KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 45 KETULUSAN DAN AMBISI


__ADS_3

Karena lusa akan kembali ke Indonesia,Dhiya meminta pada Aby diantar ke tempat perbelanjaan untuk membeli beberapa barang yang ia butuhkan. Dengan senang hati Aby mengikuti kemahuan istri tercintanya,karena sejak mereka menjadi suami istri baru kali ini Dhiya minta dibelikan sesuatu.Ia mendorong troly belanja dan mengikuti langkah kaki Dhiya. "Yang ini bagus nggak bee ?" Dhiya menunjukkan kemeja berwarna biru laut kepada Aby. "Bagus.Kamu beli untuk siapa?" "Untuk suamiku." Aby tersenyum lega,akhirnya istrinya itu memikirkannya juga. "Kamu suka?" "Apa yang istriku pilihkan pasti aku suka." "Baiklah..sekarang kita pilih dasi." Mereka berdua menikmati momen berdua berbelanja saling memilih barang yang cocok untuk pasangan. Ketika Aby dengan jahil memilihkan beberapa lingeri Dhiya tidak bisa menyembunyikan rasa malunya .Pelayan toko juga beberapa pengunjung tersenyum penuh arti melihatnya. Setelah puas berbelanja mereka memutuskan langsung pulang. Aby tidak mengizinkan Dhiya membawa barang belanjaan,semua barang ia yang bawa.Dhiya tidak mau membantah jadi ia biarkan saja suaminya itu membawa beberapa paper bag besar.Sampai di tempat parkir,Aby segera memasukkan barang barangnya ke dalam mobil. "Kak Aby!" Aby dan Dhiya menoleh kearah sumber suara,mereka berdua sama sama terkejut akan bertemu wanita ini. "Rain..kamu di sini?" tanya Aby setelah wanita itu berada didepannya. "Iya.Kak Aby kapan sampai disini?" tanya Raina senang karena bertemu dengan laki laki yang dicintainya,ia tidak mengacuhkan Dhiya yang berada disebelah Aby. "Sudah dua minggu,lusa juga sudah balik ke Indo.Rain,kenalkan ini Dhiya istriku." "Istri?" Raina begitu terkejut mendengar ucapan Aby,ia menatap sinis ke arah Dhiya.Ada rasa marah juga benci dalam hatinya,ia beberapa kali bertemu dengan Dhiya saat ia sedang bersama Aby. Dhiya tahu arti tatapan Raina ke arahnya,tapi ia tak ambil peduli.Ia juga tak berniat untuk memperkenalkan dirinya,ia menunggu reaksi Raina selanjutnya. "Aku tidak menyangka Kak Aby akan tega padaku.Aku mencintai Kakak dari dulu,dan Kak Aby tahu itu.Apa tidak ada rasa sedikit pun untukku?" "Kamu sudah tahu jawabanku Rain.Kami harus segera pergi.Aku doakan kamu akan bertemu dengan laki laki yang tepat..dan pastinya itu bukan aku." Aby menggandeng tangan Dhiya dan membukakan mobil untuk istrinya.Hati Dhiya begitu hangat akan perlakuan Aby kepadanya, terlebih lagi dihadapan wanita yang menginginkan suaminya. "Kak..Kak Aby!" Raina berteriak memanggil Aby,tapi laki laki itu seakan tuli tidak menghiraukan panggilan Raina.Ia harus bersikap tegas agar Raina berhenti berharap.Ia melajukan mobilnya meninggalkan Raina yang masih berdiri ditempatnya.Sedangkan wanita itu mengepalkan kedua tangannya.Sorot kedua matanya tajam mengisyaratkan kemarahan yang begitu besar. "Langsung pulang apa menyusul Sakhiy?" tanya Dhiya ketika mobil sudah membelah jalanan. "Pulang saja, nanti Sakhiy akan diantar Tristan.Aku perlu asupan energi." Aby mengerlingkan matanya dan Dhiya tersipu hingga kedua pipinya merona,ia faham apa yang diinginkan suaminya. ******** Yoga dan anak istrinya mengantarkan keberangkatan Aby serta keluarga kecilnya ke bandara tak ketinggalan Steven asisten setianya Aby selain Hanif dan Jonathan. Irene berpelukan dengan Dhiya,meskipun baru beberapa kali bertemu tapi ia merasa cocok dengan Dhiya. Sedangkan Sakhiy agak memanyunkan bibirnya karena gerah dengan tiga laki laki dewasa yang memperlakukannya seperti balita.Siapa lagi kalau bukan Yoga,Tristan dan Steven.Selain memeluk mereka bertiga mencium gemas kedua pipi Sakhiy. Dhiya ,Irene juga Aby menahan senyum agar Sakhiy tidak semakin jengkel.Akhirnya mereka berpisah di bandara setelah beberapa pekan sering menghabiskan waktu bersama,entah kapan akan bertemu lagi. Steven ikut bahagia bosnya yang dikenal dulu sudah kembali menjadi bos yang ramah dan bersemangat lagi.Sebelum Aby ke Amerika,Hanif sudah menceritakan perihal bosnya yang sudah menemukan cinta pertamanya demikian juga kepada Jonathan. Ketiga asisten Aby meskipun berbeda tempat dan berjarak jauh,tapi mereka selalu berbagi info mengenai perusahaan yang dipercayakan kepada mereka,terlebih mengenai bos mereka.Mereka membuat group wa sendiri untuk berbagi kalau salah satu dari mereka kena semprot Aby apa lagi dulu sebelum Aby bertemu Dhiya.Dan yang paling memprihatinkan tentu saja Steven. Dan sekarang ia merasa lega,karena bosnya sudah menemukan kebahagiaan.Ia berjanji pada dirinya sendiri akan bekerja dengan sungguh sungguh di perusahaan Aby dan menjaga kepercayaan bosnya.Demikian juga Hanif dan Jonathan,ada kisah yang panjang dan hampir serupa mengapa mereka setia pada Aby,dan kisah itu akan menjadi rahasia mereka berempat. ****** Di sebuah apartemen,seorang wanita muda tengah mengamuk di kamarnya dengan memecahkan barang barang yang bisa ia raih. Tidak puas dengan barang barang,ia mendekati lukisan seorang pria dan menatapnya dengan penuh kekecewaan.Ia mengambil pisau dan merobek robek lukisan itu hingga hancur. {'aku benci kalian,aku tidak akan membiarkan kalian bahagia.ha..ha...tunggu saja ,aku akan membalas sakit hatiku dengan melihat kalian menderita.'} Wanita itu adalah Raina,wanita yang penuh dengan obsesi dan ambisi.Sikap lemah lembutnya didepan Aby hanyalah akting semata. Sebenarnya ia wanita yang angkuh juga arogan.Bahkan ia sudah terbiasa dengan kehidupan bebas di negeri orang itu.Apalagi hidup sendiri lepas dari pengawasan orang tua. Setelah lelah menghancurkan barang barang,ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. [Iya..sayang ada apa} terdengar suara serak diseberang seperti bangun tidur. {puaskan aku malam ini,aku akan datang ke apartemenmu} Raina mematikan ponselnya dan mengambil kunci mobil menuju tempat yang dimaksud.


__ADS_2