KEMBALINYA CINTA PERTAMA

KEMBALINYA CINTA PERTAMA
BAB 54 RASA BERSALAH DHIYA


__ADS_3

Irfan dan Maharani memasuki rumah dengan lesu. Keduanya langsung menuju dapur ingin mengambil air minum. Sampai di dapur, mereka mendapati Aby sedang menyedu susu dengan air hangat , yang mereka yakini itu susu hamil untuk Dhiya. "Bagaimana kondisi Dhiya By?" "Sudah agak tenang Bu, tapi ia masih syok dengan kejadian tadi." "Syukurlah kalau begitu , Ibu agak tenang mendengarnya." "Apa Sakhiy sudah ke kamarnya?" tanya Aby karena tidak melihat putra sulungnya. "Sakhiy ada di rumah Yoga. Sebelum kamu keluar membawa Dhiya , Tristan lebih dulu mengajak Sakhiy keluar agar tidak melihat keadaan Dhiya." jawab Irfan . "Lagian besok kan hari minggu , jadi biarkan Sakhiy menginap di sana." tambah Irma. "Iya Bu , saya juga senang kalau Sakhiy juga dekat dengan keluarga Om Yoga . Saya ke kamar dulu." Di kamar , Dhiya tengah duduk bersandar pada kepala ranjang dengan mata terpejam. Ia sangat sedih, anaknya dihina begitu keji. Andai ia tidak sedang hamil , mungkin tadi ia sudah melayangkan tamparan pada orang yang sudah menghina anaknya. Disaat seperti ini, ia jadi teringat Alif dan keluarganya yang menerima dirinya dan Sakhiy dengan kasih sayang. 'mas alif,ummi, abah aku kangen kalian.' ucapnya dalam hati sambil terisak. Ceklek Aby membuka pintu dan berjalan mendekati Dhiya yang terisak. Hatinya sakit melihat wanita yang dicintainya sedih seperti ini. Ia merasa begitu bersalah karena apa yang terjadi pada Dhiya juga berawal dari kesalahannya. "Dhi..maafkan aku. Semua ini karena salahku , harusnya aku yang pantas mendapatkan semua ini. Maafkan aku." Aby bersimpuh dilantai. Dhiya mengusap kepala Aby dengan lembut dan memintanya untuk duduk disampingnya. Kemudian ia menyandarkan kepalanya didada Aby. "Maaf bee, kalau aku membuatmu sedih." Dhiya tahu Aby pasti merasa bersalah atas apa yang menimpanya dan melihatnya bersedih. Ia memeluk Aby lebih erat hingga dapat mendengar detak jantung Aby. "Mana susunya bee?" ucap Dhiya setelah melerai pelukannya. Aby mengambil nampan yang ia taruh diatas nakas dan memberikannya pada Dhiya. "Tadi kamu kasih berapa sendok?" tanya Dhiya ingin memastikan. "Tiga sendok, sesuai peraturan yang aku baca." "Terimakasih bee." ucap Dhiya kemudian. Ia segera meminum susu hamil hingga habis tak tersisa, dan menyerahkan gelas kosong pada Aby. "Apa kamu butuh sesuatu lagi?" tanya Aby. "Aku butuh kamu selalu disisiku bee." jawab Dhiya dengan manja dan membuat Aby terkekeh kemidian ia mendekap tubuh istrinya yang agak berisi. "Sakhiy menginap di rumah Om Yoga." Dhiya mengangguk. "Tristan baru saja menghubungiku." jawab Dhiya. "Dasar bocah tengil , beraninya mencuri start." ucap Aby bersungut sungut. "Hus..kata Tristan ponselmu dihubungi nggak bisa." Aby baru ingat kalau ponselnya habis daya. "Bee..maafkan aku." Dhiya mendongakkan kepala menatap Aby dengan rasa bersalah, sedang Aby masih diam menunggu Dhiya melanjutkan kalimatnya. "Karena kejadian tadi membuatku tertekan dan...aku sempat kangen sama Mas Alif. Tapi bukan kangen seperti aku kangen kamu, aku..aku teringat kebaikan Mas Alif padaku juga Sakhiy." mata Dhiya kembali berkaca kaca , sungguh ia takut kalau rasa yang masih ia miliki pada Alif merupakan dosa. Aby menangkup kedua pipi Dhiya dan tersenyum lembut , ia menyadari kalau kehadiran Alif dalam hidup Dhiya membawa pengaruh besar dalam hidup istrinya. Tapi ia yakin Dhiya bisa bijak mengolah perasaannya, dan ia juga yakin kalau cinta Dhiya hanya untuknya. Aby ******* lembut bibir istrinya dan dibalas oleh Dhiya. "Nggak ingin nengok anakmu bee?" ucap Dhiya dengan senyum menggoda dan tentu saja kesempatan ini tidak disia siakan oleh Aby. "Apa ini rayuan?" ucap Aby disela sela ciumannya. "Aku ingin melupakan semua kejadian hari ini dengan bercinta." Aby terkekeh dan mulai melakukan foreplay. Malam ini Aby ingin mengambil kendali penuh , ia ingin Dhiya benar benar melupakan kejadian yang menyesakkan dada dengan memberikan sentuhan sentuhan diarea area sensitif istrinya. Dan yang Dhiya ingat hanya hal hal yang nikmat dan menyenangkan. "Baik baik didalam sayang." bisik Aby diperut Dhiya sebelum melakukan penyatuan.


__ADS_2