KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 55 PERBINCANGAN DISORE HARI


__ADS_3

Dhiya mengukir senyum saat melihat bunga bunga yang ia tanam sudah bermekaran . Entah berapa macam bunga yang sudah ia tanam di halaman rumahnya, ia sudah tidak bisa menghitungnya. Jadilah halaman rumahnya itu seperti kebun bunga. Dengan telaten dan hati hati ia menyiram bunga bunganya, ia juga memetik beberapa macam jenis bunga dan meletakkan di vas yang sudah ia isi air. Saat asyik dengan bunganya , art menghampirinya dan mengatakan kalau ada Raihan mencarinya. Dhiya menyerahkan bunga bunga yang ia kumpulkan pada artnya dan menuju teras. "Raihan , Om Haris." sapa Dhiya pada kedua tamunya. "Maaf , kalau kedatangan kami mengganggu aktivitasmu Dhi." kata Haris kemudian. "Nggak sama sekali Om , saya lagi menyiram bunga." "Apa Kak Dhiya baik baik saja?" tanya Raihan khawatir , ia sudah mengetahui kelakuan Mama dan Kakak perempuannya dari Tristan. "Seperti yang kamu lihat , Kakak baik baik saja." jawab Dhiya dengan santai karena memang ia sudah merasa lebih baik dan tidak mau memikirkan kejadian yang tidak mengenakkan yang ia alami. "Syukurlah Dhi , Om jadi tenang. Kedatangan kami ke sini , selain ingin mengetahui keadaanmu juga Om ingin minta maaf atas apa yang menimpamu. Sebagai kepala rumah tangga , Om merasa gagal mendidik istri dan anak .Om sungguh tidak menyangka , mereka bisa menghina kamu begitu keji." Haris menghentikan kalimatnya untuk mengambil nafas. "Sudahlah Om , saya juga sudah melupakannya. Kemarin memang saya sempat syok , apa lagi kejadiannya di tempat umum." "Kalau mau , Kakak bisa kok menuntut mereka." "Benar Dhi , Om nggak papa kalau kamu mau membawa kejalur hukum.Terus terang Om sudah nggak tahu lagi harus pakai cara apa untuk menasehati istri dan anak Om itu." "Nggak perlu Om , saya mau fokus saja menjelang lahiran. Saran saya , Om lebih banyak waktu untuk keluarga" "Kamu benar Dhi , selama ini Om terlalu sibuk bekerja hingga abai dengan keluarga Om. Apalagi Raina , anak itu lebih sering berada di luar rumah . Dan istri Om juga sibuk dengan kegiatan kumpul kumpul bersama teman teman sosialitanya." "Untung Papa masih punya aku , anak manis dan penurut ini." seloroh Raihan sambil membusungkan dadanya. Haris tertawa dan mengacak acak rambut Raihan dengan kasar. "Iya..Papa berharap kamu jadi anak kebanggaan keluarga." ucap Haris dengan tulus. Dhiya tersenyum melihat kedekatan Ayah dan anak ini dilain sisi , ia juga merasa iba dengan Raihan yang menurutnya kekurangan kasih sayang dari keluarga. "Kalau begitu Om dan Raihan permisi Dhi , dan Om harap selepas kejadian ini , kita tetap menjalin hubungan baik." "Om tenang saja, kita bisa tetap berhubungan baik layaknya keluarga." ****** Tak terasa usia kandungan Dhiya sudah masuk bulan kedelapan . Dengan perut yang semakin besar , pergerakan Dhiya semakin terbatas. Meskipun sudah bisa diketahui jenis kelamin janin yang dikandungnya , tapi Aby maupun Dhiya tidak ingin mengetahuinya. Biarlah itu menjadi rahasia Yang Maha Kuasa. Sore hari yang begitu cerah , udara pun cukup segar dan angin berhembus dengan lembut. Irfan dan Aby duduk diteras sambil menikmati kopi yang dibuatkan Maharani. Sedangkan Dhiya , menemani Sakhiy mengerjakan tugas sekolah. "Yah...aku dapat kabar dari Raihan kalau Tante Irma sakit." Aby mengatakan dengan suara pelan. Irfan diam sesaat dan menghela nafas. "Sakit apa?" tanya Irfan. "Sakit kanker stadium dua." Irfan dan Maharani saling berpandangan. "Mungkin lusa , Tante Irma akan menjalani operasi." lanjut Aby. "Bagaimana ini? Apa kita katakan saja pada Dhiya yang sebenarnya? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya." ucap Maharani. Irfan dan Aby diam dengan fikiran masing masing. Irma dan Raina mendapat hukuman dari Haris , semua fasilitas kemewahan yang selama ini mereka dapatkan dicabut oleh Haris.Haris dan Raihan keluar dari rumah dan tinggal di apartemen. Sedangkan Irma dan Raina tetap tinggal di rumah, tampa art . Mereka tidak diperbolehkan keluar rumah , semua kebutuhan rumah diantar oleh salah satu pelayan yang masih bekerja untuk Haris. "Rahasia apa yang kalian sembunyikan dari aku?"


__ADS_2