KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU

KEKASIHKU ADALAH KEKASIHMU
CHAPTER 047


__ADS_3

Kelas yang sudah ramai dengan penghuninya, dan begitu riuh karena saling mencoba mengenal satu sama lain.


Semakin dikejutkan dengan kedatangan Anders dan Ridha. Bagaimana tidak, mereka masuk ke kelas dengan saling bergandengan tangan.


Semua yang ada di kelas yang awalnya ramai karena banyak sekali orang yang berbincang, tiba-tiba hening seolah ada yang menyihir pikiran mereka.


Tatapan terkejut yang tidak bisa disembunyikan mudah sekali terlihat bagi seorang Anders.


Beberapa ada yang bahkan reflek dengan spontan menutup mulut dengan kedua tangannya tanda sesuatu terjadi di luar dugaan.


Hingga Anders mengantar Ridha sampai tempat duduknya dan melepas genggaman tangannya.


Kini pandangan tertuju pada dua arah yang berbeda. Sebagian memandang Ridha, dan sebagian lagi memandang Anders yang sedang menuju tempat duduknya.


Teman Ridha yang juga terkejut melihat hal itu, langsung berbalik badan dan menatap Ridha.


Ridha sendiri paham bahwa dalam tatapan itu ada sebuah pertanyaan yang harus ia jawab.


“Lihat aku.” ucap teman Ridha yang ada di depannya.


Ridha pun mengangkat wajahnya dan menatap temannya itu juga.


“Semua baik-baik aja kan?” bisik pelan temannya itu.


“Iya, aku nggak apa-apa kok.” jawab Ridha juga berbisik tidak ingin percakapannya didengar oleh Anders.


“Terus barusan apa?”


Tidak ada jawaban lagi yang diberikan oleh Ridha, ia hanya mengangkat kedua bahunya. Sebenarnya ia juga tidak terlalu tahu apa yang pagi ini terjadi dan bagaimana itu bisa terjadi.


Berbeda dengan Anders, ia tidak peduli pada semua orang. Yang ia lakukan tidak ada yang salah dan menyalahi aturan sekolah.


Bagi dirinya, mungkin setelah ini akan ada gosip dan kegaduhan yang terjadi di kelasnya.


Tapi ia yakin, bahwa hal itu tidak akan berlangsung lebih dari tiga hari. Mereka yang menggosipkan akan satu-persatu merasa bosan dan diam dengan sendirinya.


Toh juga selama ia tidak melanggar aturan, ia tidak akan dikenakan sanksi atau hukuman oleh gurunya.


Daripada sibuk memikirkan hal-hal yang belum terjadi, Anders lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya lagi.


Mengabaikan semua orang yang saat ini masih fokus melihat dirinya dan Ridha.


Sudah lima belas menit berlalu, akhirnya guru mata pelajaran selanjutnya pun datang.


Anders bersyukur bisa menambah waktu tidurnya cukup lama. Paling tidak, kali ini matanya terbuka tanpa ia paksa.


Siang itu, semua guru yang mengajar hanya memberikan materi pembukaan dan beberapa tugas ringan.


Tidak ada yang namanya pekerjaan rumah bagi siswa-siswanya karena baru hari pertama masuk sekolah.

__ADS_1


Hingga jam pulang berbunyi, Anders memutuskan untuk pulang paling akhir dan menambah waktu tidurnya lagi.


Jam tangan yang menggantung di pergelangan tangan sebelah kanan milik Anders kini sudah menunjukkan pukul 16.05.


Itu artinya ia sudah tertidur selama hampir satu jam dari sejak bel pulang berbunyi.


Ia meregangkan otot-otot tubuhnya dan bangkit dari bangku miliknya itu.


Di luar kelas sudah banyak sekali siswa yang melakukan latihan rutin ekstrakurikuler.


Anders menoleh ke arah kanan, ia melihat Ridha sedang duduk sendirian di depan kelas.


Perlahan ia menghampiri Ridha dan bertanya.


"Kenapa belum pulang?"


"Masih ingin disini." jawab Ridha begitu singkat.


Setelah mendengar jawaban Ridha, Anders melambaikan tangannya seraya berjalan menjauh meninggalkan Ridha.


Ridha yang mengharap bisa berbincang lagi dengan Anders apa alasan untuk menggandeng tangannya tadi, sirna begitu saja.


Tidak ada percakapan lanjutan dari Anders, sedangkan Ridha sendiri terlalu takut untuk mengawali pembicaraan dengan Anders.


Sesampainya di parkiran, Anders mencari motor kesayangannya masih berdiri disana dengan gagah.


Langkah kakinya bergerak semakin cepat ketika ia mendapati di atas helmnya ada sebuah kertas yang ditempel dengan selotip bening.


…. Have a nice day. Stay safe while riding -Alexa- …


Begitulah isi pesan itu, ia langsung menoleh ke kanan dan kirinya bahkan berlari ke arah gerbang.


Dilihatnya ada banyak sekali siswa yang sedang ada di luar sekolah untuk membeli jajanan tradisional yang tidak dijual di kantin.


Ia mencari tas berwarna ungu muda yang sebelumnya dipakai oleh Alexa. Namun, terlihat ada beberapa orang yang memiliki tas dengan warna yang sama.


Anders berlari menuju ke arah tas itu, dengan cepat, satu, dua, tiga orang dengan tas yang mirip namun bukan Alexa.


Mata Anders mencoba menyisir kembali, area trotoar itu. Barangkali ia melewatkan satu orang lagi dengan tas yang sama.


Dan ya, ada satu orang di seberang jalan terlihat baru saja masuk ke dalam mobil sedan berwarna hitam.


Ia mencoba menghitung dengan cepat, apakah lebih baik untuk mengambil motornya terlebih dahulu atau berlari sekuat tenaga untuk mengejar mobil sedan itu.


Keputusannya kali ini adalah segera mengambil motornya dan keluar menyusul mobil itu.


Bergegas ia kembali ke parkiran dan menaiki motornya untuk membuntuti mobil orang yang mungkin adalah Alexa.


Jalan SMA itu terpisah menjadi dua ruas, dan untuk mengejar mobil itu. Anders minimal harus putar balik terlebih dahulu sejauh 100 meter di depan.

__ADS_1


Dalam hatinya, semoga ia bisa tetap menemukan mobil sedan hitam itu.


Kemacetan yang terjadi di depan sekolahnya karena jam pulang, ia coba terobos secepat mungkin.


Setelah ia berhasil lolos dari jebakan macet yang cukup lama ia pun menggeber motornya dengan kecepatan tinggi.


Hingga sampai pada perempatan. Ia melihat ada mobil sedan hitam di depannya selisih dua mobil.


Ia bernafas lega karena tidak sia-sia, dan merasa keputusannya untuk mengendarai motor daripada berlari adalah keputusan yang tepat.


Namun nafas leganya hanya bertahan sebentar saja sampai lampu hijau menyala tanda kendaraan akan bergerak kembali.


Anders melihat ada dua mobil sedan hitam dengan tipe yang sama, yang menuju ke arah berlawanan.


Mobil yang ada di depannya tadi, belok ke arah kanan. Sedangkan yang sebelumnya tidak Anders lihat karena tertutup oleh mobil van, berbelok ke arah kiri.


Begitu bingungnya Anders hingga gilirannya untuk berjalan, ia tidak cepat menarik tuas gas motornya.


Begitu banyak klakson yang sudah berbunyi menunggu Anders untuk jalan.


Ia pun mengubah haluannya ke arah kiri dan mengikuti mobil sedan hitam yang sebelumnya tidak terlihat itu.


Di sepanjang jalan, Anders tetap berada di belakang mobil sedan itu. Terkadang membiarkan beberapa kendaraan lain menyalip di depannya.


Hal itu ia lakukan untuk menyembunyikan rasa kecurigaan dari seseorang yang sedang dibuntuti.


Karena pada dasarnya, manusia memiliki sense of danger atau biasa disebut dengan insting akan bahaya.


Manusia merasa lebih peka ketika berada di ruang terbuka, termasuk di jalan raya.


Mobil sedan itu berhenti di salah satu panti jompo. Terlihat ada dua orang yang keluar dari dalam mobil itu.


Satu seorang driver, dan satu lagi seorang perempuan sekitar usia 30-an.


Dari kejauhan nampak ada satu orang lagi di bangku belakang, namun entah mengapa ia tidak ikut turun.


Hingga sampai saat ini, Anders pun masih ragu apakah mobil sedan itu ada Alexa di dalamnya, atau malah mobil satunya yang belok ke arah kanan tadi.


Tidak lama, kurang dari lima menit. Kedua orang tadi kembali ke mobilnya dan melanjutkan perjalanannya.


Anders juga ikut menyalakan mesin motornya dan memacu kuda besinya itu untuk kembali mengikuti perjalanan mobil sedan itu.


Ternyata, mobil berputar balik menuju ke arah perempatan yang sebelumnya.


Bagaimanapun, ia tetap mengikuti mobil itu dengan selalu menjaga jaraknya agar tidak terlalu dekat.


Waktu tempuh sekitar setengah jam dari panti jompo, memasuki sebuah kawasan cluster rumah mewah yang menurut perkiraan Anders bisa jadi satu rumah itu berharga diatas 5 miliar.


Hingga pada satu titik, mobil itu berhenti dan masuk ke dalam rumah mewah berwarna putih dan emas bernuansa Yunani Kuno dengan segala eksterior patung kuda dan dewa-dewa Yunani.

__ADS_1


Satu hal yang membuat Anders terkejut adalah, ada satu lagi mobil sedan hitam yang sama persis seperti yang ia buntuti terparkir rapi di dalam sana.


Anders pun berpikiran apakah ini rumah Alexa? Atau malah kedua sebenarnya mobil Alexa sudah berada jauh di depan sehingga tidak sempat ia ikuti?


__ADS_2