
Menjelang fajar,Dhiya terbangun dari tidurnya.Ia melirik kesamping dan tersenyum,ditatapnya laki laki tampan yang masih terlelap,beberapa jam yang lalu membuatnya merasakan surga dunia. "Mas." Dhiya menepuk pelan bahu Alif. "Hem.. ." Alif bergumam pelan dengan mata masih terpejam. "Mas bangun,sudah hampir waktu subuh."Yang dibangunkan tetap bergeming.Akhirnya Dhiya beranjak menuju kamar mandi. Ada rasa nyeri diarea kewanitaannya ketika berjalan. Sshh! ia mendesis dan meringis.'perih sekali sih,Mas Alif bener bener kelewatan 'gumannya. Setelah berendam beberapa menit,tubuh Dhiya terasa segar dan lebih nyaman.Ia keluar kamar mandi dan mendapati suaminya masih berada dialam mimpi.Karena terbiasa salat awal waktu,akhirnya Dhiya mengerjakan salat subuh sendiri padahal, ia berniat salat berjamaah dengan Alif. Dhiya naik ketempat tidur,memeluk Alif dari belakang dan meniup belakang suaminya beberapa kali. EUGH!! Alif melenguh pelan,tubuhnya tiba tiba meremang sedangkan Dhiya tetap dengan aksinnya.Alif yang sudah terbangun tersenyum dan muncul ide untuk menggoda istrinya.Dengan cepat ia berbalik dan mengungkung istrinya.Dhiya yang tidak siap dengan gerakan Alif memekik kaget. AAGH!! Alif menatap lekat wajah wanita yang saat ini terkurung dalam kungkungannya.Dhiya memalingkan muka karna tak sanggup membalas tatapan Alif. "Kamu sudah berani menggoda Mas ya." "Siapa yang menggoda?Aku cuma membangunkan Mas Alif.Susah banget bangunnya." jawab Dhiya . "Dan kamu berhasil sayang tapi,kalau yang satu ini harus segera ditidurkan."kata Alif sambil memegang tangan Dhiya dan mengarahkan kepangkal pahanya yang sudah mengeras. "Mas!" Dhiya menyingkirkan tangannya,mukanya menjadi merah karna malu.Alif terkekeh dan membelai lembut pipi istrinya dengan ibu jarinya. "Sebentar saja ya Humaira."ucap Alif dengan mata yang sudah berkabut. "Humaira?" "Mulai sekarang Mas akan memenggilmu Humaira,panggilan kesayangan Mas untuk istri tercinta."Dhiya tersipu mendengar ucapan Alif.Tampa ia sadari Alif sudag melepas kancing bajunya mencari mainan barunya.Dhiya menahan suaranya agar tak terdengar. "Jangan ditahan,keluarkan saja.Mas senang dengarnya."kata Alif dan melanjutkan gerakannya dibagian titik sensitif istrinya.Akhirnya Dhiya mengeluarkan suara erotisnya dan membuat Alif semakin gencar melancarkan aksinya. "ah...mas!" ucap Dhiya saat Alif menghentakkan penuh miliknya.Alif tersenyum dan memacu dengan gerakan perlahan.ia benar benar sudah candu dengan istrinya.Semakin lama tempo gerakannya semakin cepat,Dhiya pun mengcengkeram erat lengan Alif merasakan gelombang kenikmatan yang segera mencapai puncaknya.Kegiatan panas dipagi hari itu berlangsung 30 menit. Nafasnya keduanya terengah engah,Alif tersenyum dan menghujami wajah istrinya dengan banyak ciuman. "Terimakasih!Mau mandi bareng?" "Cabut dulu itu mu Mas." Alif tertawa, segera ia cabut miliknya dengan pelan.Ia menggendong Dhiya menuju kamar mandi,Dhiya tersenyum dan mengalungkan tangannya dileher Alif.Di kamar mandi,aksi penyatuan berlangsung kembali.Satu jam keduanya baru keluar kamar mandi,Alif tampak dengan wajah bahagianya berbeda dengan Dhiya yang memasang wajah kesal. Alif segera melaksanakan salat subuh yang sudah kesiangan sementara Dhiya memesan sarapan.Ia benar benar sudah sangat kelaparan,tenaganya terkuras habis karena ulah suaminya.Dhiya makan dengan lahap,Alif yang melihat istrinya makan lebih banyak dari biasanya keheranan. "Tumben makanmu banyak Yang?" "Semua juga karena kamu Mas,aku sudah tidak ada tenaga lagi." "Ha..ha..ya sudah makan yang banyak.Biar nanti kalau main lagi kamu kuat." Dhiya melotot dengan ucapan frontal suaminya. "Makanlah ,Mas cuma bercanda." ucap Alif sambil mengacak rambut Dhiya.