KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 17 MASIH MENIKMATI WAKTU BERDUA


__ADS_3

DERT! DERT! Terdengar dering suara ponsel Alif berkali kali.Dhiya yang tengah menikmati suasana malam kota Palembang dibalkon kamar,menoleh kedalam mencari sosok pemilik ponsel.'kemana Mas Alif',gumannya. Ia masuk kedalam dan mendengar suara gemericik dari dalam kamar mandi. "Mas Alif ponselnya bunyi?" "Tolong angkat Yang,barangkali penting.Mas masih lama." Dhiya mengambil HP suaminya yang diletakkan diatas nakas. Ia melihat nama pemanggil yang tertera dilayar ponsel. DEG! 'Pak Aby' Dhiya mengatur nafasnya.Mungkin nama yang sama,batinnya.Ia menggeser tombol warna hijau. 'Assalamualaikum Pak Alif,maaf kalau mengganggu waktu istirahatnya.' Mulut Dhiya tertutup rapat.Suara itu sangat mirip dengan seseorang yang berusaha ia lupakan dari hati juga pikirannya. CEKLEK! Melihat Alif keluar kamar mandi,Dhiya menyerahkan ponsel Alif . 'Pak Aby,maaf tadi yang mengangkat istri saya.' 'Selamat atas pernikahannya Pak Alif.' 'Terimakasih Pak Aby.Ada beberapa perubahan untuk hotel yang akan kita bangun,soal nama juga warna dibeberapa titik.' 'Iya Pak,asisten saya sudah menyampaikan pesan Pak Alif pada saya.Minggu depan saya pulang,kita bisa mengatur pertemuan agar lebih jelas.' 'Baiklah,saya tunggu Pak Aby.Assalamualaikum.' 'Waalaikumsalam.' Setelah mengakhiri pembicaraannya dengan Aby,Alif menyusul istrinya ke balkon.Ia memeluk istrinya dari belakang. Ia mengendus leher istrinya,Dhiya merasakan hembusan hangat nafas suaminya menerpa lehernya.Seketika tubuhnya meremang. Alif tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya. "Sudah selesai Mas?" "Hem.Kamu nggak menelfon Sakhiy?" "Nggak Mas,takutnya Sakhiy malah rewel kalau lihat aku." "Bagaimana kalau Mas saja yang telfon?" "Terserah Mas saja." "Tapi sebelum itu Mas ingin..." "Jangan aneh aneh deh!" "Aneh aneh apa?" "Pasti ingin gituan lagi." "Sok tahu.Atau jangan jangan humairaku yang pengen?" "Apaain sih.Jelas jelas kamu lagi on." "Ha..ha..istriku sudah pintar sekarang.Masuk yuk." Alif menggendong istrinya masuk kamar. Sesuai janjinya,Alif menelfon Umminya.Ia melakukan video call agar Sakhiy bisa melihatnya.Sedangkan Dhiya lebih memilih membersihkan dirinya di kamar mandi.Sebenarnya ia sangat merindukan anaknya,tapi ia tidak mau merusak momen berdua dengan suaminya selama 3 hari ini.Ia juga tidak enak hati jika Alif tahu kalau ia merindukan Sakhiy, pasti Alif akan mengajaknya pulang. "Sayang kamu sudah selesai mandinya?" CEKLEK Dhiya keluar kamar mandi sudah lengkap dengan baju ganti.Rambutnya masih ia bungkus dengan handuk. "Ada apa Mas?" "Kok sudah pakai baju sih?Padahal Mas ingin lihat kamu pakai baju lho."Dhiya mencebik dan berlalu meninggalkan suaminya. Alif terkekeh berhasil menjahili istrinya ,ia segera masuk kamar mandi. Alif mengambil baju ganti yang sudah disiapkan Dhiya.Selesai ganti baju ia menyusul Dhiya yang sedang duduk diatas kasur bersandarkan kepala ranjang. Alif memeluk Dhiya dari samping dan mencium kening Dhiya cukup lama.Dhiya tersenyum sambil memejamkan matanya. "Kata Ummi,Sakhiy sama sekali tidak rewel.Ia cuma sekali nanyain kamu." "Syukurlah,jadi tidak terlalu merepotkan Ummi.Tidur yuk Mas,aku ngantuk banget." "Tidurlah,Mas belum ngantuk.Apa perlu Mas bacakan dongeng?" Dhiya tertawa terbahak bahak.Ia jadi teringat Sakhiy yang sering ia bacakan dongeng tiap kali hendak tidur. "Yang..apakah boleh kalau tawa ini hanya untuk Mas saja?Mas akan cemburu,kalau ada orang lain yang menikmati wajah cantik ini saat tertawa." "Masa aku harus pasang wajah jutek sama orang Mas?" Alif mengangkat bahunya.Dhiya mengamati wajah suaminya. Jarak mereka hanya beberapa inchi,Dhiya dapat merasakan hembusan nafas suaminya yang menerpa wajahnya.Harum aroma mint yang menyegarkan. "Bagaimana kalau aku pakai niqab?" Alif tersenyum . "Tidurlah,tidak usah pikirkan kata kata Mas tadi.Selamat malam humaira,mimpi indah.Jangan lupa berdoa." Alif memejamkam matanya.Tidak lama,Dhiya mendengarkan nafas suaminya sudah teratur.' cepat sekali tidurnya' gumannya.


__ADS_2