KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 045


__ADS_3

Kondisi kantin saat ini cukup lengang, karena biasanya di jam istirahat pertama banyak siswa yang sudah sarapan.


Sehingga lebih memilih hanya sekedar untuk membeli snack dan jajanan ringan di koperasi siswa daripada memutuskan untuk memakan berbagai menu makanan berat yang ada di kantin.


Sesampainya di kantin, Anders langsung menuju ke warung pertama yang menjual sup.


Ia ingin sarapan dengan sup yang hangat ditemani dengan perempuan yang sikapnya juga begitu hangat.


“Wanna eat something?” tanya Anders.


“Aku mau beli jus wortel sama tomat. I need it for my sight.”


Setelah membayar makannya, ia pun menggandeng Ridha lagi untuk menuju warung penjual minuman.


“Buk, jus wortel tomat nya satu, kopi hitam satu.” ucap Anders.


“Eh eh eh, baru masuk sekolah udah dapet pacar.” canda ibu penjual minuman itu.


Anders hanya terdiam, sedangkan Ridha menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Setelah mengambil jus dan kopi milik mereka berdua, mereka duduk di meja paling barat dan menunggu sup pesanan Anders diantarkan.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Anders.


“Apanya yang kenapa?”


“You really care about me. Why?”


“Tidak ada, aku hanya membayangkan jika berada di posisimu. Dan aku akan mengalami hari yang lebih buruk lagi jika sampai aku sakit karena lupa sarapan.” jelas Ridha dengan tegas.


“Pipimu memerah, dan aku tau itu bukan make up.”


Ridha yang awalnya berani menatap wajah Anders ketika berbicara, tiba-tiba menunduk dan menyembunyikan wajahnya.


Hal yang lagi-lagi tidak bisa Ridha duga terjadi. Anders memegang pipinya dengan lembut, dan kemudian menaikkan dagunya agar tidak lagi untuk menundukkan wajahnya.


Dalam hati Ridha, sebenarnya tidak ada yang salah dari apa yang sudah Anders lakukan padanya.


Hanya saja, Ridha baru pertama kali mengalami semua ini. Maka dari itu, ia masih merasa sangat canggung.


Apalagi, semua ini dilakukan oleh laki-laki yang baru dikenalnya. Ia merasa ada yang aneh dengan semua ini.


Biasanya ia merasa lebih waspada ketika dengan orang yang tidak begitu dekat dengannya.

__ADS_1


Tetapi kali ini, semua kewaspadaannya hancur begitu saja. Ia sangat bingung. Apakah semua yang ia sendiri lakukan dengan menerima begitu saja adalah keputusan yang benar atau hanya kelalaian semanta.


“No. You have no mistakes. Hanya aku saja yang masih bingung dengan semua ini.”


“Apapun yang kamu katakan, entah itu kesalahanku atau kesalahanmu. Aku akan tetap meminta maaf dan memaafkanmu. Is it fair?” tanya Anders.


“Mungkin kamu dengan begitu mudahnya meminta maaf ataupun memaafkan orang lain. But for me, that’s on a different level.”


Belum sempat Anders merespon perkataan Ridha, sup pesanannya datang. Sup daging yang hangat dengan diiringi sambal kecap pedas bisa menjadi sarapan yang begitu membangkitkan semangat bagi Anders.


Satu suapan pertama, adalah suapan yang paling penting bagi semua orang. Itu bisa menjadi penentu mereka akan melanjutkan pada suapan selanjutnya atau tidak.


Impresi yang begitu bagus didapatkan oleh Anders. Rasa kaldu yang kuat dengan sayuran yang membuat rasa kuah semakin segar, ditambah sambal kecap yang tidak terlalu pedas.


Sehingga tidak menutupi rasa asli dari sup dagingnya, membuat Anders bersemangat untuk melanjutkan sarapannya. Ia memutuskan untuk sejenak mengabaikan Ridha.


Seharusnya Ridha juga sudah mengetahui bahwa seseorang yang sedang makan tidak sepatutnya untuk diganggu.


Ridha hanya duduk terdiam melihat Anders dengan begitu lahap dan cepatnya menghabiskan sup daging.


Ia menoleh ke semua arah, sambil memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Anders.

__ADS_1


Walaupun ia tahu semua tindakan Anders tidak bisa ditebak begitu saja. Baginya ia ingin membangun lagi kewaspadaannya yang sudah hancur begitu saja tadi.


__ADS_2