
"Apa maksud Mama menyebarkan berita seperti ini?" "Astaga!Kamu ini bikin Mama jantungan saja.Kapan kamu datang?Kenapa tidak mengabari Mama?" Yonna sungguh terkejut dengan kedatangan Aby. "Sekarang itu tidak penting.Kenapa Mama menyebarkan berita kalau aku dan Pamela akan menikah bulan depan?" Aby tidak mengerti dengan jalan pikiran Mamanya. "Pamela sangat mencintaimu By,ia selalu menunggumu dan kemarin orang tuanya menagih janjimu untuk menikahi Pamela." "Aby tidak pernah menjanjikan apa apa untuk Pamela.Ini semua rencana Mama,Aby tidak mau tahu urusan Mama dan Pamela juga Tante Irma." "Kamu harus tetap menikah dengan Pamela.Kamu juga harus memikirkan nasib perusahaan." "Apa maksud Mama?" "Papanya Pamela akan menarik sahamnya kalau kamu tidak menikah dengan Pamela." "Ma,selama lebih dari 3 tahun Aby belajar dan bekerja keras untuk perusahaan.Bahkan Aby mengesampingkan kebahagiaan Aby demi kemajuan perusahaan .Dan sekarang,Mama bisa lihat kan perusahaan sudah stabil dan kembali pulih seperti dulu. Jadi Aby tidak akan menikah denga Pamela,Aby juga tidak perduli kalau Om Fras menarik sahamnya." "Apa ini karna perempuan itu?" "Siapa yang Mama maksud?" "Siapa lagi kalau bukan perempuan miskin itu." "Bahkan hingga saat ini Aby tidak tahu keberadaannya.Jadi Aby minta,Mama klarifikasi berita yang beredar,atau Mama yang akan menanggung malu karna ulah Mama sendiri." selesai dengan ucapannya,Aby keluar dari ruang kerja mamanya. Yonna mengepalkan kedua tangannya,ia tidak menyangka putra satu satunya berani membantahnya. 'pasti ini karna perempuan itu,awas saja kalau mereka masih berhubungan. batinnya. Aby melajukan mobilnya menuju area pemakaman.Ia berjongkok di depan makam Kakek juga Papanya.Ia sangat merindukan 2 sosok laki laki yang sangat ia sayangi. 'kakek,papa,aby datang.aku sangat merindukan kalian.' Aby mengusap dua nisan itu bergantian,ia memanjatkan doa dalam hati. ******* Aby bertemu seseorang di sebuah cafe.Ia sangat berharap detektif bayarannya membawa kabar baik. Sudah 3 tahun ia mencari keberadaan Dhiya di pulau Jawa,tapi hasilnya nihil. "Berita apa yang kamu bawa?" tanya Aby dengan wajah datar. "Silahkan anda baca ini" kata detektif bayaran Aby sambil menyodorkan amplop berwarna coklat," semua informasi yang anda cari ada didalam sini" lanjutnya. Aby membuka amplop itu dan membacanya dengan seksama. "Apa kamu sudah memastikan sendiri kalau informasi ini benar?" "Benar Pak.Saya sudah memastikan sendiri,saya juga mengambil beberapa foto,anda bisa melihatnya dan mengeceknya." "Terimakasih.Kamu boleh pergi." Sampai di apartemennya,Aby mengeluarkan isi dari amplop yang ia dapatkan dari detektif sewaannya. Tangannya bergetar kala melihat foto foto yang menunjukkan seorang wanita cantik berjilbab sedang bermain dengan seorang anak laki laki berusia sekitar 2 tahunan. 'jadi selama ini kau berada di Palembang Dhi,laki laki kecil ini pasti anakku.' Aby lalu mengambil beberapa foto lagi, matanya melotot seakan tak percaya dengan yang dilihatnya. 'inikan pak alif.jadi istrinya pak alif itu kamu dhi?ya Tuhan,apa yang harus aku lakukan sekarang? Aby mengacak acak rambutnya,dadanya terasa sesak,kepalanya berdenyut denyut.Disatu sisi ia bahagia karna sudah menemukan Dhiya juga anaknya,disisi lain ia kecewa karna wanita yang dicintainya sudah milik orang lain. Ia tertawa sumbang . 'dhiya sudah mendapatkan laki laki yang tepat by,alif laki laki baik,ia akan jauh lebih bisa membahagiakan dhiya daripada kamu,laki laki pengecut yang sudah membuat wanita yang kamu cintai pergi dan membencimu.kamu memang bodoh by,sekarang hiduplah dalam kesepian,tuailah apa yang telah kamu tanam'aby bermonolog dalam hatinya. Hingga pagi menjelang,Aby tidak bisa memejamkan matanya.Ia terus memandangi foto bocah laki laki yang sangat mirip dengannya sewaktu kecil.Ia tersenyum dan mencium foto tersebut. Air matanya kembali menetes kala ingat saat ia merenggut kesucian Dhiya.