Kepingan Jingga

Kepingan Jingga
DAN SEMUA ITU BERSAMAMU


__ADS_3

Wira menyatukan kedua kening mereka hingga kedua ujung hidung mereka bersentuhan, menyatukan nafas yang tenang nan damai.


Sama-sama mendalami aroma helaan nafas masing-masing.


"Aku suka kamu, Rengganis!"


"Jangan pernah tinggalin aku,"


Setitik air mata mulai membasahi sudut mata Ganis,


"Bang Gem ngga suka kamu, dia suruh aku jauhin kamu!"


"Kamu ngga akan kemana-kemana, akan selalu ada di sampingku!"


'Sesuatu buruk mereka lakukan demi tak seorang pun yang berani memisahkan.'


"Aku hamil, Nata!"


"Br3nk s3k!!! Bad jing4n!"


"Jangan Bang Gem! Nata ayah dari bayi di dalem perut Ganis!"


"Mamposss lu anj@$!%#&!"


Semua peristiwa yang sudah mereka alami bagai scene film yang sedang terputar jelas.


"Kamu tega ninggalin Ganis, Nata! Ganis lagi hamil!"


"Aku bakalan selalu jagain kamu, ngga akan kemana-mana,"


"Dia kaya buah pir! Namanya pir," 'jemari lentik Ganis menari-nari diatas lukisan sayap burung phoenix yang tak tertutup sehelai kain pun. Kecupan hangat mendarat di atas perut Ganis'.


"Bang, ijinin Ganis pergi bareng temen-temen sebagai perpisahan!"


Ganis kecelakaan!


"Ganis, sayang! Kamu harus kuat,"


Degupan jantung Wira terpompa cepat, saat kilasan balik itu menampilkan hal paling pahit dari semua kenangan bersama Ganis, pelukannya di badan Ganis bahkan mengerat, seolah terbawa suasana, hingga setitik air bening membasahi sudut matanya.


"Ganis keguguran, dia mengalami trauma otak, dan amnesia, sendinya bergeser, patah tulang kaki dan lengan."


"Diantara korban selamat, merupakan keajaiban Ganis bisa selamat. Mengingat luka yang dialaminya."


"Ganis harus dirujuk ke RS di Jakarta, biar mama telfon tante Shania,"


"Mereka tetangga mama?" 'pandangan itu begitu kosong layaknya ruangan gelap tanpa ada apapun.'


"Lu berandal sekolah yang paling gua benci!"


"Jangan ngaku-ngaku suami Ganis! Ngga mungkin Ganis mau nikah sama berandal macam kamu!"


Wira beralih mengecup kening Ganis, kejadian itu terasa baru kemarin mereka alami. Begitu terjal perjuangan mereka untuk sampai di titik ini. Titik dimana keduanya kembali berpegangan tangan dan tak saling melepaskan, meleburkan semua ego demi si tersayang.


Masa lalu kelam dan kesalahan lampau menjadi sesuatu pembelajaran juga tempaan untuk keduanya. Tak ada yang tak mungkin, meski hubungan tak cukup hanya dengan bermodalkan kata cinta.


Tap...tap...tap...


Indi sontak mengerem langkahnya, ia langsung menutup mata dan membalikkan badan.


"Ihhhhh, a Nata! Teh Ganis! Kalo mau peluk-pelukan sama cium-ciuman mah di kamar atuh ih! Ada bocil nih!" teriaknya.


"Ibuuuu! Di dapurnya ada adegan 18+!" jeritnya lagi.


Ganis memalingkan wajah dan tertawa.


"Ganggu aja!" gerutu Wira mencebik.


"Lagian ini tempat umum, dilarang kecap-kecup!" sewot Indi membalikkan kembali badannya, ia hendak membawa gelas mug kosong.


Gadis itu menghampiri kedua insan tak tau tempat ini sepaket mulut manyunnya.


"Mau apa?" tanya Wira dan Ganis.


"Mau ngambil mug! Tuh di halangin a Nata!" tunjuk Indi, rupanya rak piring terhalangi badan Wira.

__ADS_1


"Ohhh!" keduanya berohria dan menggeser badan.


"Idih, suami istri sih suami istri tapi ngga harus dempet-dempetan gitu juga meren!" omel Indi, mata jomblonya menangis jerit-jerit. (kaleee!)


"Ndi," bisik Ganis.


"Apa?" sengak Indi.


"Tadaaa!" Ganis menunjukkan tespeck bergaris merah 2.


"OMG!!" Indi terkejut sekaligus berseru tak percaya, gadis itu merebut tespeck dari tangan Ganis.


"Calon keponakan Indi?" Ganis mengangguk, sementara Wira memilih duduk di kursi meja makan.


"Ibuuuuuu!!!!!


"Teh Ganis hamil!" teriaknya dari dapur berlari ke arah ruangan tengah


...----------------...


Ganis dan Wira baru saja pulang, setelah mengantar Ganis periksa sepulang ngampus.


"Ay, aku mesti balik ke Vulcan. Lagi sibuk banget, barang orderan customer dari Jakarta sama Surabaya mesti dikirim besok," ijin Wira.


"Iya, hati-hati kalo gitu. Jangan lupa makan. Pulangnya jangan terlalu malem," pesan Ganis cerewet.


"Sip!"


"Satu lagi bang Nat!" jedanya menghentikan aktivitas Wira.


Wira menarik kedua alisnya, "apa?"


"Ngga usah ada acara minum, minuman keras! Ganis sama pir ngga suka!"


"Beres bos!" ia mengecup perut datar Ganis, "sehat-sehat mas bro!" gumamnya.


"Idihhh, kalo cewek gimana?" Ganis berkacak pinggang.


"Berarti mbak sist!" jawab Wira.


~WIRA~


Aku hanya satu dari segelintir pemuda tanpa impian macam-macam, pemuda yang bebas tak terkekang, melakukan apa yang kusuka. Hanya bermimpi untuk hidup dengan tenang tanpa siapapun mengusik, entah itu diriku ataupun orang sekitarku. Aku adalah pemuda dengan harapan jika hari esok matahari masih menyinari duniaku, dan dunia orang sekitarku. Meskipun dunia terkadang tak adil untuk orang sepertiku, aku adalah lelaki yang tak banyak keinginan, tak ingin menaklukan dunia dengan materi, atau memiliki segala yang kumau. Karena yang kumau cuma dia, dia yang menyayangiku dan sebaliknya.


Disaat orang lain menginginkan bima sakti untuk dirinya sendiri, aku hanya mau kamu, Rengganis Kamania....


Langkah Wira mantap masuk ke dalam Vulcan,


"Nat, itu kata tukang bangunan mendingan diborongin aja bangunnya. Soalnya biar ngga makan waktu lama," ujar Ibro.


"Sip lah! Atur-atur aja lah, biar cepet juga grand openingnya!" jawab Wira.


"Eta kumaha undangan?" tanya Wira. (Itu gimana undangan)


"Udah beres, mau dibuat berapa banyak?"


"Nih daftarnya, gua kirim lewat email," balasnya.


"A Nat, kata anak produksi yang orderan ke Surabaya ready kirim!" ujar Ega.


"Oke! Langsung paketin aja, cuan udah masuk full tadi pagi," jawab Wira.


"Asikkk! Bau-bau bonus euy!"


Begitulah kesibukannya sekarang.


Hey calon mpap, jangan lupa bekelnya dimakan!


Senyumnya mengembang membaca pesan dari Ganis.


Bumil ini masih setia nyemil sambil nontonin kartun favoritnya dan Indi sore-sore.


Ponselnya berdenting, bukan dari Wira melainkan dari kosim Lele.


Kosim, itu resep salad fruit's and oats nya jangan lupa diamalkan!

__ADS_1


Iya, dokter! balas Ganis.


"Assalamualaikum!"


Ganis dan Indi langsung menoleh pada asal suara, Ganis hanya celingukan dan sesekali menajamkan pendengarannya demi meneliti suara dari luar, samar-samar ia mengenali suara itu.


Sementara Indi sudah beranjak dengan semangat.


"Indi keluar dulu teh," ijinnya antuasias dengan wajah tak sabar.


Karena penasaran, daripada nanti malam ia tak bisa tidur pulas, Ganis memilih mengikuti Indi. Ia menaruh bantal sofa dan memakai sandal hotel miliknya.


Hatinya terasa tergaruk-garuk tak karuan melihat Indi asyik cekikikan, ia semakin dilanda penasaran.


"Kaya kenal deh! Coba---coba lebih deket!" ujarnya kepo lovers.


Ganis menguping pembicaraan Indi dan tamunya, mata Ganis menyipit lalu sedetik kemudian mata indah itu membola.


"Luu!!!" tunjuk Ganis.


"Hay Nis, he-he-he!" ia cengengesan.


"Teh Ganis? Ngikutin Indi?" tanya Indi ikut terkejut dengan kehadiran Ganis, perempuan ini datang tak dipancing pergi tak di jorokin.


"Nis, udah keliatan aja calon Wira junior. Berapa bulan?" basa-basinya.


"Wah, cari mati nih anak! Berani ngecengin adek ipar Ganis?!" bukannya menjawab, ia malah melayangkan ancaman.


"Santai Nis, udah tobat gue kok! Asli Nis, sekarang mah serius sama Indi," bujuknya, sudah dari dulu ia tau jika mengejar Indi pasti tak akan mudah, berurusan dengan para bodyguardnya yang seperti algojo hukum pancung ini.


Ganis meraih sapu di sampingnya, "eh Nis! Ampun Nis! Ampun! Sumpah, udah bilang Wira kok!"


"Teteh ih jangan teh!" tahan Indi.


"Apa sih, orang Ganis mau nyapu lantai ?!" balasnya polos.


"Hati-hati sama dia Ndi!" bisik Ganis berujar bak kompor bleduk.


"Dan lu! I watch you!" (aku mengawasimu) Ganis hampir saja mencolok matanya dengan kedua jarinya, jika Ganis tak ingat hamil, ia tak mau jika nanti anaknya mirip orang lain bukan mpap-nya.(papah)


Ia masuk lagi ke dalam rumah, meraih ponsel kasar. Tangannya menyentuh tombol kontak dengan kekuatan super milik Flash si cepat, hanya butuh beberapa detik saja panggilan diangkat


"Hallo ay,"


"Bang Nat!!!!! Kenapa itu manusia minus akhlak malah diijinin pacaran sama Indi?!" teriaknya.


"Calm down ay, calm down.. maksudnya siapa? Indi punya pacar?" tanya Wira balik. (Kalem/tenang ay, kalem...)


"Hah?" Ganis terbengong. Sementara dari luar suara mesin motor terdengar baru saja pergi dari rumah.


"Si*@lan Ganis dikibulin!!!"


"Rajaaaaaaa!!"


Wira tertawa dari sebrang telefon sana, mendengar omelan dan teriakan Ganis pada salah satu sahabatnya itu.


...~END~...


.


.


.


.


Yeeee! Akhirnya sampai juga kita disini, min kok gantung? Engga--engga, engga gantung...emang akhirnya ya gitu. Min pengen liat Ganis lahiran, berhubung kata dokter lahiran tuh ngga boleh banyak orang yang liat, biarkan Ganis lahiran sama Wira nya aja 😌. Min ada season 2 kah? Atau Raja sama Indi gimana Min, ya gitulah Ganis sama Raja emang selalu versus apalagi sekarang Raja ngejar Indi, kalo mood ku baik nanti kubikin part mereka. Min cerita selanjutnya aku minta anak Ica-Jihad, Andro, Galih, Azza, Uzi--Vani.....semuanya lah sampe mang Jajang juga bikinin lah ceritanya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jawabannya adalah who knows? Surprise aja! Makasih atas dukungannya buat GaWir...(kalo di sunda Gawir tuh pinggiran jurang) 🀣🀣🀣


Dan makasih juga untuk tetep stay tune suka sama karya-karya yang entah apa aku sebut, meskipun bukan masterpiece melainkan cerita res-resan bandrek😜😜. Setiap pembaca punya selera tersendiri dan aku tidak bisa memaksakan itu. Tapi aku pun tidak bisa memuaskan setiap ekspektasi para pembaca. Jadi, jika mereka ada yang datang dan pergi katanya ceritaku membosankan lah atau apalah, tak apeuuu! Kalo kata si upin mah, mungkin kita belum jodoh, mueheheheh! Aku sangat-sangat mengucapkan terimakasih bagi pembaca yang benar-benar setia sama aku, i love you somat pokona mah, lope-lope cenat cenut lah, big hug kalo kata anak generasi frustasi mah!


Jikalau ada cerita baru nanti aku post di Ig, aku umumkan di GC, atau aku kasih info disini dan novel-novel yang berhubungan. Kalo perlu kupasang baligho gede di jalan raya, jikalau Mimin Sin terbitin kalya baluuuu.


Akhir kata see you di karyaku berikutnya gengs, bo iboe, dek adek, akak-akak, rombongan GaWir pamit dulu!!!!!

__ADS_1


SALAM SAYANG ❀❀


__ADS_2