
Dhiya mengamati rumah yang akan ia tempati selama tinggal di Amerika, rumah yang begitu asri denga bunga bunga yang mengelilingi seluruh halaman rumah. "Apa kita akan tinggal di sini Yah?" "Iya, apa Sakhiy suka?" "Suka Yah..halamannya luas, jadi Sakhiy bisa main bola dan bersepeda." "Ini rumahmu bee?" "Rumah kita honey..atau kamu mau tinggal di apartemen?" Dhiya menggeleng,ia lebih suka tinggal di rumah karena merasa lebih nyaman. Mereka pun segera masuk ke dalam rumah dan Aby menunjukkan tiap sudut rumahnya dan memperkenalkan kepada para pelayan yang bekerja mengurus rumah. "Ini kamar Sakhiy..sesuai dengan permintaan Sakhiy." Aby pintu kamar yabg didesain khusus sesuai permintaan putranya. "Wah..Ayah memang hebat.Terimakasih Yah." Sakhiy begitu senang dengan kamar barunya. "Sekarang istirahatlah dulu, kalau nanti waktu makan malam Ayah panggil.Setelah ini Ayah harus keluar sebentar." Aby membawa Dhiya menuju kamar pribadinya yang terletak di sebelah kamar Sakhiy. "Kamu istirahat juga hon...sepertinya kamu juga sangat lelah." Aby mengusap lembut punggung istrinya. "Iya bee...aku baru pertama kali melakukan penerbangan yang lumayan lama.Kamu juga istirahatlah..aku nggak mau kamu sakit." "Sepertinya aku akan menurut kata istriku saja...aku hubungi Steven dulu." Aby mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada asisten pribadinya itu. Sementara Dhiya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri tapi, belum selesai ia mandi pintu sudah dibuka oleh Aby. "Aby!" Dhiya memekik karena sangat terkejut tiba tiba Aby sudah ada di dalam. "Sorry.." Aby hanya nyengir dan segera melepas seluru pakaiannya ikut mandi bareng istrinya.Acara mandi bersama selesai dengan cepat karena tidak ada acara lainnya.Mereka sama sama lelah dan ingi segera istirahat. ****** Hari ini Aby mengajak istri dan anaknya ke perusahaan yang sudah ia tinggalkan cukup lama.Para karyawan yang melihat kedatangan bosnya menunduk hormat.Steven yang tahu bosnya sudah datang berjalan tergopoh gopoh menyambut kedatangannya. "Pagi Bos." sapa Steven dengan nafas yang ngos ngosan. "Pagi Stev...kenalkan ini istri dan anakku." Steven membungkuk hormat pada Dhiya dan Sakhiy. "Pagi Nyonya..pagi tuan muda." sapa Steven dengan ramah. "Pagi juga Paman." Sakhiy membalas sapaan Steven sementara Dhiya hanya tersenyum tipis. "Kalian tunggu di ruanganku dulu ya...aku akan meeting dulu." Aby meninggalkan Dhiya di ruang pribadinya bersama Sakhiy.Ia akan mengadakan meeting dengan para direksinya selama satu jam. Dhiya memperhatikan ruang kerja suaminya yang begitu mewah dilengkapi berbagai furnitue yang pastinya tidak murah.Ia mendekati meja kerja Aby dan duduk dikursi kebesaran bos perusahaan itu.Bibirnya menyunggingkan senyum samar saat matanya melihat pigura dimeja kerja yang berisi foto dirinya dan Aby saat masih SMA. Ia mengambil foto tersebut dan mengusapnya perlahan. "Itu foto siapa Bu?" tanya Sakhiy mengintip foto yang dipegang Ibunya.Dhiya tersenyum dan menyerahkan pigura tersebut pada Sakhiy. "Lihatlah..ini foto siapa?" Sakhiy menerima pigura tersebut dan mengamati gambar dua orang yang ada difoto. "Ini Ayah dan Ibu kan?" Dhiya mengangguk. "Jadi Ayah dan Ibu dulu pacaran ya?" Dhiya melongo mendengar kata kata anaknya. "Dari mana Sakhiy mengenal istilah pacaran?" Sakhiy nyengir dan garuk garuk rambutnya. "Tapi Ibu jangan marah ya?" "Nggak,asal Sakhiy jujur." "Teman Sakhiy yang bilang..katanya kalau laki laki dan perempuan yang sudah besar akan pacaran dulu sebelum menikah." Dhiya menggosok gosok hidungnya yang tidak gatal. "Sekarang Sakhiy fokus saja belajar jangan membicarakan yang bukan soal pelajaran kalau di sekolah." "Iya Bu..aku melukis foto ibu sama ayah saja." Sakhiy menuju sofa dan mengeluarkan peralatan melukisnya.Dari meja Aby ,Dhiya memperhatikan setiap gerakan tangan Sakhiy yang begitu cekatan membuat goresan diatas kertas. {benar benar mewarisi bakat aby, batinnya} Sore hari Setelah puas seharian berkeliling melihat perusahaan suaminya,Dhiya minta diantar pulang karena merasa kasihan dengan putranya. Aby yang juga merasa cukup lelah meskipun masih banyak pekerjaan yang masih harus diselesaikan pun membawa istri dan anaknya pulang. Sampai dirumah,masing masing segera membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam.Dhiya memakai dres rumahan seperti biasa,dengan motif bunga sakura berwarna salem yang dibelikan Aby.Dengan rambut yang dicepol asal justru menambah keseksian Dhiya dimata seorang Aby. Selesai makan malam,mereka berkumpul di ruang tengah.Sakhiy fokus dengan tab milik Aby yang sedang mempelajari beberapa sketsa menggambar pemandangan alam. Sedangkan Aby tengah rebahan dengan berbantal paha Dhiya,ia memejamkan matanya meminta istrinya untuk memijit pelipisnya karena agak pusing dari siang tadi.