
Di dalam studio, Anders akhirnya duduk sendiri melanjutkan menonton instrumen yang telah diputar oleh Alexa daritadi.
Ia dalam hati masih bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang perempuan asing memasuki studio pribadinya.
Anders tidak habis pikir bahwa kedua orang tua, dan bahkan satpamnya sebagai penjaga keamanan percaya begitu saja dengan orang yang mengatakan sebagai teman barunya.
“Halo sayang. Sudah ketemu sama Alexa tadi?”
“Sudah, ma. Kenapa emangnya?”
“Tadi mama waktu di dapur, Alexa tiba-tiba say hai ke mama. Mama juga kaget sih awalnya.”
“Terus?”
“Ya mama tanya.”
“Tanya gimana?” sahut Anders penasaran.
“Mama tanya namanya siapa, kok bisa masuk ke rumah, dan lain-lain.”
“Lalu?”
“Dia jelaskan semuanya detail, mama juga nggak ada penasaran sama sekali akhirnya gara-gara penjelasan detailnya dia.”
“Aku baru ketemu sama Alexa, dan pertama kali. Ketemunya disini, di studio keluargaku sendiri.”
“Dia juga bilang gitu kok, dia bilang ke mama kalau dia kagum sama kamu.” jawab Lisa mencoba untuk membuat Anders percaya kepada teman barunya itu.
“Ma..”
“Ya sayang?”
“Mama kan udah denger sedikit cerita tentang Ridha.”
“Iya, terus?”
“Mama juga barusan tau dan mungkin sempat ngobrol bentar sama Alexa. Menurut mama, siapa yang lebih baik?”
“Hahaha.. pertanyaanmu yang salah Anders.”
Lisa tertawa mendengar pertanyaan anaknya sendiri. Ia merasa bahwa anak sulungnya ini yang awalnya sedang bingung tentang seorang perempuan bernama Ridha, ditambah lagi orang baru bernama Alexa.
Seperti biasa, Analisa ijin kepada Anders untuk meminta waktu sebentar agar bisa memberikan jawaban yang pas bagi anaknya.
Obrolan kecil, ringan nan singkat yang dibuka oleh mamanya tak lain tujuannya adalah untuk membantu Lisa mendapatkan informasi yang lebih tentang kedua perempuan yang bertemu dengan anaknya itu.
Lima menit berlalu, dan dalam benak Lisa akhirnya sudah terbentuk sebuah rangkaian jawaban yang cukup panjang.
Ia terlebih dahulu meminta anaknya untuk rileks dan tidak terlalu memikirkan dengan serius apa yang nantinya Lisa katakan.
__ADS_1
Dalam hatinya, dan dalam balik tertawanya tadi, sebenarnya Lisa juga merasa iba kepada anaknya karena dalam satu waktu bertemu dengan dua orang perempuan yang sama-sama unik dan memiliki ciri khas masing-masing.
Bahkan, ia mencoba untuk merangkai kata demi kata dan kalimat demi kalimat sebaik mungkin agar anaknya tidak memihak pada salah satu dari mereka.
Lisa memilih pembukaan yang bagus dengan memuji kedua perempuan itu.
Ia mengatakan bahwa baik Ridha maupun Alexa adalah perempuan yang memiliki karakter masing-masing.
Ridha adalah sosok perempuan yang cerdas, begitu juga dengan Alexa.
Ridha adalah sosok perempuan yang memiliki loyalitas tinggi dalam memegang prinsipnya, begitupun Alexa yang memiliki keberanian dalam mengambil keputusan.
Mama Anders, Lisa juga mengatakan hal apa yang akan didapatkan oleh Anders jika bersama kedua orang itu.
Ia berkata, jika Anders untuk saat ini lebih baik tidak melakukan hal-hal yang membuat kedua perempuan itu penasaran pada diri Anders.
Membatasi rasa kagum, mencoba untuk tetap tenang dan tidak bertindak berlebihan adalah hal yang disarankan oleh Lisa kepada anaknya.
Lisa, mengatakan kepada anaknya sembari mengusap kepala Anders dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Jika Anders bertindak berlebihan kepada Ridha, meskipun itu adalah hal yang positif. Anders bisa saja nantinya berpacaran dengan Ridha. Begitu juga dengan Alexa yang malah lebih besar kemungkinannya.
Ridha adalah sosok yang sangat patuh dan menghargai kedua orang tuanya, bagi Lisa hal ini adalah hal yang penting.
Namun, timbal baliknya dari seorang anak apalagi perempuan yang berbuat seperti itu kepada orang tuanya, adalah orang tuanya akan memiliki kepekaan yang lebih tinggi.
Setiap kejadian yang membuat hati Ridha terguncang atau berdetak lebih cepat, entah itu kejadian yang membahagiakan ataupun menyedihkan.
Sedangkan Alexa, sekilas bagi Lisa adalah sosok perempuan pemberani yang akan berkata secara terang-terangan apa yang terjadi pada dirinya.
Dia tidak perlu lagi untuk memilah dan memilih siapa orang yang bisa ia percaya untuk mendengar ceritanya.
Menurut penilaian Lisa, Alexa bisa seperti itu juga karena tidak lain adalah berkat didikan orang tuanya.
Di lain sisi, seseorang yang berani berbicara secara terang-terangan jika ia mendapatkan kebahagiaan adalah karena ia ingin semua orang juga merasakan apa yang ia rasakan.
Jika Alexa bercerita secara terang-terangan tentang kesedihannya, dia pasti ingin semua orang berusaha untuk menghindari dan mengantisipasi pada apa hal yang telah ia alami.
Maka dari itu, Lisa dengan tenang menjelaskan kepada anaknya, Anders. Kemungkinan yang terjadi jika Anders berpacaran dengan Ridha.
Adalah anaknya akan mendapatkan perhatian yang lebih tanpa diketahui orang lain, mereka akan lebih mempunyai waktu bersama dan menyenangkan jika hanya mereka berdua saja yang tahu.
Sedangkan, jika nantinya Anders memutuskan untuk berpacaran dengan Alexa.
Adalah anaknya akan mendapatkan begitu banyak pengalaman baru di luar sana yang sebelumnya tidak pernah dirasakan. Anders akan mendapatkan perhatian yang lebih dengan secara terang-terangan dan diketahui oleh semua orang.
Anders mendengarkan dengan serius penjelasan mamanya, dengan diiringi lagu yang masih berputar di layar depan.
Tidak lupa juga, Lisa memperingatkan apa yang nantinya terjadi dengan kedua orang itu.
__ADS_1
Bersama dengan Ridha, Anders akan cukup kesulitan untuk menerima bahwa ia adalah sosok kekasihnya. Hal itu dikarenakan sifat Ridha yang cenderung lebih tertutup dan sangat menjaga privasinya.
Berbeda dengan Ridha, Alexa. Anders akan cukup kesulitan untuk menerima bahwa ia begitu sering terpublikasikan kepada semua orang. Hal itu dikarenakan sifat Alexa yang akan membanggakan sosok Anders di depan teman-temannya yang lain.
Namun, persamaan dari keduanya hal yang lebih harus diperhatikan. Bagaimanapun polo asmara seseorang, sekompleks apapun kisah romansa antara dua orang yang saling mencintai.
Pasti akan ada yang tidak menyukainya, baik Ridha yang memilih untuk diam-diam, atau Alexa yang secara terang-terangan pasti ada yang tetap membicarakan di belakang orang yang menjalani hubungan itu.
“Jadi, kalo menurut mama sih seperti itu sayang.”
“Anders paham sih, ma. Tapi..”
“Tapi apa?”
“Kenapa Anders nggak dapet sama sekali rekomendasi dari mama. Kenapa mama menyetarakan kedua orang itu.”
“Mama belum mengenal mereka dengan baik, sayang. Masa mama mau ngejelekin orang yang belum mama kenal?”
“Iya juga sih. Jadi, kalo misalnya mama di posisiku. Mama pilih siapa?” tanya Anders tetap berusaha mencari jawaban mamanya.
Namun, Lisa tidak menjawab dan hanya tersenyum kepada anaknya. Sembari menatap layar di depan.
Anders pun paham bahwa mamanya tidak akan menjawab hal itu. Meski dalam benaknya ia sangat penasaran, tetapi dalam hatinya ia berterima kasih kepada mamanya.
“Ma, tau lagu ini nggak?”
“Tau.”
“Con te Partiro. Karya musisi Italia, tapi mama lupa namanya.”
“Mama tau nggak, apa arti nya Con te Partiro?” tanya Anders penasaran.
“Time to say good bye.”
Anders terkejut, karena artinya adalah waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.
“Loh..”
“Kenapa sayang?”
“Berarti lagu ini nyeritain tentang perpisahan, tapi kenapa kok aransemen lagunya dibikin semegah ini?’
Lisa pun bersama lagu seriosa Italia yang diputar di studionya langsung spontan bersenandung dengan lirik yang telah digubah ke dalam bahasa Inggris. Ia hafal lagu ini karena menjadi salah satu lagu favoritnya.
Anders pun mendengarkan suara merdu mamanya itu. Dan lirik demi lirik ia ingat. Hingga akhirnya ia paham mengapa lagu perpisahan ini memiliki aransemen musik yang dikemas dengan begitu megahnya.
Ya, karena ini adalah sebuah lagu perpisahan namun tidak sedikit pun meninggalkan kesan kesedihan.
Keinginan untuk menggapai semua hal yang lebih baik dan melupakan apa kenangan buruk yang telah terjadi, adalah satu dari beberapa inti makna lagu ini.
__ADS_1
Anders yang menyadari hal itu, kemudian ikut bersenandung lirih dan sedikit tersenyum sejenak melupakan apa hal aneh yang baru saja ia alami.