
Saking bosannya Anders menunggu, ia pun tertidur di depan ruangan tempat Noah dibaringkan sebelumnya.
Deretan ruang VVIP memang begitu sepi, karena kebanyakan pasien yang berada di ruang VVIP adalah yang berkecukupan dan mengalami sakit berat.
Hingga ada seorang perawat yang tadi melayani dirinya ketika mengurus administrasi, membangunkan Anders.
"Mohon maaf bapak, operasinya sudah selesai." ucap perawat itu.
Anders berterima kasih karena telah dibangunkan dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Di kamar mandi, ia merasa masih sangat begitu mengantuk. Mungkin karena suasana rumah sakit pula, ia merasa cepat mengantuk.
Setelah mencuci mukanya, ia segera bertanya pada perawat lagi dimana Noah ditempatkan.
Dan ternyata di ruangan yang sama seperti sebelumnya.
Anders berjalan menuju ruangan itu, disana ia melihat masih ada satu dokter dan satu perawat seperti sedang mencatat sesuatu.
Ia menunggu mereka keluar dan ingin menanyakan bagaimana proses operasinya.
Tidak lama ia menunggu, beberapa kali juga ia mengecek ponselnya melihat apakah ada pesan masuk dari Ridha.
Waktu yang ia tunggu pun datang, dokter dan perawat itu keluar.
"Bagaimana, dok kondisi teman saya?" tanya Anders.
"Operasinya berjalan lancar, untuk sementara ini tidak ada gejala yang timbul pasca operasi." jawab dokter itu.
"Lalu, kira-kira waktu untuk pulih kapan ya dok?"
__ADS_1
"Untuk durasi pemulihan, tergantung bagaimana kondisi pasien dan pengawasan. Saat ini, pasien masih dalam efek bius, mungkin besok pagi baru akan sadar." jelas dokter itu.
"Untuk masa pemulihan tulang selangka, kemungkinan membutuhkan waktu 1-2 bulan. Mungkin itu saja." imbuhnya.
Anders mengangguk dan membungkukkan tanda berterima kasih karena telah mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhan Noah.
Ia pun masuk ke dalam ruangan itu, melihat banyak sekali peralatan yang menempel di tubuh temannya itu, Anders merasa tidak tega.
"I'll always be beside you." ucap Anders pelan.
Bagi Anders, Noah adalah satu-satunya orang yang bisa menerima cita-cita yang dulu dianggap banyak orang sebagai bualan belaka.
Noah, yang memang memiliki bakat seni bela diri juga pernah menyelamatkan Anders ketika SMP.
Kala itu, sepulang sekolah, Anders dihadang oleh beberapa kakak kelasnya. Mereka memaksa Anders untuk memberikan seluruh uang yang Anders bawa saat itu.
Dengan kedatangan Noah, mereka pun digertak. Noah sempat menendang perut salah satu dari mereka.
Tidak hanya itu, Anders sangat mengagumi Noah. Bagaimana tidak, Noah menahan semua pukulan dan kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya.
Ia rela melindungi adiknya dari cambukan ikat pinggang.
Dengan kondisi seperti itu pun, ia masih bisa berkata pada adiknya bahwa dirinya tidak merasakan sakit apapun.
Sudah tidak terhitung lagi bekas luka yang pernah terukir di tubuh Noah.
Bagi Anders, Noah memiliki semangat juang yang tinggi.
Satu-satunya orang dalam keluarga Noah yang masih memiliki rasionalitas akal untuk membimbing adiknya.
__ADS_1
Ayah Noah sudah tidak bisa diandalkan lagi, berawal dari seorang pemabuk yang menjanjikan akan memperbaiki semuanya. Namun yang Noah dapat hanyalah omong kosong.
Ibu Noah, juga melakukan hal yang sama. Omong kosong dan janji palsu akan kembali dalam waktu dekat.
Kenyataannya, Noah dan adiknya ditinggalkan begitu saja tanpa memberi bekal apapun. Tidak ada surat yang Noah terima bahkan hanya sekedar sapaan menanyakan kabar.
Noah menganggap bahwa ibunya sudah tiada, ayahnya sudah tiada.
Menurut Noah, dari apa yang pernah ia ceritakan pada Anders. Saat ini, tidak ada yang bisa Noah percaya.
Mungkin, Anders hanya mendapatkan sebagian kepercayaan Noah.
Anders pun bisa memaklumi hal itu, terlalu berat bagi ukuran anak yang masih duduk di bangku SMP kala itu menerima ujian hidup yang tidak pernah bisa dibayangkan.
Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya yang berada di posisi Noah, dan juga tidak akan banyak yang bisa melewatinya.
Dari jendela ruangan tempat Noah berbaring, terlihat di halaman depan ada seorang ayah dan anaknya yang sedang bermain bersama.
Harapan yang mungkin sangat diimpikan oleh Noah, namun tidak pernah tercapai.
Sebagai sahabatnya, Anders selalu berusaha menyediakan Noah tempat untuk berkeluh kesah.
Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya, pernah suatu kali Anders meminta Noah untuk tinggal di rumahnya saja.
Namun permintaan Anders itu ditolak begitu saja. Noah beralasan ia tidak ingin menjadi parasit di sebuah keluarga bahagia.
Ia juga tidak ingin rasa iri nya keluar dan menghancurkan keluarga Anders.
Maka dari itu, Noah lebih memilih untuk tinggal di rumahnya dulu dan bekerja di warung kopi saat ini.
__ADS_1
Hingga akhirnya pemilik warung kopi itu pun memohon pada Noah dan adiknya untuk menetap.
Selain menjadi penjaga warung kopi, Noah dan adiknya juga bisa ikut meramaikan pemiliknya yang sudah berusia yang tinggal hanya berdua dengan istrinya saja.