Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 1


__ADS_3

Pagi ini langit terlihat begitu cerah, menampakkan matahari yang bersinar begitu terang, hangatnya matahari kini dapat kurasakan kembali setelah beberapa hari lalu hujan mengguyur daerah tempat tinggal ku..


Ku awali pagi ini dengan senyuman, hari yang telah lama ku nanti namun hari yang sedikit berat bagiku dan juga keluargaku...


Hari ini aku harus meninggalkan rumah dan keluargaku, tapi apa boleh buat demi pendidikan dan membuat orang tua ku bangga aku harus rela meninggalkan mereka untuk sementara waktu....


Ayah dan ibuku seorang pegawai negeri sipil, bagi kebanyakan orang bekerja sebagai pegawai negeri sipil adalah pekerjaan yang enak sebab bisa mendapatkan gaji yang besar, namun pada kenyataannya tidak semua pegawai negeri sipil merasakan hal itu


Gaji ayah dan ibu tak seberapa tapi cukuplah untuk biaya hidup kami semua, aku mempunyai satu orang abang bernama Pratama dan juga satu orang adik bernama Bayu.


Ketukan pintu kamar menyadarkan ku dari lamunan tentang keluarga ini. Ini pasti ibu pikir ku


tok..tok..tokk..


"kak bangun jam berapa ini ?" dan benar seperti dugaan ku itu pasti ibu "Iya bu.." jawabku seraya membukakan pintu.


"Cepat mandi sudah jam berapa ini, nanti kita terlambat" kata ibu lalu pergi meninggalkan ku. Akupun segera menutup kembali pintu kamar ku dan bersiap-siap.


siang nanti aku dan keluargaku akan berangkat ke Jogja untuk melanjutkan pendidikan ku disana... keluarga ku turut serta mengantarkan ku hingga Jogja demi memastikan bahwa aku akan baik-baik saja disana.


"Pagi semuanyaaa....." sapaku ketika melihat mereka semua berkumpul dimeja makan, tiba-tiba abangku datang dari belakang dan menjitak kepalaku "Aduhh... abang kenapasih pagi-pagi sudah main jitak saja" eluhku, tapi seperti biasa abang ku itu hanya menampakkan senyum jahilnya


akupun duduk dikursiku untuk sarapan bersama keluargaku... tapi rasanya ada yang berbeda, kenapa abangku yang duduk disebelahku biasanya juga adikku ? "Kenapa lihat-lihat buruan makan nanti kita telat" ucap abang kala memergokiku sedang memperhatikannya


"Issh... apaan sih abang, biasanya bayu yang duduk disini kenapa sekarang jadi pindah posisi begini ?" tanyaku, tapi bukannya menjawab abangku malah melanjutkan makannya yang tertunda.

__ADS_1


Seusai makan ayah meminta kita semua untuk bersiap dan berkumpul diruang keluarga, aku dan ibu segera membereskan meja makan agar dapat segera menyusul mereka diruang keluarga.


beberapa menit kemudian, kami sudah kembali berkumpul diruang keluarga dan siap untuk berangkat menuju bandara


waktu menuju bandara dari rumah ku ditempuh kurang lebih lima jam dan penerbangan kami pukul 14.30, maka dari itu kami harus berangkat


mobil yang ayah sewa telah datang. Bang Tama memasukan barang bawaan kami kedalam bagasi mobil, barang bawaan kami cukup banyak mengingat nanti aku harus menetap disana


"Bantuin dong nis... jangan cuma liatin aja.." keluh bang Tama "Biasanya juga gak mau dibantuin, tumben minta bantuin" ucapku


"Bantuin cepetan ngomong mulu....." bang Tama kembali memerintah ku untuk membantunya "Iya... iya... aku bantuin".


Pagi ini bang Tama nyebelin sekali, meskipun sebelumnya memang begitu tapi pagi ini rasanya berbeda. "Capek dek ??" tanyanya setelah kami memasuki mobil.


"Gaklah... ini mahh kecil aja cuma masukin koper mana mungkin aku capek" sambil aku memperlihatkan ujung jari kelingking ku yang mengisyaratkan memang tidak melelahkan, sedangkan adikku Bayu dari tadi hanya diam saja biasanya dia sama jahilnya seperti abangku


"Paling juga ditolak sama cewek... hahahaha..." bang tama menimpali ucapan kami berdua, belum sempat bayu menjawab, ayah juga menimpali ucapan kami


"Abang sama kakak ini adik lagi sedih bukannya dihibur malah diledekin terus.... dan ingat ya kalian tidak ada yang boleh pacaran sebelum selesai pendidikan"


"Berarti abang boleh dong yah pacaran ???" tanya bang Tama pada ayah, "Boleh asalkan tidak melewati batas dan ingat jadilah lelaki sejati yang hanya mencintai satu wanita seperti ayah yang hanya mencintai istri ayah yang cantik ini.." ujar ayah sambil merangkul ibu, "Ihh ayah apaan sih rangkul-rangkul ada mang Diman (sopir yang mengantarkan kami ke bandara sekaligus teman ayah) dan anak-anak kan malu" kata ibu


"Aduhh-aduh... kalo mau mesra-mesraan nanti aja kali yahh.... gak kasian apa sama jomblo ni ?" saut bang Tama, mendengar ucapannya sontak kami semua tertawa "Hahahaha..... dasar jomblo" ledek ku


"Jomblo mahh diam aja boss..." timpal Bayu dengan memasang wajah sok coolnya itu, mang Diman yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan kami seraya tersenyum-senyumpun angkat bicara "Makannya cari pasangan biar ga jomblo lagi tam" kata mang Diman seraya tertawa

__ADS_1


"Mana ada yang mau sama abang mang, orang abang aja jahill gituu" jawabku, "yeee.. jahil-jahil gini bakalan kamu kangenin nanti...." katanya


Begitulah keluargaku, meskipun kami saling ledek namun kami tetap saling menyayangi tak pernah ada niatan untuk menyakiti hati siapapun


ahh... mengingat betapa gaduhnya keluarga ini semakin tak rela rasanya untuk jauh dari mereka semua... "Aku pasti akan merindukan kalian ayah, ibu, abang dan Bayu" batinku


Tak terasa kami telah sampai di bandara, kami segera check in supaya tak tertinggal pesawat


tidak lama setelah kami duduk diruang tunggu terdengar arahan untuk segera naik ke pesawat dengan jurusan Jogya, kami semua yang ada disana segera naik ke dalam pesawat dengan tujuan yang sama itu.


Kurang lebih satu jam waktu penerbangan dari daerah ku menuju Jogja, akhirnya kami sampai di bandara Internasional Yogyakarta. Setelah itu, kami menuju tempat pengambilan barang.


Sebelum kami menuju penginapan yang telah dipesan oleh bang Tama, kami mencari makan terlebih dahulu karena tadi kami belum sempat untuk makan siang, dang Bayu sudah mengeluh sangat lapar


btw jika urusan makan memang Bayu rajanya, maka dari itu tak heran jika badannya sedikit gemuk jika dibandingkan dengan yang lainnya.


Kami mencari makanan disekitar bandara, pucuk dicinta ulam pun tiba... akhirnya kami menemukan warung makan, terlihat sederhana tetapi makanan yang ditawarkan begitu menggoda terlihat dari etalase didepan warung itu dan juga ramainya pengunjung


terlebih disana terdapat makanan kesukaan ayah dan Bayu, apalagi kalau lain gudeg, makanan khas Jogja itu tak pernah membuat ayah dan Bayu bosan, kamipun memutuskan untuk makan diwarung tersebut.


Ibu memesankan makanan untuk kami, 3 porsi dengan menu gudeg untuk ayah, ibu dan juga bayu, sedangkan untuk aku dan bang tama ibu pesankan 2 porsi lalapan, "ibu memang selalu tau selera kami" batinku,


tak lupa ibu juga memesankan minuman khas Jawa untuk kami yaitu 'es dawet' atau biasa orang menyebutnya dengan 'es cendol'.


Setelah kami menyelesaikan makan siang menjelang sore ini, kami langsung menuju ke penginapan sebab tubuh kami sudah lelah dalam melakukan perjalanan ini.

__ADS_1


🌹Mohon dukungannya readerss 🙏


__ADS_2