
Hari keempat masa orientasi sekolah sudah tiba, tanda jam besar yang ada di ruang tengah rumah milik Anders berbunyi sebanyak dua belas kali.
Itu mengisyaratkan bahwa saat ini telah melewati dini hari, pukul dua belas malam.
Anders saat ini sedang mengerjakan proyek pribadinya. Proyek besar yang ia cita-citakan suatu saat nanti bisa memimpin dengan kepalan tangannya sendiri.
Sebuah grand design gedung, yang ia gambar hanya dengan belajar secara otodidak melalui platform online.
Meskipun ia menggambarkan tanpa perhitungan yang akurat seperti halnya rancangan para arsitektur.
Paling setidaknya gedung yang ia gambar sudah presisi dan rasional.
Anders terinspirasi dari hal kecil yang ada disekitarnya, dimana mungkin semua orang tidak memiliki pandangan yang seperti itu.
Benda kecil yang biasanya mudah hilang bagi anak sekolahan, tipp-x. atau dalam bahasa Indonesia baku adalah cairan pengoreksi atau pita koreksi.
Bentuk yang cukup unik jika diaplikasikan pada seni desain bangunan.
Namun memang itulah yang saat ini ia gambar. Ia memikirkan ini ketika rentetan ujian nasional telah usai.
Daripada waktunya terbuang sia-sia ia memilih untuk menggambar desain itu, dengan basic-basic yang ia pelajari melalui platform streaming video online.
__ADS_1
Ketika Anders merasa bosan dan tidak mendapat inspirasi pada pengembangan gambarnya, ia juga sesekali berkunjung ke rumah temannya yang memiliki ayah yang berprofesi sebagai arsitek.
Tidak untuk meminta saran secara langsung, tetapi hanya ingin mendapatkan dan mengetahui apa saja motivasi seorang arsitek untuk meremajakan pikirannya.
Ia bisa merasakan waktu yang berlalu begitu cepat ketika sedang fokus menggambar.
Hingga tak terasa bahwa sudah hampir satu jam berlalu. Saat ini, lima menit yang akan datang adalah pukul satu dini hari.
Dan ia melepaskan penanya ketika jam sudah berdentang, ia tidur dan harus menyiapkan energinya untuk di pagi hari.
Anggota keluarganya mengakui bahwa Anders bisa dengan cepat untuk tertidur lelap.
Salah satu rahasia yang ia lakukan adalah dengan menggunakan metode tidur para tentara elit angkatan laut Amerika Serikat.
Begitu juga dengan Anders, ia mengikuti apa yang diterapkan oleh mereka. Merilekskan otot wajah dan kakinya, kemudian memejamkan mata dan mengatakan “jangan berpikir” selama 10 detik.
Bagi Anders, hal simpel bisa membuat istirahatnya sangat berkualitas, mungkin bagi sebagian orang belum bisa melakukan hal ini.
Terbukti dari seorang teman laki-laki Anders yang pernah bercerita bahwa mengalami insomnia, kemudian Anders memberitahukan rahasianya.
Tetapi tetap saja tidak berhasil kata temannya. Itu mengindikasikan bahwa langkah awal untuk merelaksasikan otot nya masih tidak sempurna.
__ADS_1
Lalu kemudian, Anders menyuruh temannya itu untuk berlatih dasar-dasar dalam merelaksasikan ototnya.
Di pagi harinya, Anders bangun dan melaksanakan salat subuh berjamaah dengan seluruh anggota keluarganya.
Keluarga Alex dikenal sebagai keluarga yang taat beragama oleh warga di sekitar rumahnya.
Meskipun tidak setaat keluarga para kyai ataupun ustadz, namun setidaknya mereka tetap melaksanakan kewajibannya.
Dan juga yang paling penting adalah saling menghargai perbedaan yang ada di sekitar sana.
Alex sendiri juga merupakan orang yang sangat dermawan, ia acap kali memberikan bantuan kepada tetangganya.
Dari situlah, mengapa penjual sembako yang ada di kompleksnya, tukang becak, dan bahkan penjual bakso keliling sering menyebut Alex sebagai bos besar.
Setelah melakukan ritual ibadahnya, Anders menyegerakan untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.
Aneh memang bagi sebagian orang untuk bersiap-siap sekolah yang notabene masuk sekolah saja masih pukul tujuh, sedangkan sudah rapi dan tinggal berganti seragam di pukul empat pagi.
Tapi seperti itulah tradisi yang sedari dulu dilakukan oleh Anders, Syifa, dan papa mamanya.
Syifa pun yang masih duduk di bangku TK juga seperti itu, ia mandi air hangat ditemani oleh mamanya pada pagi buta.
__ADS_1
Tujuannya adalah untuk tetap membiasakan disiplin dan membuat tubuh merasa lebih bersemangat untuk menjalani aktivitas satu harian penuh.