KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 043


__ADS_3

“Tidak ada, hanya terlambat.” jawab Anders.


Gerbang pun dibuka dan Anders dipersilahkan masuk oleh guru BK yang ada disana.


Ia langsung menuju kelasnya. Kelasnya ada di lantai dua, dekat dengan tangga sisi utara.


Dari luar, ia melihat bahwa pelajaran telah dimulai. Anders menyiapkan diri untuk mendapatkan impresi yang buruk dari teman dan juga gurunya yang sedang mengajar.


Tak lupa, ia juga menonaktifkan ponsel miliknya, dan berkaca dari layar ponselnya. Melihat apakah penampilannya masih ada yang belum rapi.


Gagang pintu kelas sudah ia pegang, dan tidak ada lagi kesempatan untuk menghindar. Wajahnya juga sudah dilihat oleh beberapa temannya yang duduk di bangku depan.


“Selamat pagi.” ucapnya lirih pada seluruh penghuni kelas tak terkecuali.


Semua orang yang ada di dalam kelas langsung mengalihkan pandangan kepada Anders.


Gurunya yang mengajar dan awalnya sedang asyik menulis di papan tulis, juga langsung menoleh ke arah datangnya suara itu.


"Loh, terlambat." ucap gurunya.


"Iya, pak. Maaf"


"Kamu sudah tahu kan kalau di setiap keterlambatan ada konsekuensinya?" tanya lagi guru laki-laki itu.


"Iya pak, tahu." jawab Anders pendek.


"Kamu mau diberi sanksi untuk mengerjakan tugas dua kali lipat dan harus selesai ketika jam pelajaran selesai atau mau berdiri di depan situ saja?"


Anders yang memang memiliki otak cerdas, percaya diri untuk opsi pertama.


Ia dengan yakin menerima sanksi berupa mengerjakan tugas dua kali lipat lebih banyak daripada siswa lain.


Dan juga harus ia kumpulkan ketika mata pelajaran fisika selesai.


"Saya lebih memilih untuk mengerjakan tugas dua kali lipat saja, pak."


Semua siswa terkejut, mereka sama sekali tidak berpikir jika orang yang sedang berbicara dengan guru mereka akan mengambil hukuman berupa tugas.


Akhirnya, Anders mendapatkan soal latihan fisika dari gurunya. Bagaimanapun ia harus bisa menyelesaikannya.


"Ya sudah, silahkan duduk di bangku yang kosong." ucap gurunya itu.

__ADS_1


Anders melihat ada satu bangku kosong di ruas keempat, ia langsung menyasar bangku itu dan tidak sempat menoleh ke bangku yang lain.


Dengan sigap, Anders mengeluarkan alat tulisnya dan langsung mengerjakan soal-soal hukumannya.


Beberapa orang di sekitar Anders memandanginya. Mereka begitu terkejut ketika melihat Anders dengan fokusnya mengerjakan semua soal yang ada.


Hingga ia secara tidak sengaja menyenggol pensil hitungnya dan terjatuh menggelinding ke belakang.


Ia hanya menoleh ke arah pensil itu, namun membiarkannya dan tidak ingin membuang waktunya.


Ridha, yang berada di ruas keenam hanya tersenyum melihat Anders. Melihat bagaimana ekspresi Anders ketika mendapat hukuman itu.


Orang yang ada tepat di depan Ridha, adalah teman Ridha sedari SMP.


Ia mencolek bahu temannya itu, dan berbisik untuk memberikan pensil yang jatuh padanya.


Temannya juga tidak banyak komplain atas perintah yang diberikan oleh Ridha.


Karena memang saat ini kondisi kelas sedang fokus mendengarkan apa yang sedang dijelaskan oleh guru di depan.


Pensil berwarna biru polos itu, dihias Ridha dengan menggunakan hasil rajutan miliknya.


Alhasil, pensil yang awalnya polos sekarang terlihat seperti sedang memakai baju.


Setelah melakukan itu, Ridha memberikan pensil itu pada temannya dan menyuruhnya untuk meletakkan lagi di tempat semula.


Hal yang tidak Ridha ketahui adalah, bahwa Anders menyadari pensil miliknya telah diambil seseorang, dan kali ini ia menyadari orang itu meletakkannya lagi.


Mungkin terlihat tidak ada yang salah yang dilakukan oleh teman Ridha, tetapi Anders merasakan ada sentakan yang mendorong kursinya sedikit bergeser ke depan.


Dan sentakan itu karena meja di belakangnya didorong paksa untuk mengambil sesuatu di bawahnya.


Ketika pensil miliknya diletakkan kembali ada tarikan dari meja itu, yang berarti orang di belakangnya sudah selesai.


Anders sedikit menoleh ke belakang ke arah pensilnya tadi.


Posisinya berubah, tidak seperti saat terjatuh tadi, dan ia menyadari ada rajutan yang membungkus pensil miliknya.


Tidak mau ambil pusing, Anders lagi-lagi membiarkan hal itu dan melanjutkan hukumannya.


Sudah hampir 60 menit, dan semua siswa masih belum ada yang mengumpulkan tugasnya ke depan.

__ADS_1


Anders bingung, apakah tugas yang diberikan kepada siswa lain lebih susah atau bagaimana.


Sedangkan Anders, baru saja menyelesaikan soal miliknya yang notabene kata gurunya adalah dua kali lipat, entah itu dua kali lebih banyak atau dua kali lebih susah.


Yang paling penting saat ini, ia sudah menyelesaikan semua tanggungannya.


Anders mengubah posisi duduknya, ia bersandar pada bangkunya.


Tangan kanan Anders mengangkat tinggi dan direspon oleh pak guru yang melihatnya.


"Iya, ada yang mau ditanyakan?"


"Tidak pak, saya sudah selesai."


Mendengar perkataan Anders, semua siswa langsung riuh.


Guru yang ada di depannya juga cukup terkejut dan langsung menghampiri bangku Anders.


Jawaban miliknya sekarang sedang dicek oleh gurunya itu.


Hanya sebentar saja, gurunya pun bergeleng-geleng tidak percaya.


"Bagaimana kamu bisa menyelesaikan ini?" tanya gurunya penasaran karena jawaban Anders begitu sempurna.


"Tidak tahu, pak. Saya hanya membaca buku dan menjawabnya."


"Kamu tahu, soal no. 15 sampai 25 yang saya berikan itu ada di bab tiga nanti, yang baru dua minggu lagi akan saya ajarkan."


Anders tersenyum tipis pada gurunya, menyiratkan bahwa Anders bukan orang biasa. Ia adalah orang yang cerdas.


"Oke, beri tepuk tangan dulu semuanya pada teman kita."


Semua orang bertepuk tangan bangga dengan Anders.


Impresi kelas IPA 2 yang hampir tercoreng karena keterlambatannya, kini sudah dipulihkan lebih baik lagi.


"Kamu belum berkenalan dengan yang lain, perkenalan dulu di situ." ucap gurunya sambil berjalan ke arah tempat duduknya di depan.


Anders berdiri dan melihat semua orang. Betapa terkejutnya ketika ia melihat ke arah belakang tempat duduknya.


Ia melihat Ridha sedang tersenyum ke arahnya. Tidak ada sebelumnya suatu sangkaan bahwa mereka akan berada dalam satu kelas.

__ADS_1


__ADS_2