
“Sayang, ambilkan potongan ayam di freezer box ya.” ucap Lisa kepada
"Iya, ma. Semua nya atau hanya beberapa?"
"Ambil semuanya, itu udah mama potong kok. Jadi nanti tinggal diolah. Jumlahnya juga udah pas buat empat orang."
"Oke, ma."
Anders berjalan menuju ruang kecil di belakang yang memang hanya dikhususkan untuk meletakkan freezer box.
Ia segera mengambil ayam itu sesuai dengan perintah mamanya dan kembali menuju dapur.
"Ini, ma. Emangnya malem ini mau makan apa?" tanya Anders penasaran.
"Malam ini kita makan soto banjar. Gimana?"
"Enak itu. Serius, papa pernah makan waktu papa ke Banjar singgah di rumah temen papa." potong Alex.
Anders mengangguk dan mengacungkan jempol kepada mamanya tanda setuju.
__ADS_1
Di keluarga ini, keempat anggota keluarganya memiliki selera masing-masing.
Alex, sangat menyukai makanan yang berkuah dan bersantan. Entah kenapa, bahkan Alex muda, dulu pun sudah sangat menyukai yang namanya santan.
Seperti sop kaki kambing khas Betawi, celimpungan khas Palembang.
Bagi Alex aroma santan, apalagi dipadukan dengan rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai merupakan kombinasi paling sempurna di dunia ini.
Ia akan sangat lahap jika mendengar makanan yang disajikan mengandung santan.
Tidak peduli entah itu hambar atau tidak, ia akan tetap menyantapnya.
Analisa, ia lebih cenderung kepada makanan yang bernuansa manis. Baik itu yang berkuah ataupun olahan kering.
Lisa memang seseorang yang sangat menjaga tubuhnya, ia ingin tubuhnya sehat dan bugar.
Bahkan makanan manis favoritnya pun masih sangat bisa ia kontrol jumlah kadar gulanya.
Tak ayal jika tubuh Lisa sangat bagus dan masih terlihat seperti anak kuliah.
__ADS_1
Berbeda dengan kedua orang tuanya, Anders menyukai makanan cepat saji. Bagi Anders, makanan cepat saji tidak melulu hanya memiliki dampak negatif.
Makanan cepat saji juga memiliki sisi positifnya. Saat ini, banyak orang melewatkan jam makan siangnya karena kesibukannya. Ditambah lagi tidak mau memakan fast food karena menganggap tidak sehat.
Padahal, melewatkan makan siang adalah hal yang lebih berbahaya daripada memilih untuk mengonsumsi makanan cepat saji.
Kemudian yang kedua, fast food masih seringkali dikaitkan dengan makanan yang tinggi kalori. Padahal saat ini, sudah banyak orang yang menjual dengan berbagai pilihan kustomisasi.
Sehingga pembeli bisa menyesuaikan porsi makan mereka dengan takaran jumlah lemak, kalori dan nutrisi esensial yang cukup bagi tubuh mereka.
Jika masih ada orang yang menyangkal semua itu, maka Anders pun akan menjawab bahwa saat ini banyak pilihan menu yang sehat di hampir semua penjual fast food.
Sudah banyak restoran cepat saji yang menjual salad, yogurt, produk susu, olahan daging, produk fermentasi dan masih banyak lainnya.
Sedangkan Syifa, mungkin karena umurnya masih terlalu kecil, jika ia ditanya makanan favoritnya maka ia akan menjawab es krim.
Terapi Syifa kecil sudah diajarkan bagaimana untuk menghindari es krim tak bermerek yang bisa jadi ada kandungan berbahaya di dalamnya.
Mama Syifa selalu mengajak putri kecilnya itu untuk pergi ke minimarket terdekat dengan mengenalkan beberapa produk yang sudah terkenal di masyarakat pada anaknya.
__ADS_1
Tujuannya adalah ketika Syifa sedang belajar di taman kanak-kanak dan ada penjual es krim keliling. Syifa bisa tau apakah di gerobak penjual itu terdapat merek yang sudah dikenalkan oleh mamanya.
Jika tidak ada, berarti Syifa tidak akan membelinya. Jika ada, maka ia akan segera bergegas berlari dan membeli es krim itu.