KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 39 MENIKMATI MOMEN BERDUA


__ADS_3

Dhiya mengerjapkan matanya,dan terbuka perlahan.Pria berwajah tampan sedang tersenyum kearahnya dan menggunakan sebelah tangannya untuk menopang kepalanya. "Sore Sayang." ucap Aby tidak mengalihkan tatapannya. "Jam berapa By?" tanya Dhiya dengan suara malasnya dan masih bergelung didalam selimut karena tubuhnya masih polos.Ia sebenarnya masih agak malu mengingat kegiatannya dengan Aby beberapa jam yang lalu. "Jam empat sore,aku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi.Apa masih capek?Aku bantu ke kamar mandi ya?" "Nggak usah By..aku bisa sendiri.Tapi baju gantiku nggak ada." "Aku sudah membelikan baju ganti juga dalaman, tunggu saja sebentar lagi juga datang." "Kamu tahu ukurannya?" "Aku sudah mengukurnya dan pas ditanganku." Aby tersenyum genit dan perlahan tangannya membuka selimut yang dipakai Dhiya. "Aku mau mandi." Dhiya memegang erat selimutnya dan berusaha bangun tapi gagal karna Aby malah menarik selimut hingga akhirnya terbuka dan menampakkan tubuh polosnya. "Aby!" Dhiya bersungut sungut dan memperbaiki selimutnya lagi sedangkan Aby malah terkekeh. "Kenapa mesti ditutupi?Aku juga sudah lihat ." "Tapi tetep saja malu.Lepas nggak?" "Nggak." "Oke...jatah hari ini sudah cukup." buru buru Aby melepaskan selimut Dhiya.Bisa gila kalau jatahnya distop,baru juga merasakan nikmatnya surga dunia masa harus puasa lagi. Adik kecilnya saja dari tadi sudah cenat cenut minta dipijat hanya karena melihat punggung mulus istrinya yang tidak tertutup selimut. Dhiya segera masuk kamar mandi dan menyelesaikannya lebih cepat karena mengejar waktu salat asar.Ia masih heran bagaimana bisa bajunya tidak ada, jelas jelas ia yang menyiapkan sendiri.Dan yang lebih parahnya lagi ada beberapa lingeri yang tidak tahu punya siapa. {apa ini ulah kak hanifah ya? ia kan punya banyak ide untuk menjahili orang,masa ia aku harus pakai bathrobe terus?ponsel nya tidak bisa dihubungi lagi} batin Dhiya. "Sudah selesai salatnya?" suara Aby mengagetkan Dhiya yang sedang melamun. "Huh..mengagetkan saja." Dhiya mengelus dadanya dan justru gerakan tangan Dhiya mengalihkan perhatian Aby. "Lihat apa kamu?" lanjut Dhiya yang mulai waspada dengan tatapan mesum suaminya. "Aku jadi pengen megang Dhi." tangan kekar Aby menyusup kedalam bathrobe Dhiya dan mencari mainan barunya.Dengan pelan ia meremas benda kenyal itu.Dhiya memejamkan matanya merasa geli juga nikmat saat jemari Aby memainkan puncak buah kenyalnya. Eugh..Dhiya mendesah pelan ketika mulut Aby sudah mengulum salah satu puncak yang berwarna pink itu sedang satunya lagi dimainkan oleh salah satu tangan Aby. "Sudah By, nanti kamu keterusan.Sebentar lagi sudah magrib." Aby menghentikan permainannya dan mengecup singkat bibir Dhiya. "Aku mencintaimu." ucap Aby sambil menempelkan keningnya dikening istrinya. "Kamu tidak bosan apa terus terusan mengucapkan kata itu."Dhiya tersenyum sambil mengusap usap rahang kokoh Aby. "Tidak akan bosan, aku akan terus mengatakannya bahwa aku begitu mencintaimu.Kalau perlu sampai kamu bosan mendengarnya." "Aku akan selalu menunggu kamu mengucapkan kata cinta tiap hari." keduanya tertawa bersama dan berhenti saat ada yang mengetuk pintu. "Kamu tunggu disini,biar aku lihat." ****** "By..kamu tidak salah membelikan aku baju seperti ini?" tanya Dhiya pada Aby setelah ia mencoba salah satu dress tanpa lengan dengan panjang selutut.Aby tersenyum simpul memperhatikan penampilan istrinya yang tampak seksi memakai pakaian pilihannya. "Nggak salah...sangat cocok kamu pakai saat kita lagi berdua seperti ini." "Hisss..tapi aku terbiasa pakai baju longgar ataupun daster kalau lagi di rumah." Dhiya masih berdiri didepan cermin memperhatikan penampilannya. "Sini Dhi." Aby menepuk nepuk pahanya meminta Dhiya agar duduk dipangkuannya. "Sebentar..aku sisir rambutku dulu." selesai menyisir rambutnya Dhiya berjalan kearah Aby dan duduk dipangkuan suaminya.Aby tersenyum melingkarkan tangannya dipinggang Dhiya,sedangkan Dhiya mengalingkan tangannya dileher Aby. "Aku seperti wanita penggoda kalau seperti ini." Aby tergelak dan menyandarkan kepalanya didada Dhiya. "Kamu memang penggoda..penggoda Abyasa Bagus.Tapi hanya aku yang boleh melihat mu berpakaian seperti ini.Sakhiy sekalipun tidak boleh." "Hem.. .Bagaimana kabarnya anak itu ya? Aku sudah kangen." "Dia saat ini sedang bersenang senang,aku sudah menelponnya tadi waktu kamu tidur." "Kenapa tidak membangunkan aku?" Dhiya sedikit kesal dan memanyunkan bibirnya tapi lansung diraup oleh bibir Aby. "Rasanya manis seperti chery." Aby mengusap sudut bibir Dhiya yang basah oleh saliva akibat ******* singkatnya dengan ibu jari. "Ha..ha..ada ada saja.Besok aku akan pakai lip gloss yang rasa strobery." Dhiya terbahak mendengar ucapan Aby dan laki laki itu hanya tersenyum tanpa mengalihkan perhatiannya dari wajah istrinya yang semakin cantik kalau tertawa. "Nanti malam kamu pakai lingeri ya." "Aku melihatnya saja sudah geli,apa lagi harus memakainya.Lagian apa bedanya pakai apa nggak, ujung ujungnya juga bakalan dibuka." "Beda lah,kalau pakai lingeri akan membuat tubuh semakin panas." Dhiya melepaskan pelukannya dan menatap Aby. "Fikiranmu pasti mesum kalau melihat wanita berpakaian seksi." "Nggak ada, aku berfikiran mesum setelah menjadi suamimu.Bahkan punyaku tidak bereaksi sama sekali meskipun lihat wanita telanjang. Tapi kalau melihatmu aku sulit mengendalikannya." "Apa kamu sering turn on kalau dekat denganku?" "Hem." Aby menyeringai dengan menaik turunkan sebelah alisnya. "Dasar mesum..." Dhiya bergidik ngeri membayangkan Aby selama ini sering menahan gairah saat bersamanya. "By..aku bosan di kamar terus." imbuhnya sambil menyandarkan kepalanya didada bidang Aby. "Besok malam ada gala diner dengan rekan sesama pebisnis.Biasanya Jo yang mewakili aku,bagaimana kalau nanti malam kita datang? Aku juga ingin memberitahu mereka kalau aku sudah punya istri." "Boleh, tapi bajuku?" "Aku akan carikan yang cocok untuk kamu pakai malam nanti." Aby membuka ponselnya dan memilih gaun yang cocok untuk Dhiya. "Bagaimana kalau yang ini?" Aby menunjukkan gambar gaun pilihannya pada Dhiya. "Hemm...suka warnanya tapi aku kurang suka modelnya ." "Oke..kita cari lagi." dengan teliti Aby kembali memilih beberapa gaun lagi. "Seperti ini?" "Bagus..aku suka." akhirnya Aby mendapatkan gaun yang sesuai dengan selera Dhiya. "Kita cari makan dibawah yuk...setelah itu jalan jalan di taman." ajak Aby yang langsung diangguki Dhiya.


__ADS_2