
Aby menghirup nafas dalam dalam dan membuangnya dengan perlahan ketika sampai di bandara.2 tahun ia tidak menghirup udara Indonesia.Ia berencana akan datang ke rumah Dhiya ,sebelum pulang ke rumahnya. TOK! TOK! TOK! "Siapa ya?Dan mau bertemu dengan siapa?"tanya wanita paruh baya yang tak lain adalah Maharani. "Saya Aby Tante, mau bertemu Dhiya." "Aby?" tanya Maharani sambil mengingat sesuatu.Seketika raut mukanya berubah datar. Maharani dan Aby duduk berhadapan.Maharani menatap lekat wajah pemuda didepannya.Aby merasa tidak nyaman dengan cara Maharani menatapnya. "Katakan!" "Maksud Tante?"tanya Aby bingung. "Katakan ada hubungan apa kamu sama putri ku?" "Kami pernah dekat waktu sekolah Tante." "Dekat yang seperti apa? Apa kalian pacaran?" Aby mengangguk. "Jadi kamu laki laki itu? Laki laki sudah menghancurkan masa depan putriku?" DEG!! Jantung Aby berdetak cepat ,wajah nya pucat.Ia menundukkan pandangannya dan mengangguk. HIKS HIKS...Maharani terisak. "Mengapa kamu lakukan itu pada Dhiya?Mengapa kamu malah pergi meninggalkannya?"teriak Maharani dengan histeris. "Ada apa ini Bu?" tanya Gilang pada Ibunya. "Dia Aby,pacarnya Dhiya waktu sekolah dulu!" Gilang menarik kerah Aby dan memukul Aby beberapa kali. BUG! BUG! "Kendalikan emosimu Lang,jangan pakai kekerasan." Aby pasrah menerima pukulan Gilang.Ia tidak berniat melawan atau menghindar. "Bagaimana Gilang bisa menahan emosi?Gara- gara laki laki ini,Dhiya hamil dan pergi dari rumah!" "Apa yang anda katakan tadi?Dhiya hamil?" "Iya! Dhiya hamil dan pergi dari rumah karena tidak mau keluarganya ikut mananggung malu karena perbuatanmu!" Tubuh Aby merosot ke lantai,tubuhnya terasa lemas tidak bertenaga.Ingatannya berputar beberapa tahun yang lalu. Jadi ini yang di bilang Dhiya sesuatu yang penting,dan ia diminta datang ke taman dan ia malah lebih menuruti kemauan Mamanya menemani Pamela belanja.YA TUHAN! Aku sungguh menyesal ,apa yang harus aku lakukan sekarang? "Maaf!" hanya satu patah yang mampu Aby ucapkan saat ini. "Kami tidak butuh maaf darimu,pergilah! Kata maafmu tidak akan membuat adikku pulang ke rumah." Aby meniggalkan rumah Dhiya dengan hati hancur.Ia sudah menjadi laki laki yang sangat jahat dan pengecut. 'Anakku, maafkan Papa Nak.Papa tidak tahu akan kehadiranmu, semoga kamu dan Mama baik baik saja,di mana pun kalian berada.Dhi, apa kamu melahirkan anak kita?Laki laki apa perempuan? HIKS...HIKS.. Dert...dert..ponsel Aby bergetar.Ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan mematikan ponselnya. Saat ini ia tidak ingin diganggu oleh siapapun.Ia memutuskan untuk menginap di hotel selama beberapa hari. Untuk sekarang ia belum siap ketemu Mamanya,orang yang menentang hubungannya dengan Dhiya. Dengan mengendarai motor,Aby menyusuri jalanan kota Jakarta.Ia tidak peduli malam semaki larut dan hujan mulai turun.Akhirnya ia menghentikan motornya di taman,tempat yang biasa ia dan Dhiya bertemu.Ia biarkan hujan mengguyur tubuhnya. 'maafkan aku Dhi,maaf,aku pengecut,aku laki laki tidak berguna.aku akan mencarimu Dhi,di mana pun kamu berada. aku akan terus hidup dalam penyesalan Dhi,sebelum kamu memaafkan aku.' Aby meremas rambutnya,kemudian mengarahkan tinju ke sebuah pohon beberapa beberapa kali hingga buku buku tangannya luka dan berdarah. HAH!