
Alif sujud syukur begitu mengetahui Dhiya menerima pinangannya.Ia memeluk Umminya juga Abahnya. Ummi terharu melihat putranya,ia yakin Alif akan berusaha menjadi suami juga ayah yang baik untuk Dhiya dan Sakhiy. "Sepeti yang Abah bilang semalam,kita akan menemui orang tua Dhiya terlebih dulu Lif.Dhiya sepertinya masih ragu untuk pulang." "Besok Alif akan bicara sama Dhiya." "Bagaimana perusahaan?Sejak kamu pulang Abah tidak pernah memeriksa laporan yang masuk." "Alhamdulillah,tidak ada masalah Bah." "Kalau kamu sudah menikah,Dhiya dan Sakhiy aka menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya.Jadi kamu harus mengelola perusahaan itu dengan baik." "Setelah menikah,sebaiknya kamu fokus pada keluargamu juga perusahaan saja Lif.Pesantren biar diurus Abah sama paman Harun." "Terus Ummi ngurus apa dong?" tanya Abah Zahid menggoda istrinya. "Ummi mengurus Abah aja deh!" kata Ummi Salma sambil nyender dilengan suaminya.Alif hanya mencebik melihat tingkah orang tuanya.Abah dan Ummi Salma tertawa melihat Alif. "Ada yang iri Mi?" "Sabar Lif, sebentar lagi kamu juga bisa seperi ini sama Dhiya." "Apaan sih!"kata Alif. "Lihat Mi,mukanya merah seperti kepiting rebus." "Tau ah!Alif ke kamar dulu."Alif segera meninggalkan orang tuanya .Ia tidak mau menjadi bulan bulanan Abahya. Ha..ha..Abah dan Ummi Salma melihat Alif kabur. "Alif..Alif..kamu ini polos sekali." "Alif itu bukannya polos tapi,dia menjaga diri Bah.Kalau dia suadah memiliki pasangan yang halal,pasti dia juga akan manja sama istrinya." "Iya iya istriku sayang.Ke kamar yuk!"ucap Abah Zahid dengan mengedipkan matanya. "Mau ngapain?" "Pengen dimanja istrilah."Ummi Salma tersenyum dan mencubit pelan perut suaminya. ******** "Masuk Dhi,sini Sakhiy sama Ummi saja,Alif sudah menunggu di dalam." Ummi Salma menganbil Sakhiy dari gendongan Dhiya. "Iya Mi.Sakhiy sama Ummi dulu ya,jangan rewel." Sakhiy menganggukkan kepalanya dan tersenyum seakan mengerti apa yang dikatakan Ibunya. "Kita ke taman yuk,naik ayunan sama lihat ikannya Abah." Ummi Salma membawa Sakhiy ke taman yang berada di samping rumahnya. Alif yang mendengar suara Dhiya disebut segera keluar rumah dan mendapati wanita yang menerima pinangannya itu tampak berdiri di teras rumahnya. "Assalamualaikum Mas."Dhiya mengucapkan salam ketika melihat Alif. "Waalaikumsalam,silahkan masuk Dhi." Dhiya mengikuti langkah Alif masuk ke dalam rumah. "Duduklah dulu,aku panggil Abah sebentar." Dhiya pun mengangguk. Tak lama Alif muncul dari dalam dan diikuti Abah.Mereka duduk saling berhadapan.Dhiya menundukkan pandangannya takkala matanya bertemu pandang dengan Alif.'Aduh mata ini lancang sekali memandang yang belum halal.Astagfirullah, jaga mata jaga pandanganmu Dhi.'batin Dhiya. Sementara Alif hanya tersenyum melihat Dhiya salah tingkah. "Dhi, aku mengucapkan terimaksih kamu sudah menerima pinanganku.Aku meminangmu dengan tujuan baik,ingin membawamu ke ikatan suci yaitu pernikahan.Aku tidak menjanjikan kemawahan ataupun kedudukan, tapi aku akan berusaha menjadi suami yang baik dengan izin ALLAH." Alif menoleh ke arah Abahnya dan dibalas dengan anggukan. "Sebelumnya,aku ingin bertemu dengan kedua orang tuamu terlebih dulu untuk meminta restu mereka.Kalau kamu belum belum siap bertemu dengan mereka, aku dan Abah yang akan ke Jakarta.Kamu dan Sakhiy tetap di sini." "Abah setuju dengan Alif, kami tidak akan memaksamu untuk bertemu keluargamu kalau belum siap." "Saya akan ikut ke Jakarta,saya siap InsyaALLAH."jawab Dhiya yakin.