KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 019


__ADS_3

Anders dan mamanya hanya terdiam melihat kedua orang itu sedang berbincang asik. Ia tidak ingin merusak suasana ceria itu dengan cerita miliknya.


Dalam hatinya, ia lebih ingin untuk menyembunyikan terlebih dahulu dan menceritakan tentang sosok Ridha pada ayahnya ketika papanya sedang dalam waktu luang.


Papa Anders merupakan sosok yang hampir sama seperti Ridha tentang bagaimana membuat orang lain nyaman dan tertarik berbicara dengan dirinya.


Siapapun lawan bicaranya, akan sangat mudah baginya untuk beradaptasi dan menyesuaikan arah pembicaraan.


Axel, ayah Anders terkenal sebagai orang yang tegas ketika memberikan arahan dan memimpin sesuatu.


Di mata rekan kerjanya, Axel merupakan orang yang cerdas dan berpikiran luas.


Kerap kali Axel ditunjuk sebagai pengawas suatu proyek karena ia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat.


Selain itu, ada beberapa junior Axel yang mengatakan bahwa seniornya ini merupakan sosok yang humble ketika sedang berada di luar pekerjaan.


Cara bicara yang santai, merupakan ciri khas yang sangat mudah diingat oleh semua rekan kerjanya.


Di lain sisi, Axel merupakan sosok workaholic atau biasa disebut dengan gila kerja.


Gila kerja disini dimaksudkan dengan dedikasinya dan kontribusi yang selalu diberikan secara totalitas ketika mengerjakan sesuatu.


Bahkan, kerap kali Axel lebih mengabaikan kesehatan tubuhnya sendiri demi menuntaskan sebuah pekerjaan yang ia emban lebih cepat daripada waktu yang telah ditentukan.


Menurut Axel, orang yang melakukan tugasnya dan diselesaikan secara on-time atau tepat waktu adalah orang yang baik. Tetapi semua orang juga seharusnya bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


Namun, seseorang yang menyelesaikan tugas atau apapun yang dikerjakan secara in-time atau selesai sebelum waktu yang ditentukan adalah orang yang bekerja keras dan luar biasa.


Tidak banyak orang yang memilih untuk melakukan hal itu karena merasa waktu luangnya bisa terbuang.


Sedangkan Axel, baginya waktu luang hanyalah sekedar waktu luang. Entah waktu luang itu dengan durasi yang panjang atau pendek, waktu luang tetaplah seperti itu.


Banyak orang ketika di waktu luang merasa bisa mendinginkan kepalanya dengan berbagai kesenangan.


Tetapi pada kenyataannya, di waktu luang itulah mereka memikirkan hal-hal di luar pekerjaan yang bahkan lebih berat daripada tugas yang sedang dijalaninya.


Maka dari itu, Axel dari sejak ia remaja lebih memilih untuk beristirahat dan sangat sedikit sekali untuk memberikan kompensasi bagi dirinya bisa menikmati waktu luang.


Dengan pemikiran yang seperti itu, layak untuk seorang Axel menyandang gelar sebagai workaholic.


Di tempat kerjanya dulu, bahkan ada yang sempat memberi saran kepada dirinya untuk lebih banyak memiliki waktu luang bagi keluarganya.


Jika ia menempatkan waktu keluarga dalam porsi waktu luang, maka baginya sama saja bahwa keluarga adalah hal yang kecil dan remeh yang hanya bisa dinikmati jika ada waktu.


Tetapi, waktu keluarga memang ada bagiannya sendiri dan tidak masuk dalam kategori waktu luang.


Tak ayal jika Axel dengan segala kesibukannya tetap bisa bersantai dan bercanda bahkan liburan dengan keluarganya dengan harmonis.


Keluarga merupakan hal yang paling utama, apapun yang terjadi. Suka duka yang ia alami harus diketahui oleh semua anggota keluarga dengan cara penyampaian yang berbeda.


Dahulu, Anders masih berusia empat tahun, bisnis makanan milik Axel bangkrut karena ada perpecahan dalam pemegang keputusan.

__ADS_1


Masalah yang sangat rumit seperti itu pun tetap ia ceritakan kepada putranya dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti.


Tujuannya adalah agar putra sulungnya itu memiliki rasa empati terhadap siapapun dan bisa menekan egonya.


Selain itu, ia juga secara tidak langsung mengajarkan sifat keterbukaan kepada anggota keluarganya. Axel ingin menjadi contoh bahwa, sebagai seorang papa pun, ia tetap percaya pada anaknya.


Saat ini, Axel merupakan seorang konsultan keuangan dan investasi di salah satu perusahaan properti ternama.


Ia tertarik dengan dunia keuangan dan investasi sejak ia duduk di bangku sekolah dasar.


Ketika itu, ia bermain ke warnet dengan teman sejawatnya. Disana ia menyadari bahwa pemilik warnet akan dengan santainya mendapatkan uang ketika orang lain sedang asyik bermain di kedai warnet milik mereka.


Dari situlah, Axel ketika bermain ke kedai warnet. Ia akan menyewa komputer sendiri di ruangan terpisah dari teman-temannya.


Karena pada saat itu, teman-temannya lebih senang bermain game online daripada belajar.


Sedangkan Axel yang memiliki tujuan lain, ketika ia sudah berada di komputernya. Ia akan langsung mencari artikel tentang bisnis kecil yang bisa dilakukan oleh anak seusianya.


Begitu banyak informasi dan referensi yang pastinya ia dapat dengan berselancar di internet yang begitu luas.


Hingga pada akhirnya, ia memutuskan untuk berjualan kelereng dengan modal yang ia kumpulkan dari uang sakunya. Dari situlah jiwa bisnis Axel tebangun.


Hingga sekarang ini, namanya sudah dikenal banyak orang di dunia properti sebagai seorang konsultan yang handal dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.


Axel akan secara terbuka dan berterus terang kepada kliennya ketika ia melakukan kesalahan atau menghadapi kendala yang cukup serius.

__ADS_1


Ia tidak segan untuk berkonsultasi bahkan kepada juniornya yang memiliki pengetahuan yang lebih modern terkait keuangan dan investasi properti. Begitulah Axel.


__ADS_2