Kepingan Hati Vania

Kepingan Hati Vania
Trending


__ADS_3

"Nia, kakak iparmu trending di media sosial hari ini," kata Keysha menghampiriku setelah aku mandi sore.


"Tahu darimana?" tanyaku heran karena di asrama ini tidak diperkenankan untuk memakai ponsel, otomatis segala aktivitas media sosial kami tidak aktif jika masa sekolah.


"Ppsstt ...." Keysha meletakkan telunjuk di bibirnya menyuruhku memelankan suara.


"Riri menyelundupkan ponselnya. Aku tahu darinya, di kelasku sudah heboh karena trending hari ini adalah Tuan Muda kaya raya dari Ibukota."


"Trending? Apa yang trending?"


"Ingin tahu tidak?"


"Iya. Trending kenapa?"


"Roti sobek."


"Roti sobek? Apaan sih? Varian baru jenis roti yang dikeluarkan perusahaannya ya?"


"No! Roti sobek itu maksudnya kotak-kotak di bagian dada dan perut Tuan Muda, bukan roti sobek sesungguhnya. Banyak komentar hot and sexy."


"What!" teriakku dengan mata terbuka lebar setelah paham istilah roti sobek, "Apa-apaan ini? Apakah foto tak senonoh Kakak Ipar terpublish?" tebakku dalam hati.


"Ppsstt ... Bisa tidak teriak gak sih!" Keysha meletakkan lagi telunjuknya di bibirnya dengan mata melotot ke arahku, gemas.


"Habisnya ada roti sobek segala. Foto lagi ngapain?"


Jantungku berdegup kencang menanti jawaban Keysha, takut ada musuh bisnis Kakak Ipar yang diam-diam menyerang dengan cara licik ingin menghancurkan reputasinya.


"Di acara Color Run Festival di Ibukota sabtu kemarin, Tuan Muda Pradipta menggendong seseorang ala pengantin. Wajahnya tidak terlihat karena bersembunyi di lekukan roti sobeknya Tuan Muda."


"HAH!"


Aku tak kuasa lagi menahan suaraku yang spontan dan keras.


Plak.


Keysha memukul lenganku, "Suaramu itu, Niaa! Haissshhh ... kalau begini malas rasanya aku memberitahumu."


"Siapa yang berada dalam gendongan Tuan Muda?"


Jantungku lebih cepat dari pertanyaanku sebelumnya, rasanya mau copot takut kalau wanita itu bukan kakakku.


"Mana aku tahu? Tadi kan, sudah kubilang, wanita itu menyembunyikan wajahnya. Sepertinya kau harus melihatnya untuk mengetahui apakah dia kakakmu atau bukan? Karena di kelasku sudah heboh berspekulasi dan bergosip."


"Hhmmppfff .... Kenapa juga Kak Litha tidak mau dipublikasikan sebagai istri Kakak Ipar? Jadi jatuh fitnah begini, kan? Seorang Tuan Muda Pradipta akan selalu menarik perhatian publik."


"Key, temani aku ke kamar Riri. Aku mau melihatnya," pintaku kemudian.


"Engg ...."


"Ayo! Siapa suruh kau memberitahuku setengah-setengah begini. Aku kan, jadi penasaran. Aku ingin memastikan wanita dalam gendongan Tuan Muda itu kakakku apa bukan, supaya mereka tidak menjadi bahan pergunjingan."


Tanpa menunggu persetujuan darinya, aku menarik tangan Keysha untuk pergi menuju kamar Riri.


.


.


.


Riri memberikan ponsel selundupannya padaku. Dia membuka akun media sosialnya dan menampakkan foto-foto yang menjadi trending di acara Color Run Festival dua hari lalu. Tak kalah penasaran dengan Keysha, Riri dan Rachel, teman sekamar Riri memepet badanku ingin melihat dan ikut memastikan juga.


"Benar itu kakakmu, Nia? Soalnya foto istri Tuan Muda saat menikah di-blur, jadi publik tidak tahu siapa sosok Nyonya Pradipta," cerocos Riri tidak sabar.


"Tunggu bentar, napa sih!" sergahku memperbesar sebuah foto yang menjadi trending nomor satu.


Memang benar itu gambar Kakak Ipar yang bertelanjang dada menggendong seseorang yang sengaja menyembunyikan mukanya. Namun, jelas seulas senyum terpatri di wajah Kakak Ipar. Kuperhatikan lagi dengan seksama foto itu. Bingo! Aku lega setelah memastikannya.


"Hah! Benar saja wanita yang digendong Tuan Muda Pradipta adalah Kak Litha, istrinya sendiri. Tuh, lihat saja perutnya! Sekarang kakakku sedang hamil enam bulan."


Mulut ketiga gadis di sampingku membulat, "Ooo ... Tapi kenapa kakakmu tidak ingin menampakkan dirinya sebagai Nyonya Pradipta? Padahal banyak wanita berlomba-lomba ingin dekat dengan Tuan Muda Pradipta," tanya Rachel penasaran.


"Entahlah. Aku tidak pernah menanyakannya karena aku tahu hal itu adalah privasi kakakku, tapi Kak Litha memang orang yang sederhana dan tidak ingin disorot," jawabku enteng, tapi ya begitulah faktanya.

__ADS_1


"Sweet banget kakak iparmu, Nia. Pria idaman semua wanita, sayang ... sudah tidak bisa dimiliki," sahut Riri menatap foto Kakak Ipar dengan berbinar. Aih, ingin rasanya kusentil itu mata.


"Hei! Jangan memandang foto kakak iparku begitu! Dia sudah punya istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah," sungutku tidak terima.


"Yah, resiko pria idaman jutaan wanita, Nia ... Hati-hati ada sekian banyak pelakor dari jutaan wanita itu. Alangkah baiknya kalau kakakkmu dipublish sebagai Nyonya Pradipta agar para wanita yang melihat roti sobek Tuan Muda bisa menjaga diri dan matanya seperti kami," timpal Rachel yang masih menatap foto Kakak Ipar.


Kutoyor kepalanya, "Apa kau salah satu dari wanita yang kau sebut tadi, ha?"


"Haisshh ...."


Keysha dan Riri tergelak, "Sudahlah, kita skip saja foto Tuan Muda karena meski sangat menarik tapi kita harus menahan diri sebagai gadis bermartabat. Aku ingin menunjukkan pada kalian trending nomor dua setelah roti sobek." Riri mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di layarnya.


"Heh, aku tidak tertarik. Aku hanya tertarik dengan berita Tuan Muda Pradipta. Ayo Key, kita balik ke kamar! Jangan sampai kita tertangkap Ibu Pengawas Asrama jam segini masih bermain di kamar lain."


Aku sudah berdiri dan menarik tangan Keysha untuk kembali ke kamar, tapi demi apapun langkahku terhenti bersamaan dengan detak jantungku.


"Ini masih berkaitan dengan Tuan Muda Pradipta, tapi asistennya, sih. Okelah, kalau kalian mau balik, bye ...." sahut Riri.


Deg.


"Asisten? Asisten Yan? Trending kenapa? Apa dia juga memiliki roti sobek?"


"Nia! Kau kenapa? Katanya mau balik. Ayo!" Keysha membuyarkan lamunan sesaatku.


"Tunggu! Aku mau melihatnya." Aku cepat berbalik menghadap Riri dan Rachel, "Apa yang membuatnya sampai trending?"


"Nia, kau tahu tidak pria-pria single di Pradipta Corp. yang menjadi incaran para wanita di negeri ini? Semuanya bermimpi paling tidak bisa menjadi pemilik hati salah satu dari ketiga pria terpopuler di Pradipta Corp." ujarnya memberi informasi dengan sangat berapi-api, "Baiklah, kita coret Tuan Muda Pradipta karena sudah menikah, tinggal dua yang menjadi pria impian."


Riri berceloteh dengan bangga karena hanya dialah sumber informasi ter-update diantara kami berempat. Keysha dan Rachel sangat antusias mendengarnya, tidak denganku yang perasaannya semakin tidak karuan berkecamuk.


"Siapa sisa duanya?" tanya Keysha, dia akhirnya mengurungkan niat kembali ke kamar.


"Ya-- ya-- siapa mereka?" Rachel ikut memberondong Riri.


"Haishhh ... Kalian ini sungguh tak sabar kalau bicara laki-laki. Ingat! Mereka itu layaknya Om - om buat kita, karena usia yang jauh berbeda. Jadi kita harus sadar diri, cukup jadi pengagum saja ya!" tukas Riri menggeser-geser layar ponselnya.


"Ih ... banyak omong. Buruan!"


"Ish ... ish ... Tak sabarnya kalian ini ... Oke, lelaki high quality jomblo pertama adalah Tuan Firza Pradipta," Riri menunjukkan fotonya seorang lelaki tampan berwajah teduh dengan senyuman yang menghipnotis, "Firza Nathan Pradipta, cucu angkat mendiang Nyonya Besar Pradipta yang juga menjabat Wakil Presdir Pradipta Corp. Konon sifatnya bertolak belakang dengan Tuan Muda Pradipta yang terkenal temperamental, arogan dan dingin. Jika Presdir Pradipta dikenal sebagai eksekutor handal setiap keputusan yang diambil, maka dibalik keputusan itu ada peran Tuan Firza yang memberi sumbangsih sebagai pemikir dan pengatur strategi mumpuni."


Riri begitu semangat menceritakan latar cucu angkat Keluarga Pradipta. Aku tahu siapa dia dan sepak terjangnya di Pradipta Corp. ... juga sudah pernah melihat foto yang penuh wibawa itu sebelumnya di internet. Walaupun penggemarnya tidak sebanyak penggemar Kakak Ipar, namun sosoknya cukup menyedot perhatian para pelaku bisnis dan kaum hawa. Namun, yang membuatku bertanya-tanya sejak lama adalah mengapa dia tidak menghadiri acara pernikahan Tuan Muda Pradipta? Rumor mengatakan kedua lelaki Pradipta itu meski terlihat sangat kompak tapi sebenarnya mereka tidaklah akur dan selalu dalam periode gencatan senjata satu sama lain.


"Wah, tampan sekali! Benarkah dia masih single? Apa mungkin dia jodohku yang kelak menungguku dewasa?" Mata Rachel begitu berbinar melihat foto Tuan Firza.


"Sembarangan! Itu keajaiban dunia kalau dia berjodoh denganmu, karena aku juga mau," sela Riri memukul pelan Rachel.


"Astaga, kalian! Masih SMA sudah jauh berpikir tentang jodoh. Belajarlah dulu yang baik agar siap bersaing, karena aku juga mau." sengit Keysha tidak mau kalah.


Ya ampun, kepalaku pusing mendengar celotehan mereka layaknya memperebutkan sebuah brand fashion yang lagi diskon 80 persen.


"Nia, kau pasti pernah melihatnya langsung dia acara pernikahan kakakmu. Ayo ceritakan pada kami bagaimana tampannya dia!" rengek teman sekamarku yang di-iyakan Riri dan Rachel.


"Tidak. Aku tidak pernah melihatnya langsung karena dia tidak hadir entah kenapa."


"Benarkah? Berarti rumor yang beredar itu fakta. Tuan Firza tidak akur dengan Tuan Muda Pradipta. Coba bagaimana bisa dia tidak hadir di acara pernikahan keluarga? Namanya hajatan anggota keluarga, sesibuk apapun pasti hadir memberi dukungan.l," ujar Riri berspekulasi.


"Haisshhh ... Kalian ini senang sekali bergosip yang belum tentu benar. Sudah jangan semakin berkembang prediksimu, jatuhnya nanti jadi fitnah dan kalau yang bersangkutan tidak terima, apa kau sanggup berurusan dengan Keluarga Pradipta?"


Aku seidkit memberi peringatan pada Riri agar berhenti membicarakan Keluarga Pradipta. Bagaimanapun juga keluarga konglomerat itu adalah keluarga kakakku yang wajib aku tutupi aibnya.


"Hiiii ... Cari mati itu namanya! Sudahlah, kita cukupkan tentang Tuan Firza disini. Sekarang kita beralih ke pria single satunya yang tidak kalah menarik perhatian dan memiliki banyak penggemar bawah tanah yang diam-diam melebihi penggemar Tuan Muda Pradipta," kata Riri bergidik dan langsung menghindari sesuatu yang berpotensi masalah.


"BAWAH TANAH?"


Kami bertiga memekik bersamaan dan kemudian menutup mulut masing-masing karena suara kami yang besar dapat menarik perhatian Ibu Pengawas Asrama yang rajin berkeliling.


"Dialah Sang Asisten Presdir, Abyan Pratama. Solusi atas segala permasalahan perusahaan dan pribadi Presdir Pardipta Corp. Pengamat yang jeli dan berintuisi tajam. Semua laporan, proposal dan segala macam berkas sebelum sampai ke tangan Presdir akan dibedah dulu olehnya. Banyak lawan bisnis yang mengatakan jika ingin menghancurkan Presdirnya, maka lumpuhkan asistennya terlebih dahulu. Tapi sejauh ini tidak ada yang berhasil ... Asisten Yan terlalu tangguh untuk dilumpuhkan. Selain sangat berkompeten mengurus segala keperluan Presdirnya, dia juga memiliki kemampuan beladiri yang mematikan. Siapapun wanitanya pasti merasa beruntung sekali karena Asisten Yan adalah sosok tinggi berbadan tegap nan tampan yang pandai mengurus dan melindungi. Apalagi yang dicari wanita dari seorang pria selain itu?"


Rasa-rasanya aku mau pingsan mendengar detail Riri yang mendeskripsikan Asisten Yan secara berlebihan. Begitu sempurna didengar tapi juga tidak kupungkiri kalau itu benar.


"Whoaaa ... Mana? Mana orangnya? Aku mau lihat!" Rachel langsung merebut ponsel di tangan Riri.


"Sabaran dikit jadi orang kenapa, sih ,Chel! Aku kan belum selesai," sungut Riri mengambil ponselnya kembali.

__ADS_1


"Nah, sebelum tagar roti sobek trending, ada tagar shortpink yang lebih trending duluan dan itu milik Asisten Yan."


"Maksudnya?" tanyaku berdegup.


"Di Color Run Festival itu, Asisten Yan ikut berpartisipasi dalam acara intinya, yaitu lari. Tapi yang menghebohkan adalah training pendeknya berwarna soft pink. Tanpa sungkan dia berlari meski awalnya di cemooh 'Apa Asisten Yan tidak salah memilih warna?' Tetapi justru dengan warna pink membalut pahanya yang seksi itu membuat kaum hawa berteriak histeris. Shortpink yang dipakainya melambangkan sisi lembut seorang Abyan Pratama di balik ketegasannya. Banyak foto candid yang diambil saat acara berlangsung. Lihat!"


Riri menggeser layar ponselnya berkali-kali memperlihatkan satu-persatu kumpulan foto Asisten Yan yang mengenakan shortpink. Harus kuakui kalau pendapat kebanyakan kaum hawa itu benar, Dia terlihat sexy, lembut dan sweet.


"Oh Tuhan ... Apa yang mulai kubayangkan lagi? Ini tidak benar!"


Aku terpaku takjub oleh maha karya yang diciptakan Sang Pencipta. Betapa indah setiap lekukan dan bentuk dari visualisasi gambar dua dimensi yang kutatap.


"Nia. Are you interested to him?" tanya Keysha dengan suara pelan.


"Yes, ah-- No-- No-- Bukan. Bukan seperti yang kau pikirkan, Key!"


"Heh! Really?" tanyanya lagi tidak percaya.


"Hei, Key! Gadis mana yang tidak tertarik disuguhi foto seperti ini. Kita semua pasti tertarik. Tapi Vania lebih beruntung karena dia bisa berinteraksi langsung dengannya," sela Riri, untunglah nampaknya dia tidak melihat kegugupanku barusan, tidak dengan Keysha, dia malah menyipitkan matanya menelaah di kedalaman mataku. Shi*t!


"Eh, gimana kalau kita buat fanbasenya saja. Aku yakin penggemarnya sangat banyak apalagi setelah tagar shortpink ini trending, yang tidak mengenalnya juga pasti akan jatuh cinta," usul Rachel.


"Eh, apa maksudnya?" tanyaku bingung.


"Iya, kita menyajikan berbagai foto dan info tentang Asisten Yan yang belum pernah muncul di internet. Tentu yang akan ditampilkan adalah info-info positif dan jika ada yang berkata kasar atau bersifat kebencian padanya, tenang saja ... kita yang maju duluan membereskannya."


"Benar. Kau ketuanya," tunjuk Riri di depan hidungku, jelas aku terkaget-kaget.


"Pasti kau memiliki foto-foto Asisten Yan, kan? Setidak saat acara pernikahan kakakmu." lanjutnya lagi yang semakin membuat kepalaku pening.


"Yeah .... Shortpink Fans Club namanya." Rachel sangat kreatif dalam memberi usul, tapi ....


"Namanya lucu dan imut hehehehe ...." kekeh Keysha.


"Aku balik ke kamar dulu ya," ujarku canggung menghindari tatapan mereka ke wajahku. Aku segera berjalan ke arah pintu tanpa memedulikan ketiga gadis itu.


"Nia, tunggu! Kamu kok balik sendirian," sergahnya padaku, "Ri, kami balik dulu ya," katanya pamit saat aku sudah membuka pintu kamar Riri dan Rachel.


"Ya ... gak seru ditinggal pas seru-serunya!" rajuk Rachel kesal.


"Sudah, ini juga sudah malam nanti ketahuan Pengawas Asrama bisa berabe, yang penting kamu bersedia ya Nia, jadi ketua Shortpink Fans Club dan wajib menyetor foto dan info terkini tentang Asisten Yan. Urusan pengaturan fanbase-nya serahkan pada kami selaku admin," kata Riri mengambil keputusan sepihak yang memaksaku menjawab 'iya'.


"Eh, Ri, jangan se-enaknya!" sela Keysha bingung antara mau menanggapi omongan Riri atau mau mengejarku yang sudah berada di koridor asrama.


"Vania akan langsung mengatakan tidak kalau tidak bersedia. Tadi dia diam saja artinya bersedia. Tidak ada perdebatan lagi! Kau sekarang harus segera kembali ke kamarmu, kalau tidak, kau akan membuat masalah nanti."


Secara halus Riri mengusir Keysha dan menolak protesnya karena dia menganggap diamku berarti menyetujui dan bersedia menjadi seorang ketua fanbase.


.


.


.


"Nia, tunggu! Kau kenapa?" tanya Keysha berbisik dan menekan suaranya seiring mensejajari langkahku yang lebar dan cepat.


"Kenapa apa? Aku hanya ingin kembali ke kamar." jawabku juga tak kalah berdesis karena menekan suara agar tidak mengundang perhatian.


"Kau tidak bisa membohongiku, Vania. Wajahmu merah padam saat nama Asisten disebut dan melihat fotonya. Kau tidak pernah salah tingkah begini. Kau menyukainya kan?"


"Menyukai siapa?" elakku membuka pintu kamar kami dan segera melangkah masuk.


"Abyan Pratama, Asisten Presdir Pradipta Corp." jawabnya sembari menutup pintu.


"Hah! Apa-apaan Keysha berkata demikian. Atas dasar apa? Ngaco!"


"Tidak perlu dijawab, Nia. Kau pasti bingung! Tapi sebagai teman se-kamarmu yang tahu persis siapa dirimu, aku sudah tahu jawabannya."


Deg.


Tubuhku menegang, Keysha benar! Aku bingung dan tidak tahu apa jawabannya. Tetapi dia mengatakan sudah tahu jawabannya, dari mana? dan apakah itu nyata?


- Bersambung -

__ADS_1


__ADS_2