KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 23 ABY DAN DHIYA BERTEMU


__ADS_3

Aby mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.Tanganya erat mencengkeram kemudi.Hanif yang duduk di samping kemudi tidak berani membuka matanya.'ya ALLAH,saya memang memohon ada keajaiban untuk bos saya, tapi bukan keajaiban yang seperti ini,saya belum siap mati ya ALLAH, batinnya. "Buka matamu." kata Aby dengan suara dingin, dengan perlahan Hanif membuka matanya, huh!ia menghembuskan nafas dengan lega.Aby keluar dari mobil dan membanting pintu dengan keras. BRAK 'ASTAGFIRULLAH' Hanif memegangi dadanya,kesambet setan apalagi orang ini, sabar nif kehidupannmu yang sesungguhnya baru dimulai sam,saat ini kamu pasti sedang merayakan kebebasanmu' Hanif terus bicara sendiri sambil mengemudikan mobilnya. Sementara Aby di apartemennya tengah melemparkan barang barang yang ada di kamarnya.Ia merasa sangat marah juga sedih yang mendalam.Ia sangat merindukan putranya,ingin sekali memeluknya seperti 4 tahun lalu. Tapi karna janjinya pada Ibu dari anaknya bahwa ia tidak akan pernah lagi menemuinya. 'kamu pasti senang dhi,melihat aku menderita seperti ini,kamu menang dhi' PRANG PRANG Aby terus melempar apa saja yang dapat ia raih,hingga tangannya terluka karna terkena pecahan kaca hingga darah bercucuran. DERT DERT DERT Dengan nafas yang masih terengah engah,Aby melihat nama yang tertera dilayar ponselnya. PRANG! Aby melemparkan ponselnya hingga benda pipih itu hancur berkeping keping. ******** Dengan wajah dingin dan angkuh Aby memasuki perusahaannya.Semua jajaran direksi berjajar menyambut pemilik perusahaan.Semua menundukkan kepalanya,hingga Aby memasuki ruangannya.Hanif berjalan mengikuti langkah lebar bosnya. Aby melemparkan jasnya kesembarang arah,ia melonggarkan dasinya dan berdiri menghadap jendela.Hanif mengambil jas Aby dan meletakkannya dirak gantungan. "Jam berapa calon klien kita akan datang?" tanya Aby "Sepuluh menit lagi Bos,beliau baru menghubungi saya." Aby menyalakan satu batang rokok. "Kalau sebatang rokokku ini habis,dia belum sampai,tolak kerjasamanya." Aby menghisap rokoknya dan mengeluarkan asapnya hingga membentuk bulatan. "Baik Bos." TOK TOK CEKLEK "Pagi Bos,ada tamu diluar,katanya sudah buat janji." kata sekretaris Aby. "Suruh masuk." jawab Hanif. Tidak berapa lama seorang wanita muda dengan pakaian syar,i berwarna dusty pink bermotif bunga dipadukan dengan jilbab berwarna ungu muda,berjalan dengan anggun masuk ke ruangan Aby.Dengan senyum ramah ia meng hampiri Hanif. "Pagi Pak Hanif." "Pagi Nyonya,silahkan duduk.Bos,tamunya sudah datang." "Hem." Aby memutar kursi kebesarannya menghadap wanita yang sekarang duduk didepannya.Dengan wajah datar ia masih tatap menghisap rokoknya.Dhiya mengernyitkan keningnya,seperti mengingat sesuatu. "Nyonya,proposal anda sudah saya serahkan pada bos,untuk selanjutnya silahkan bicarakan dengan beliau." Dhiya mengangguk tapi,tatapannya tidak lepas dari laki laki didepannya. "Kamu keluarlah." kata Aby dengan suara berat .Hanif mengangguk dan keluar dari ruangan. CEKLEK! terdengar suara pintu ditutup dengan pelan. Aby menyalakan satu batang rokok lagi dan menghembuskan dengan pelan,tepat kearah Dhiya. UHUK UHUK Dhiya terbatuk karena terkena asap rokok. "Apa apaan kamu ini?" Dhiya tampak kesal dengan ulah Aby.Sedangkan Aby hanya tersenyum remeh. "Aku sudah membuat desain bangunan sesuai yang kamu inginkan." kata Aby sambil melemparkan beberapa lembar kertas.Dhiya dengan kesal mengambil beberapa kertas tersebut dan mengamatinya satu persatu. Ia meletakkan kembali kertas tersebut keatas meja. "Aku membatalkan kerjasama ini." "Kalau kamu membatalkannya,aku akan menuntutmu dengan denda dua kali lipat dari biaya pambangunan yang kau ajukan." "Mana bisa begitu,bahkan kita belum membuat kesepakatan apapun." "Bisa saja,karna ajakan kerjasamu ini aku jauh jauh datang kesini meninggalkan pekerjaanku." 'huf' Dhiya menghela nafas.Ia mengambil kembali desain bangunan yang dibuat Aby. "Aku pilih yang ini,tapi aku mau tempat bermainnya diletakkan di depan gedung." "Alasannya?" "Supaya para pengajar bisa leluasa mengawasi saat anak anak sedang bermain." "Ada lagi?" "Untuk kantin sehatnya,letakkan dibelakang,agar tidak mengganggu saat anak anak belajar." "Aku akan merubahnya sesuai keinginanmu,apa ada lagi?" tanya Aby masih dengan wajah datarnya. "Tidak ada." jawab Dhiya dengan singkat. "Kalau tidak ada kamu boleh pergi.Asistenku akan menghubungimu." Dhiya melongo mendengar ucapan Aby. "Dengan senang hati Tuan Aby." Dhiya beranjak dari duduknya dan melangkah keluar tapi ,baru beberapa langkah... "Tunggu!" Dhiya menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang. "Jangan lupa tutup pintunya kembali." kata Aby lagi. BRAK! Dhiya menutup pintu cukup keras.Aby tersenyum tapi hanya beberapa detik,berganti dengan wajah dinginnya. 'aku tidak mengingkari janjiku untuk tidak menemuimu,tapi kamu sendiri yang datang padaku' gumannya. DERT DERT DERT Aby mengabaikan ponselnya yang berdering. DERT DERT DERT Dengan kesal,Aby mengambil ponselnya . 'ada apa?' 'baiklah,aku akan segera kesana.' Aby menghubungi seseorang. 'siapkan penerbangan ke palembang secepatnya.'


__ADS_2