KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 26 KEKESALAN DHIYA


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" tanya Aby pada Jonathan ketika sudah sampai di Palembang. "Pembangunan rumah sakit yang kita tangani minta dihentikan sementara,karena ada beberapa masalah dalam perizinan.Pemilik rumah sakit mau bertemu langsung dengan Anda." "Baiklah,atur pertemuanku dengan mereka.Apa kamu sudah tahu siapa yang mencoba bermain main dengan kita?" "Sudah Bos.Semua informasi ada didalam sini." Aby menerima amplop dari Jonathan dan mengeluarkan isinya. "Dasar tikus got,mereka mau bermain main rupanya.Jo, siapkan semuanya,kita ekskusi mereka malam ini juga." "Siap Bos!" "Kamu memang bisa diandalkan.Em..Jo,bagaimana perkembangan hotel DHIYA?" tanya Aby dengan ragu. "Setahu saya hotel DHIYA semakin berkembang,sejak kepergian Pak Alif hotel tersebut dipegang oleh saudara sepupu... "Apa maksudmu dengan kepergian Pak Alif?Apakah beliau pindah ke Jakarta?" "Jadi Tuan belum tahu kalau Pak Alif sudah meninggal." "Meninggal?" Aby sangat terkejut dengan berita yang baru didengarnya. "Benar Tuan.Pak Alif meninggal 4 tahun yang lalu,sejak itu istrinya pindah ke Jakarta." "Kamu tahu dimana Pak Alif dimakamkan?" "Pak Alif dimakamkan di makam keluarga." "Aku ingin ziarah ke makamnya,kamu urus izin kekeluarganya." "Kapan Tuan?" Aby melotot ke Jonathan.Sadar dengan pertanyaan bodohnya,Jonathan menundukkan kepalanya. "Akan saya urus secepatnya.Saya permisi Tuan."Jonathan segera berlalu meninggalkan bosnya. Aby mengacak acak rambutnya.'bodoh sekali kau by,lagi lagi kau membiarkan wanita yang kau cintai membesarkan anakmu sendiri.' "Pak Alif anda orang baik,saya doakan anda bahagia disana" Aby berkata dengan pelan. ******** Aby buru buru mengemudikan mobilnya menuju lokasi pembangunan sekolah yang akan didirikan Dhiya.Ia akan memantau secara langsung pembangunan gedung sekolah sampai selesai,meskipun pekerjaannya sangat banyak. Sampai di lokasi,ia bicara dengan orang orang yang ditugaskan untuk mengerjakan pembangunan. "Apa ada masalah?" "Sampai saat ini semua berjalan sesuai rencana Tuan." "Baguslah,jangan sampai ada kesalahan sekecil pun." "Baik Tuan." Aby berjalan mengamati setiap sudut bangunan yang baru 25% berdiri.Ia tersenyum samar ketika melihat wanita yang sangat dikenalnya sedang duduk dibawah pohon beralaskan batu.Ia sedang sibuk dengan mushaf nya hingga tidak menyadari kedatangan Aby. "Hem... !" Aby berdehem untuk mengalihkan perhatian Dhiya.Benar saja,Dhiya langsung mendongakkan kepalanya. "Apa Anda tidak punya jam? Saya sudah menunggu hampir 60 menit." kata Dhiya kesal. "Bukan hanya proyek ini saja yang harus aku urus.Lagi pula aku tidak tahu nomor ponselmu,jadi jangan salahkan aku." jawab Aby dengan cuek.Dhiya berdiri dan membersihkan gaunnya yang terkena tanah menggunakan telapak tangannya.Mata Aby memperhatikan tiap gerakan Dhiya dengan seksama. "Cepat,waktuku tinggal 30 menit.Aku harus segera menjemput anakku." Dhiya berjalan mendahului Aby. Dengan hati hati,Aby menjelaskan tiap detail proses pembangunan gedung.Sesekali pandangan mata mereka saling beradu,dan membuat mereka salah tingkah. "Apa masih ada yang kurang jelas?" "Cukup jelas, berapa lama lagi kira kira akan selesai?" "Akan aku usahakan secepatnya,mungkin 6 bulan." "Baiklah,aku percayakan padamu tuan Aby.Permisi,aku harus segera pergi." "Silahkan Nyonya." jawab Aby datar. ****** Sudah hampir 2 bulan Aby tinggal di Indonesia,ia tidak akan kembali ke Amerika sebelum projectnya dengan Dhiya selesai.Hubungannya dengan Dhiya pun tetap datar,karna Aby tidak ingin tampak agresif bahwa ia sangat mengharapkan Dhiya.Ia juga sudah menghentikan kebiasaannya mengonsumsi minuman beralkohol.Untuk Sakhiy,ia memantau setiap kegiatan putranya di luar rumah tanpa sepengetahuan Dhiya. Pagi ini Aby dan Dhiya membuat janji bertemu untuk membahas perubahan pada project mereka.Dhiya menunggu Aby di ruang tunggu,karena menurut sekretaris Aby,Bosnya ada meeting mendadak. Cukup lama menunggu,akhirnya Dhiya mengirim pesan pada Hanif. 'pak hanif,apa tuan aby masih lama meetingnya?' 'bos tidak ada meeting nyonya,setahu saya dari tadi bos ada di ruangannya.biar saya lihat dulu.' 'tidak perlu pak hanif,biar saya lihat sendiri.' Dengan rasa kesal Dhiya bergegas menuju ruangan Aby. CEKEK! Dhiya membuka pintu ruangan Aby dengan kasar.Ia sungguh terkejut dengan pemandangan didepannya. "ASTAGFIRULLAH, kalian!" Dhiya melihat Aby tengah berdua dengan seorang wanita,dan yang membuat Dhiya syok,Aby membiarkan tangan wanita itu meraba raba pahanya. Aby yang tidak menyangka Dhiya akan masuk ruangannya menjadi gugup juga malu.Tapi ia menutupinya dengan wajah dinginnya. "Tidak bisakah kau ketuk pintu dulu kalau masuk ke ruangan orang." "Kau yang keterlaluan,aku menunggumu lebih dari satu jam,kau malah enak enak an di sini.Kau selau seperti ini,tidak bisakah kau beri tahu asistem mu agar menunda pertemuan ini.Kau benar.... DERT DERT DERT tiba tiba ponsel Dhiya berdering. 'hallo,apa!bagaimana keadaan anak saya sekarang?baik saya akan segera kesana.' Dengan panik Dhiya meninggalkan ruangan Aby.Sedangkan Aby yang mendengar Dhiya menyebut anaknya menjadi khawatir.Ia berlari menyusul Aby meninggalkan Rania yang masih bingung dengan situasi yang dilihatnya. "Ada apa Dhi?Apa terjadi sesuatu dengan Sakhiy?" Dhiya tidak menghiraukan ucapan Aby.Ia berjalan setengah berlari menuju parkiran.Saat ia mengeluarkan kunci mobilnya,dengan cepat Aby merampasnya dan segera duduk dibelakang kemudi.Dhiya yang tidak punya piliha akhirnya duduk disebelah Aby. "Kemana?" tanya Aby ketika mereka sudah ada didalam mobil. "Rumah sakit MITRA KELUARGA ?" jawab Dhiya "Apa yang terjadi pada Sakhiy?" "Ia terjatuh dari tangga saat bermain dengan temannya."


__ADS_2