KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 38 SIANG YANG PANAS


__ADS_3

Selesai berpamitan Aby dan Dhiya berangkat menuju Hotel DHIYA. Sakhiy tampak antusias dengan keberangkatan orangtuanya dan itu yang membuat tanda tanya besar dihati Aby dan Dhiya. "By..aku kok agak aneh dengan Sakhiy.Tidak biasanya dia bersikap cuek dan malah senang kita pergi nggak ngajak dia." Dhiya memulai percakapan ketika sudah berada didalam mobil. "Iya juga sih..nanti saja kalau pulang kita tanyakan." Aby melirik Dhiya sekilas dan meraih jemarinya kemudian ia kecup pelan. "Aku bahagia sekali Dhi..akhirnya kita menjadi keluarga yang lengkap." "Iya By..aku juga tidak menyangka kita akan menikah secepat ini.Aku pikir beberapa bulan lagi,setelah aku buka cabang restoran." "Kalau perlu bantuan kamu ngomong saja Dhi..aku akan bantu semampuku." "Kita lihat saja nanti." Keduanya terlibat dalam obrolan santai hingga tak terasa mobil Aby memasuki loby hotel.Aby memarkirkan mobil ditempat yang dikhususkan untuk pemilik hotel. Mereka menuju resepsionis untuk melakukan reservasi kamar,setelah mendapatkan kunci keduanya menuju kamar yang sudah disiapkan. Dhiya tertegun saat masuk kamar,pemilihan warna yang memang warna kesukaannya.Juga ada beberapa vas bunga yang berisi bermacam bunga krisa yang masih segar. "By..sejak kapan ada kamar yang seperti ini?Seingatku kamar di hotel ini warnanya sama." "Aku memang pesan khusus satu kamar yang aku dekor sesuai dengan warna yang kamu sukai.Kamar ini tidak disewakan Dhi,aku akan menginap dikamar ini kalau lagi di Palembang.Aku harap seleramu tidak berubah." Dhiya segera memeluk Aby dengan erat, merasakan detak jantung dari laki laki yang sudah menjadi suaminya berdetak cukup cepat. Aby membalas pelukan Dhiya dengan hati berbunga bunga, bertahun tahun ia menahan kerinduan pada wanita yang sangat dicintainya.Sekarang tidak ada batasan kapanpun ia ingin menyentuhnya. "Hiks..hiks..terimakasih By." "Hei..kenapa nangis hem?" "Aku nangis karena terharu..seandainya Mas Alif masih ada apa kamu akan tetap mencintaiku?" Aby melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi istrinya. "Aku akan tetap mencintaimu sampai kapan pun..aku tidak bisa membuka hati untuk wanita lain.4 tahun hidupku berantakan Dhi,terus memikirkan kamu tapi tidak berani berharap juga tidak ingin wanita lain." Aby mengecup kening Dhiya lembut dan agak lama. "Tapi By..kamu kan lama tinggal di luar negeri yang sudah biasa dengan kebebasan,apa kamu pernah melakukan one night stand dengan wanita disana?" TAK "Augh.." Dhiya meringis karena Aby tiba tiba menyentil keningnya. "Jangan ngadi ngadi, seumur hidupku aku hanya sekali melakukannya, itupun juga dengan kamu." Aby membuka kancing kemejanya dan tersenyum jahil. "Mau ngapain kamu?" tanya Dhiya waspada. "Mau apa lagi coba? Kita sudah halal,mau apapun juga tidak ada yang melarang." Aby melepas kemejanya dan membuangnya asal dan terpampang jelas dimata Dhiya dada bidang suaminya yang dihiasi oleh enam roti sobek. "Tapi ini masih siang By." jawab Dhiya dengan gugup meskipun bukan pernikahan pertamanya,ia masih harus beradaptasi dengan orang baru dalam hal yang pribadi. "Memangnya kenapa?Badan ku gerah pengen mandi,apa kamu sudah tidak sabar ingin melewati malam pengantin kita." Aby tergelak dan berlalu masuk kamar mandi. "Aby..!" Aby terbahak bahak didalam kamar mandi karena berhasil menjahili Dhiya. CEKLEK Aby keluar kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dengan rambut yang sedikit basah. "Aku bantu keringkan rambutmu By." Dhiya mengambil handuk kecil dan menyuruh Aby duduk didepannya.Dengan telaten Dhiya mengeringkan rambut panjang suaminya dan memberikan pijatan lembut dikepala Aby. Aby menghentikan gerakan tangan Dhiya dan memutar duduknya,sekarang mereka saling berhadapan dengan posisi Dhiya yang masih berdiri. Ia melingkarkan tangannya dipinggang istrinya. "Kamu nggak mandi?" tanya Aby dengan lembut dengan sorot matanya yang mengabsen setiap inci wajah wanita didepannya. "Ini mau mandi." Dhiya melepaskan tangan Aby dan buru buru masuk kamar mandi. "Habis kamu Dhi." guman Aby sambil terkekeh. Tak berapa lama Dhiya keluar kamar mandi hanya memakai bathrobe dan rambut yang ia gulung asal keatas tapi menambah kesan dimata Aby dari tadi mengamati Dhiya yang sibuk membongkar isi tasnya. "Kamu nyari apa Dhi?" tanya Aby ingin tahu. "Baju gantiku By, sengatku sudah aku siapkan.Tapi kok nggak ada ya." Aby menyeringai dan mendekati Dhiya. GREP Aby memeluk Dhiya dari belakang dan menghirup aroma vanila dileher Dhiya. "Kenapa harus pakai baju hem..toh nanti juga bakalan aku buka." hembusan nafas Abi yang menerpa belakang leher Dhiya seketika membuat tubunya meremang.Bulu kuduknya tiba tiba berdiri.Aby semakin mengeratkan pelukannya . "Tapi By...belum sempat Dhiya melanjutkan ucapannya tiba tiba tubuhnya seperti melayang dan reflek ia mengalungkan tangannya dileher Aby.Dengan mudah Aby mengangkat tubuh Dhiya berjalan menuju ranjang dan merebahkan dengan perlahan.Ia menelusuri wajah cantik Dhiya dengan jari telunjuknya dan berhenti dibibir ranum Dhiya. Dengan pelan ia mengecup bibir itu,kemudian beralih kemata ia menatap Dhiya dengan tatapan sayu. "Boleh aku minta sekarang?" tanyanya dengan suara berat dan Dhiya pun mengangguk.Aby tersenyum dan mulai bekerja memberikan rangsangan pada tubuh Dhiya. "Kamu cantik sekali sayang..aku akan melakukannya dengan lembut." Setelah berhasil melakukan penyatuan, meskipun agak sulit karena selain Dhiya sudah cukup lama menjanda juga karena ia rajin melakukan perawatan dibagian intinya. Aby bergerak maju mundur dengan pelan. Tangannya tak tinggal diam memainkan dua benda kenyal yang akan menjadi mainan kesukaannya. Siang menjelang sore itupun dilewati sepasang pengantin baru dengan berbagi peluh. Setelah satu jam akhirnya Aby berhasil menanamkan benihnya ditempat yang memang seharusnya.Ia ambruk diatas tubuh Dhiya dan masing masing mangatur nafasnya.Aby memberikan banyak ciuman diwajah Dhiya. "Terimakasih sayang,aku mencintaimu." "By..cabut dulu itu mu." Aby terkekeh dan merasakan juniornya tegang lagi. "Lagi ya..ini masih belum mau tidur." Dhiya hanya bisa mengangguk pasrah karena ia juga merasakan junior Aby kembali menegang. Aby kembali menggerakkan tubuhnya maju mundur tapi kali ini dengan ritme agak cepat, ia memejamkan matanya merasakan kenikmatan saat juniornya seperti disedot dan dijepit oleh milik Dhiya. "By..." "Iya sayang..panggil namaku..ini enak sekali sayang." Aby semakin mempercepat gerakannya dan.. huh..huh.. keduanya sama sama merasakan puncak kenikmatan . "aku mencintaimu sayang..kamu istirahatlah." Aby menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang sama sama polos.Dhiya menyandarkan kepalanya didada Aby dan mengusap usap dada bidang itu dan tersenyum sendiri mengingat hal yang baru saja dilakukannya dengan laki laki yang sudah menjadi suaminya. "Kenapa ?" Aby menempelkan keningnya dikening Dhiya. "Nggak ada,cuma pengen senyum aja." "Tidurlah, bangun tidur kita lanjut lagi." "Lanjut apanya?" "Lanjut mencetak adik untuk Sakhiy, tapi kamu yang memimpin, aku tahu enaknya saja." Aby memejamkan matanya tak menghiraukan Dhiya yang mencubit perutnya.


__ADS_2