hal yang serius.
Satu minggu berselang setelah kejadian itu, Noah akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Surabaya dan menemui Ridha.
Berbagai skenario ia persiapkan agar Ridha bisa menerima kedatangannya.
Namun, pada akhirnya Noah membuang semua skenario yang telah ia buat itu dan memilih untuk secara terang-terangan ketika bertemu Ridha.
Sesampainya di Surabaya, ia menunggu Ridha di depan pintu gerbang fakultas kedokteran gigi tempat Ridha berkuliah.
Ia menyambut Ridha dengan hangat ketika melihat Ridha keluar dari gerbang itu.
Ridha terkejut mengapa bisa seorang Noah ada disini, ia juga ingin menanyakan mengapa melakukan hal itu ketika di rumah sakit.
Noah berjanji akan menjelaskannya asalkan Ridha mau menemani dirinya untuk makan siang di dekat sana. Tanpa basa-basi, Ridha pun menyetujui permintaan Noah.
Saat ini, kondisi hubungannya dengan Anders sedang tidak baik-baik saja. Ia berusaha memperbaiki dengan caranya sendiri.
Setibanya mereka berdua sampai di tempat makan yang dipilih oleh Noah, mereka pun segera memesan makan siang mereka.
“Jadi gimana? Jelasin dengan detail.” ucap Ridha yang duduk di depan Noah.
“Semuanya berlalu begitu aja, saat itu aku tidak tahu apa yang kulakukan benar atau salah.”
Noah menjelaskan jika pada hari pertama Ridha masuk rumah sakit, ada sebuah pesan dari orang yang tidak dikenal.
Di dalam pesan itu, mengatakan bahwa Ridha sedang terbaring di rumah sakit.
“Lalu?” tanya Ridha lagi.
__ADS_1
Di dalam pesan anonim itu, juga dikatakan bahwa Anders tidak akan datang untuk menjenguk. Maka dari itu, sebagai sahabatnya ia harus bisa menggantikan seperti apa yang biasa dilakukan Anders pada Ridha.
Pesan itu sempat dibalas oleh Noah, untuk menanyakan bagaimana ia bisa yakin bahwa pesan itu bukanlah kebohongan.
Tidak lama, pesan itu membalas dengan mengirimkan sebuah foto sekali lihat. Noah melihat dalam foto itu, Ridha terbaring di atas kasur dikelilingi oleh teman-temannya yang sedang berkunjung.
Dengan balasan yang ia dapatkan, akhirnya ia memutuskan untuk berangkat ke Surabaya.
Hingga sesampainya di Surabaya pun, sebenarnya Noah masih belum mengetahui dimana ruangan Ridha berada.
Noah mengirim pesan kepada anonim itu, dan bertanya mengenai ruangan milik Ridha.
Pertanyaan itu dibalas dengan cepat oleh sosok anonim, dalam pesannya ia mengatakan lokasi ruangan itu dan jam berapa harus menemui Ridha.
Noah sempat bertanya, apakah tidak ada jam selain jam yang diberikan. Tetapi ia tidak lagi mendapatkan balasan dari anonim.
Hal itu lah juga yang membuat Noah mengunjungi Ridha ketika malam hari diluar jam kunjungan pasien.
Sedangkan alasannya mengenakan masker, yaitu karena Noah tidak ingin dikenali saat itu juga. Tetapi di lain sisi, ia juga ingin Rida tahu bahwa yang berkunjung adalah dirinya.
Maka dari itu, Noah membeli sebuah bingkisan dan memberi catatan di atasnya.
Sampai saat ini, ia bertemu dengan Ridha. Ia masih belum mengetahui siapa dibalik anonim itu.
Pertanyaan yang membuat detak jantung Noah semakin meningkat, ia tidak siap dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Ridha.
Dirinya merasa bingung apakah harus mengatakannya saat ini, atau masih bisa ditunda di kemudian hari.
“Jawab pertanyaanku.” sahut Ridha lagi.
“Aku menyukaimu.” jawab Noah dengan sedikit nada yang bergetar.
Begitupun dengan Ridha, ia amat sangat tidak menyangka bahwa jawaban itu keluar dari mulut Noah secara langsung.
Dua kata yang sudah terlanjur ia ucapkan, membuat Noah menceritakan semua yang ada di dalam hatinya.
Ia bercerita kepada Ridha bahwasannya dirinya telah jatuh hati ketika pertemuan pertamanya dengan Ridha kala Noah masih dalam masa pemulihan pasca kecelakaan.
Noah merasa bahwa Ridha adalah sosok yang bisa dicintai, ia mendengar setiap kata yang diucapkan terasa begitu menenangkan bagi dirinya.
Ketakutan dan kekhawatiran yang ia rasakan sedikit demi sedikit sirna selama mendengarkan Ridha berbicara.
__ADS_1
Noah juga menjelaskan, bahwa dirinya mungkin saja tidak sesempurna Anders dengan kejeniusan dan ketampanannya. Namun, ia bisa menjanjikan jika waktu berharga darinya akan lebih banyak dari Anders.
Pembicaraan itu berlangsung cukup lama, cerita tentang bagaimana Noah menjelaskan pribadi Ridha membuat Ridha merasa diperhatikan dengan baik.
Memang prinsip yang salah dan tidak seharusnya dilakukan. Namun, saat ini bagi Noah adalah waktu yang tepat untuk merebut kekasih orang lain.
Dimana ketika pasangan kekasih itu sedang mengalami keretakan hubungan, dan ada orang lain yang hadir memberikan semua perhatian yang dibutuhkan.
Di lain tempat, Anders saat ini tengah disibukkan oleh banyak sekali kegiatan baik akademik maupun non-akademik.
Ia ditunjuk sebagai pembantu salah satu dosennya yang mengajar manajemen dasar.
Alasan dosennya melakukan itu adalah, karena Anders memiliki pengetahuan yang mumpuni.
Selain itu, kemampuan untuk menampilkan dan mempresentasikan materi begitu sangat dikuasai olehnya.
Dosennya pernah berkata pada dirinya, jika ada jajaran dosen yang menawarkan untuk menjadi asistennya maka sebaiknya diterima saja.
Anders pun yang kala itu belum terlalu mengenal dunia dosen, ia bertanya mengapa harus melakukan itu.
Dosennya menuturkan, menjadi asisten dosen adalah suatu hal yang membanggakan.
Dilain sisi, nantinya akan memudahkan mahasiswa itu sendiri ketika akan melanjutkan studi S2 nya.
Apabila asisten dosen bisa melakukan tugasnya dengan baik, maka dosen yang meminta bantuannya akan mengeluarkan surat rekomendasi pada universitas yang nantinya menjadi tujuan mahasiswa dalam pendidikan S2 nya.
Berdasarkan semua yang ia ketahui, Anders pun terjun ke dunia asistensi dosen, dan seperti yang kita duga semua berjalan dengan sangat baik.
Ia diberikan nilai A oleh dosennya, selain itu ia juga mendapatkan bimbingan secara langsung ketika mengikuti lomba tingkat nasional.
Berkat semua usaha kerasnya itu, Anders mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 nya.
Namun, ia menolak pemberian beasiswa itu karena diwajibkan untuk menempuh S2 di universitas yang sama.
Sedangkan, dari dulu cita-cita Anders adalah bisa mendapatkan gelar magisternya di luar negeri.
Tidak ada badai rintangan yang bisa menggoyahkan cita-citanya sama sekali.
Alasan yang rasional dengan pemaparan yang jelas dan sopan, akhirnya perwakilan pihak universitasnya pun bisa menerima bahwa Anders menolak beasiswa yang diberikan.
Beasiswa itu diganti dengan pengukuhan Anders sebagai mahasiswa berprestasi, mengingat beberapa lomba tingkat nasional yang pernah ia juarai.
__ADS_1
Ia menceritakan kepada kedua orang tuanya tentang apa yang sudah ia raih selama ini.
Respon yang hangat yang diberikan oleh kedua orang tuanya semakin membuat Anders bersemangat untuk menyelesaikan pendidikannya secepat mungkin.