KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 1 KENYATAAN YANG MENYAKITKAN


__ADS_3

Hampir 2 jam Dhiya menunggu Aby di taman. Dia juga sudah berkali kali menghuhungi ponsel Aby namun, tidak diangkat. Dhiya tersenyum kecut,sebulan sejak kejadian itu, Aby seperti menghindarinya.Dengan perasaan kecewa, Dhiya meniggalkan taman, menyusuri jalan dengan motor maticnya . Di tengah perjalanan, Dhiya teringat Ibunya yang titip untuk dibelikan bahan membuat kue. Dhiya mengambil beberapa barang , ketika menuju kasir, ia melihat Aby bersama wanita sedang memilih barang.Hati Dhiya begitu sakit,ternyata ini alasan Aby tidak datang menemuinya. Dengan langkah berat, Dhiya berjalan mendekati Aby. "By, ternyata kamu disini.2 jam aku menunggu, setidaknya kamu ngasih kabar kalau tidak bisa datang". Kata Dhiya ketika sudah dihadapan Aby. Aby sangat terkejut dengan kedatangan Dhiya . Ia menelan salivanya dengan susah. "Maaf Dhi, aku..." Aby belum menyelesaikan kalimatnya, saat Pamela bergelanyut manja dilengan Aby. "Kamu pasti temannya Aby ya, kenalkan aku Pamela, tunangannya Aby", kata Pamela seraya mengulurkan tangannya pada Dhiya. "Tunangan?"tanya Dhiya sembari menatap tajam kearah Aby. "Benar, apa Aby tidak memberi tahu?Oh...mungkin Aby lupa.Kami sudah bertunangan minggu lalu."kata Pamela dengan senyum bahagianya. Dhiya hampir tidak bisa menahan air mata yang hampir jatuh. Ia tidak pernah menyangka bahwa Aby akan mengingkari janjinya. "Selamat untuk kalian berdua, .By, selamat". Dhiya menatap Aby dengan sendu.Ia berharap Aby akan mengatakan sesuatu namun, Aby seakan mengabaikannya dengan mengalihkan pandangan. "Kalian berdua lama sekali?" wanita paruh baya yang ternyata Mamanya Aby tiba-tiba muncul.Dengan wajah angkuhnya ia memandang sinis kearah Dhiya. "Ngapain kamu disini?" tanya Mamanya Aby melirik kearah Dhiya. "Selamat siang Tante, kebetulan saya juga sedang belanja." jawab Dhiya dengan ramah. "Asal kamu tahu, Aby sudah bertunangan dan melanjutkan study ke luar negeri.Saya harap kamu berhenti mendekati anak saya.Kamu tidak sepadan dengan keluarga saya." "Tante..jangan bicara seperti itu,malu kalau ada yang dengar.Kita pulang yuk, Mela sudah selesai kok belanjanya". kata Pamela dengan lembut.Ia melirik kearah Dhiya dengan seringai licik yang hampir tidak kelihatan. "Tante , mungkin saat ini Tante ada diatas angin tapi, ingat satu hal, roda kehidupan akan selalu berputar.Suatu saat saya yakin pasti Tante akan mengalami apa yang kami rasakan sebagai orang yang Tante bilang orang rendahan. Dan untuk Aby, Tante tidak perlu khawatir, saya akan menjauh dari kehidupannya.Mungkin dimasa depan kalian berdua yang akan membutuhkan sesutu dari saya, saat itu terjadi jangan harap ada kesempatan buat kalian!" Setelah menyelesaikan ucapannya,Dhiya pergi meniggalkan mereka. "Mama keterlaluan, salah apa Dhiya sama Mama? Dhiya tidak pernah menggoda Aby.Justru Aby yang sudah tergila gila sama Dhiya . Aby cinta sama Dhiya. Dhiya wanita baik tidak seperti yang Mama tuduhkan selama ini!" Aby berlari mengejar Dhiya.Ia berharap Dhiya belum meniggalkan mall. Keberuntungan memihak padanya. Dhiya masih berada di parkiran hendak mengambil motornya. "Dhy,dengarkan penjelasanku dulu.Aku tidak pernah menerima pertunagan itu.Saat ini perusahaan keluargaku sedang ada masalah, dan Mama membutuhkan investor. Perusahaan keluarga Pamela satu satunya yang mau berinvestasi dengan mengajukan syarat kalau aku harus menikah dengan Pamela setelah lulus kuliah. Tapi kamu harus percaya Dhy, hanya kamu wanita yang aku cintai. Soal Mama, aku minta maaf.Aku akan berjuang untuk mendapatkan restu Mama. Tolong kamu jangan menjauh dariku dan bersabarlah dulu". "Aku tidak pernah menjauh darimu By. Tapi kamu, kamu selalu menghindar. Aku memintamu untuk datang ke taman, karena ada sesuatu yang harus aku sampaikan ke kamu, bahkan sekedar memberi kabar kalau kamu tidak bisa datang pun tidak kamu lakukan.Aku benar benar kecewa By, menyesal aku memaafkan perbuatanmu dan percaya janjimu.Kamu pengecut, kamu jahat!Aku benci kamu,aku berharap tidak akan bertemu denganmu lagi"!Dhiya sudah tidak bisa menahan air matanya. Hati Aby sedih melihat wanita yang dicintainya menangis,ingin rasanya ia menghapus air mata Dhiya.Tapi urung ia lakukan. Biarlah Dhiya menganggapnya pengecut juga laki laki jahat. "Sekali lagi aku minta maaf Dhy,hiduplah dengan baik meski kita tidak bersama ". kata Aby dengan menunduk tidak sanggup menatap Dhiya. "Tentu aku akan bahagia, suatu saat jika kita bertemu anggaplah kita tidak pernah kenal".Dhiya melajukan motornya meniggalkan Aby. 'Maaf Dhy, semua aku lakukan demi kebaikanmu.' batin Aby.


__ADS_2