
Masa lalunya yang sangat kontras dengan kehidupannya sendiri, membuat teman-teman perempuan terdekatnya sering menjulukinya pangeran fatamorgana.
Fatamorgana sendiri adalah sebuah fenomena bayangan udara di mana ilusi optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas.
Fatamorgana biasa terjadi akibat oleh pembiasan cahaya cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah-olah ada.
Mirip seperti keadaan yang dialami Anders saat ini, ia tak bisa terlepas dan melupakan ingatan seseorang yang pernah ia anggap sangat berharga.
Saat itu, adalah salah satu saat yang paling membahagiakan baginya. Maklum, jiwa anak muda yang berusia 16 tahun.
Sejak awal ia masuk sekolah itu, ia sangat mengagumi banyak alumninya. Karena lulusan SMA itu kebanyakan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi ternama baik di Indonesia maupun luar negeri.
Ia ingin mengikuti kakak alumninya. Anders memang sedari kecil sudah dididik oleh papa dan mamanya untuk memiliki mimpi yang besar.
Bahkan, ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar, Anders sudah mengetahui nama-nama universitas top luar negeri, seperti MIT, Columbia University, Oxford, hingga Leiden University.
__ADS_1
Untuk seukuran anak sekecil itu, mengetahui nama-nama universitas top luar negeri sudah bisa dijadikan indikasi bahwa orang tuanya pun sangat mementingkan pendidikan.
Darimana lagi ia mendapatkan nama-nama itu kalau tidak berasal dari ucapan orang tuanya, atau bahkan buku bacaan yang ada di rumahnya.
Tetapi berbeda dengan kakak kelasnya yang saat ketika ia menjadi kelas X. Banyak kakak kelasnya yang kelas XII ingin melanjutkan rentetan alumni sebelumnya.
Anders malah ingin melanjutkan pendidikannya nanti ke universitas ternama di Indonesia.
Menurutnya jika ia ingin ke luar negeri, ia harus bisa membiayai hidupnya sendiri dan pendidikannya.
Anders mempunyai ambisi untuk mengambil jurusan manajemen, dan bercita-cita untuk menjadi seorang manajer perusahaan yang nantinya ia akan membangun bisnisnya sendiri sesuai dengan apa yang ia sukai.
Di awal masa sekolahnya, ia dengan santai mengikuti masa MOS selama satu minggu.
Banyak tugas yang menurut siswa lain cukup merepotkan, tetapi menurutnya itu adalah hal yang remeh.
__ADS_1
Maka dari itu, ketika siswa lain sibuk mengeluh dan saling menunggu garapan tugas. Ia dengan santainya mengerjakan ditemani anjing Husky miliknya.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikan tugas harian yang diberikan oleh panitia MOS.
Pada hari ketiga, ketika ia sedang berjalan menuju aula utama, Anders melihat seorang siswi yang cukup menarik menurutnya.
Memiliki wajah yang manis dengan sikap yang sangat santun membuat Anders terpukau dan melihat perempuan itu cukup lama.
Ia mencoba membaca nama perempuan itu yang tertera pada name tag yang khusus dipakai saat MOS berlangsung. Namun, tidak terlihat karena terhalang banyak orang yang berlalu-lalang.
Dari kejauhan, nampak gadis itu bercengkrama dengan banyak siswa baru. Namun, yang aneh adalah seolah tidak ada gap antara dirinya dengan orang lain.
Anders pun langsung menilai bahwa perempuan itu adalah orang yang terbuka dan bisa mengatur apa yang akan ia katakan kepada orang lain dengan baik.
Terlihat begitu ringannya ia tertawa dan tersenyum, begitupun dengan orang yang sedang berbicara dengannya. Mereka seolah terbawa suasana ceria yang dibawa oleh perempuan itu.
__ADS_1