KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 9 MENERIMA PINANGAN


__ADS_3

"Bagaimana persiapan untuk pesanan besok Laila?" tanya Dhiya pada orang kepercayaannya itu. "Alhamdulillah,semua siap Mbak.Beberapa karyawan baru juga cukup cekatan,cepat faham kalau diajari." "Syukurlah kalau begitu.Aku titip Sakhiy sebentar ya,nanti kalau Ummi pulang akan di ambil katanya." "SIAP Mbak."jawab Laila sambil mengangkat telapak tangannya.Dhiya tertawa melihat sikap asistennya. "Mbak,seandainya aku laki laki pasti langsung jatuh cinta melihat Mbak Dhiya tertawa seperti ini!"Dhiya langsung menghentikan tawanya. "Kamu ini pintar ngegombal ya!Mana ada bisa jatuh cinta hanya karena melihat tawa seseorang?" "Mbak Dhiya ini kalau tertawa seperti tadi,kadar cantiknya bertambah.Tanya saja sama Ustadz Alif kalau nggak percaya.Upss!"Laila menutup mulutnya dengan telapak tangannya,ia terkekeh. "Kamu ya,sini!" dengan cepat Dhiya memegang kedua tanga Laila dan menggelitik perutnya. "HA...HA..ampun..ampun Mbak..HA..HA... ." "Ngomong apa kamu tadi hem...pakai bawa bawa Ustadz Alif segala." "He..he..tapi bener kan,buktinya Ustadz Alif lansung jatuh cinta begitu melihat Mbak Dhiya." "Hus! Malu kalau ada yang dengar.Sudah aku ke kampus dulu.Mungkin nanti aku pulang telat." "Iya Mbak, hati hati." Dhiya melajukan motornya dengan kecepatan sedang.Ia sengaja berangkat lebih awal karena ada janji dengan seseorang.Di sebuah kafe tak jauh dari kampusnya,ia menghentikan motornya.Pandangannya tertuju pada seorang laki laki yang berdiri di pojok. "Selamat siang Pak Jonathan,maaf sudah menunggu." "Tidak Mbak Dhiya,saya saja yang datangnya lebih awal." "Langsung saja ya Pak,mengenai penawaran Bapak kemarin,saya bersedia.Dan untuk daftar menunya,tiap akhir pekan akan saya kirimkan.Untuk sementara,saya hanya bisa melayani makan siang saja." "Iya Mbak Dhiya,saya setuju.Perusahaan kami baru berdiri,jadi belum memberlakukan jam lembur." "Saya doakan semoga perusahaan Bapak cepat berkembang." "He..he..perusahaan iti milik bos saya,beliau masih ada di luar negeri." "Kalau begitu saya doakan,Pak Jonathan bisa punya perusahaan sendiri." "Ha..Ha..Mbak Dhiya ini bisa saja tapi, terimakasih doanya." ****** Jantung Dhiya berdebar debar menunggu kedatangan Ummi Salma.Hari ini ia berjanji akan memberi jawaban atas pinangan Alif.Berulang kali ia menarik nafas panjang. "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam,masuk Mi." "Mana Sakhiy?" "Sudah tidur,kecapean bermain.Ummi mau minum apa?" "Nggak usah, kamu disini saja.Bagaimana keputusanmu?" "Saya menerima pinangan Mas Alif Mi.Tapi.... bagaimana dengan orang tua saya ?" "Kalau menurut Ummi,sebaiknya kamu pulang,minta maaf dan minta restu kepada mereka.Ummi sangat yakin,mereka sangat merindukanmu.Abah,Ummi juga Alif akan mengantarkan kamu." "Saya takut Ayah tidak mau menerima Sakhiy Ummi." "His..Ummi yakin Ayah mu akan langsung jatuh hati begitu melihat Sakhiy,anaknya tampan juga gemoi.Sudahlah, buang jauh rasa khawatirmu.Itu salah satu godaan setan agar kita selalu was was pada sesuatu yang belum terjadi." "Ummi mau kemana?"tanya Dhiya karena tiba tiba Ummi Salma beranjak dari duduknya. "Pulanglah!Kamu tahu,Alif makan tak enak,tidur tak nyenyak gara gara numggu jawabanmu.Jadi buat apa Ummi lama lama disini.Pasti sekarang dia sedang mondar mandir di teras nunggu Ummi.Ha..Ha.. Ummi pulang ya,Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Dhiya merasa lega,seakan beban dihatinya sudah terlepas.Ia akan segera pulang dan bertemu dengan keluarganya.


__ADS_2