KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 20 KEBAHAGIAAN ABY


__ADS_3

Hari ini Aby begitu bersemangat menyelesaikan pekerjaannya.Ia ingin segera kembali ke Palembang sebelum ke Amerika menyelesaikan kuliahnya yang beberapa bulan lagi selesai.Wajahnya tampak bahagia dan berseri,tidak seperti biasanya. Ia tidak menyangka bahwa ia sudah punya seorang putra. Yonna dan Pamela datang ke perusahaan Aby.Sekretaris Aby yang melihat mereka sewaktu di loby,segera menghubungi CEO muda tersebut.Aby menghela nafas panjang,ia tidak tahu dengan jalan pikiran Mamanya. CEKLEK! Pintu ruangan Aby terbuka,ia melirik sekilas dan melanjutkan pekerjaannya.Pamela yang sudah beberapa bulan tidak bertemu Aby berjalan mendekati Aby hendak memeluk lelaki yang begitu ia cintai.Aby yang menyadari segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju sofa.Pamela tersenyum canggung,dan menyusul Aby kesofa. "Ada apa kalian kesini?Aku sangat sibuk,besok harus segera kembali ke Amerika." kata Aby dengan wajah datar. "Kok mendadak By,bukannya segarusnya kamu masih satu minggu di Jakarta?" tanya Yonna dengan wajah kecewa.Kalau Aby besok sudah kembali ke Amerika,rencananya yang sudah disusun bersama Pamela akan gagal.Ia melirik ke arah Pamela,seakan memberi kode.Pamela yang faham pun mengangguk pelan. "By..bisa nggak berangkatnya ditunda?Kita sudah lama tidak bertemu,aku pengen menghabiskan waktu berdua sama kamu meskipun satu hari saja." kata Pamela dengan wajah sendu. "Tidak bisa Mel,ada yang harus aku selesaikan agar kuliahku cepat selesai."masih dengan wajah datar,Aby menatap Pamela sekilas dan mengalihkan pandangannya. "Apa kamu tida merindukan aku?" Pamela menyentuh tangan Aby dengan lembut,matanya berkaca kaca.Aby menepis tangan Pamela. "Mel,diantara kita tidak ada hubungan apa apa,semua itu rencana Mama" Aby melirik Mamanya,Yonna pun melengos. "Kamu tega sekali By,selama ini aku selalu menunggumu.Apa tidak ada sedikit rasa cinta untukku?" "Maaf Mel,aku tidak bisa.Aku sibuk,kalau tidak ada yang penting sebaiknya kalian pulang." Aby beranjak dan kembali kemejanya. "Kamu ini keterlaluan sekali By,teganya kamu mengusir kami." Yonna sangat geram dengan sikap Aby. "Sabar Tan,Aby benar kedatangan kita kesini pasti menganggu kerjanya.Kita pulang saja,mungkin lain waktu kalau Aby sudah tidak sibuk." Pamela mengelus pundak Yonna dengan lembut.Ia berharap Aby akan tersentuh dengan sikapnya. "By..bisakah sebelum berangkat,kamu meluangkan waktu untuk kita?Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu?" "Tidak bisa,kalau ada yang penting bicarakan sekarang." Pamela mendengus kesal. "Tan,bisa saya minta waktu berdua denga Aby?" Yonna mengangguk dan keluar dari ruangan Aby.Pamela menunggu sampai Yonna keluar ruangan. "Aby,aku sangat mencintaimu,aku ingin menikah denganmu,aku tidak perduli meskipun kamu tidak mencintai aku." Pamela mengatur nafasnya. "Itu tidak akan terjadi.Kamu tidak akan bahagia kalau menikah dengan orang yang tidak mencintaimu." "Aku akan bahagia By,asalkan bersamamu." Aby tersenyum miring. "Benarkah ?Apa yang kamu harapkan jika menikah denganku?" "Tentu saja menikmati waktu berdua denganmu juga melahirkan anak anakmu.Kita akan menjadi keluarga yang bahagia." "Kamu baca ini dulu,kalau kamu benar benar serius mau menikah denganku.' Aby mengeluarkan kertas dari laci mejanya, dan memberikannya pada Pamela. "Apa ini By?" tanya Pamela menerima kertas yang diberikan Aby. "Bacalah dulu." kata Aby.Ia kembali dengan berkas berkasnya. "Ini tidak mungkin.Kamu pasti bohong,ini pasti akal akalanmu untuk menolak pernikahan ini."Pamela meremas kertas yang dipegangnya dan melemparkan kelantai. "Terserah kamu mau percaya atau tidak." "Sejak kapan kamu mengalami ini By?" "Sudah lama." "Apa tidak bisa diobati?" Aby mengangkat bahunya. "Aku tidak berniat berobat." Pamela menjadi ragu untuk menikah dengan Aby.Ia tidak mungkin menikah dengan laki laki yang tidak bisa memberinya kepuasan batin. "Kalau begitu aku akan meminta Papa menarik sahamnya dari perusahan ini." "Lakukan apa yang ingin kalian lakukan.Pergilah kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi." Pamela keluar ruangan Aby dengan kesal.Ia menutup pintu dengan keras. BRAK! 'dasar wanita rubah,kau pikir aku tidak tahu bagaimana kelakuannmu diluar' guman aby.


__ADS_2