KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 43 KELUARGA BARU


__ADS_3

Dengan telaten Dhiya memasangkan dasi Aby, tugas barunya setelah menyandang status seorang istri.Aby tersenyum mengamati wajah Aby yang serius memasangkan dasi untuknya. "Kamu yakin akan pergi bee?" Dhiya meletakkan telapak tangannya dikening suaminya. "Tidak bisakah diwakilkan Steven meetingnya?" lanjutnya dengan khawatir karena bangun tidur tiba tiba Aby demam. "Aku hanya menghadiri meeting saja,setelah itu pulang." TOK TOK "Ayah,di depan ada Paman Steven." "Ayah akan segera keluar.Bilang Paman Steven, suruh tunggu sebentar." Aby menghampiri Dhiya yang sedang merapikan tempat tidur dan memeluknya dari belakang.Dhiya tersenyum dan menghentikan aktivitasnya. "Suadah mau berangkat?" "Hem...apa tamumu sudah pergi?" "Sudah." Aby menyeringai dan membalikkan tubuh istrinya dan langsung menyambar bibir Dhiya dengan lembut dan salah satu tangannya mencari benda kenyal kesukaannya dan meremasnya perlahann. EUGH.. Dhiya melenguh dengan serangan tiba tiba Aby. "Aku akan pulang cepat." kata Aby setelah melepas pagutannya. "Hati hati..." Dhiya mencium punggung tangan Aby dengan takzim dan mendapatkan kecupan lembut dikening dati Aby. ******** Hari ini adalah akhir pekan, Aby menemani Sakhiy bermain bola di halaman rumahnya yang cukup luas.Ayah dan anak itu begitu menikmati kebersamaan hingga terdengar suara gelak tawa dari keduanya. Sedangkan Dhiya tengah memasak dibantu oleh art yang bekerja di rumahnya.Setelah sarapan siap ia memanggil Aby dan Sakhiy untuk sarapan. "Hon...aku mau mengajak kalian ke rumah Om Yoga.Kemarin aku bertemu Om Yoga dan istrinya waktu makan siang bersama klien di restoran. Istrinya mengundang kita makan malam nanti malam." "Iya.Kamu kasih tahu Sakhiy, pasti dia senang akan bertemu orang baru disini." "Dia masih bersepeda dengan uncle George.Anak itu benar benar tidak ada capeknya." "Seperti kamu." Dhiya tidak sadar kalau ucapannya diartikan lain oleh Aby dan laki laki disampingnya itu menyeringai kemudian merapatkan tubuhnya dan mamainkan hidungnya ditelinga Dhiya. Hembusan nafas Aby ditelinga Dhiya seketika membuat tubuhnya meremang. "Agak jauhan bee." merasa tak nyaman Dhiya mendorong kepala Aby agar tak menempel . "He..he..kenapa? Apa kamu mulai..." Aby sudah merasakan cubitan dipahanya sebelum ia menyelesaikan ucapannya. "Jauhan nggak?" Dhiya menaikkan suaranya dan melotot kearah Aby.Saat ini ia tengah menikmati keindahan taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga yang sedang mekar juga udara yang cukup segar dan ia tidak mau diganggu oleh kemesuman suaminya, kalau dibiarkan pasti akan berakhir di ranjang. "Iya..iya ratuku." Aby pun mengalah dan menjauhkan tubuhnya.Ia tidak mau jatah malamnya dikurangi karena membuat ratunya murka. "Aku menyusul Sakhiy dulu." lanjutnya. "Hem." Dhiya berdehem tapi pandangannya tidak beralih dari keindahan di depannya.{ begitunya sama yang namanya bunga,batin aby} Ia berjalan meninggalkan istrinya dan bergegas menuju tempat di mana Sakhiy tengah bersepeda bersama penjaga rumahnya. ******* Dhiya melihat penampilannya didepan cermin dan memastikan penampilannya sesuai dengan kemauan Aby yang melarang Dhiya bermakup berlebihan.Pakaian yang digunakannya pun atas pilihan suami posesifnya itu. "Wow! Istriku cantik sekali." puji Aby yang tiba tiba sudah masuk kamar dan membuat Dhiya kaget. "Huh...mengagetkan saja." Dhiya mengelus dadanya. "Bagaimana?Apa sudah sesuai yang kamu mau?" tanya Dhiya. "Sip!" Aby memberikan 2 jempol untuk istrinya yang tampil cantik meskipun dengan mak up yang tipis. "Kamu seperti anak abg kalau seperti ini." "Dan kamu tampak seperti om om kalau jalan sama aku." "Mana ada?Kita seumuran hanya selisih beberapa hari saja."Aby tidak terima dikatakan seperti om om. "Tapi kamu memang kelihatan lebih tua setelah menikah, mungkin efek kamu teramat mesum." Dhiya tersenyum lebar berhasil menggoda Aby. "Ilmu dari mana itu?" "Dari buku yang aku baca." "Yang ada kalau laki laki sering bercinta..justru membuat awet muda dan panjang umur." Dhiya mencebik mendengar jawaban suaminya. "Itu sih maumu." Aby terbahak dan menoel hidung mancung istrinya. "Kalau sudah siap ayo berangkat." Dhiya mengangguk dan mengikuti langkah Aby keluar kamar. Setelah menempuh kurang lebih tiga puluh menit perjalanan.akhirnya mereka sampai di kediaman Yoga.Mereka disambut dengan ramah dan hangat oleh tuan rumah. "Wah..kamu pintar pilih istri By.Tante nggak nyangka kamu akan dapat istri secantik ini." Tiara iatri Yoga mengamati Dhiya dari ujung kaki sampai kepala.Dhiya merasa agak kikuk ditatap seperti itu. "Biasa saja Tante." jawab Dhiya yang merasa Tiara berlebihan. "Anak ganteng ini sudah kelas berapa?" tanya Tiara pada Sakhiy yang sedari tadi diam. "Kelas tiga Oma." "Nanti Sakhiy nginap di rumah Oma ya?Tidur sama paman Tristan..di kamarnya banyak mainan robot robotan." Tiara tampak gemas dengan anak laki laki didepannya. "Om Tristannya mana Oma?" "Malam semua." serempak semua menoleh kearah pintu, sosok remaja berumur dua puluh tahunan berjalan menghampiri mereka sambil tersenyum. "Kenalkan..ini anak Om Dhiya..namanya Tristan." Dhiya tersenyum tipis kaerah Tristan dan menangkupkan kedua tangannya didepan dada. "Tristan,ini istri dan anaknya Kak Aby." "Halo boy..siapa namanya?" "Sakhiy." Sakhiy meraih telapak tangan Tristan dan mencium punggunya. "Sakhiy tidur sini ya..nanti paman ajak main game." PLAK Tiara memukul punggung Tristan cukup keras. "Augh..sakit Ma." "Lagian kamu..asal bicara saja.Malam malam mau main game.Kalau malam itu tidur." Yoga geleng geleng kepala melihat istri dan anaknya yang suka sekali ribut meskipun ada tamu. "Sakhiy nggak pernah main game Paman." "Tuh kan..Sakhiy saja ngerti.Kamu sudah besar juga masih saja main main." "Sudah sudah..kalian ini ribut sendiri saja." "Nggak papa Om,biar ramai.Sakhiy mau nginap di rumah Oma Tiara." tanya Aby pada anaknya.Ia sangat mengenal keluarga Yoga,jadi tidak masalah kalau Sakhiy mau menginap.Apalagi Tiara dan Tristan sangat menyukai anak anak. "Hem.." Sakhiy bergantian menatap orang orang disekelilingnya,dan terakhir menatap Dhiya yang tesenyum dan menganggukkan kepala. "Tapi malam ini saja ya." jawab Sakhiy pada akhirnya. "Yei..anak pintar.Besok Paman ajak lihat mini zoo di belakang rumah,pasti Sakhiy senang dan nggak mau pulang." "Oh iya..Sakhiy baru ingat dulu Opa pernah bilang kalau punya mini zoo." semua tertawa mendengar ucapan Sakhiy. Yoga mengusap kepala Sakhiy dan mengecupnya dan jantungnya tiba tiba berdetak lebih cepat.{ sepertinya aku harus periksa ke dokter jantung,batinnya}



__ADS_2