
Mentari semakin naik hingga bergantikan dengan cahaya rembulan malam dan taburan bintang – bintang yang menghiasi langit-langit muka bumi ini
suasananya yang begitu cerah tetapi tidak secerah hati seorang laki-laki satu ini
dirinya masih setia duduk dihalaman belakang rumahnya menatap langit-langit dan sesekali menyesap teh hangat yang ia buat tadi untuk menemaninya duduk bersantai
angin malam yang menusuk dan menembus kulit-kulitnya membawa rasa dinginnya malam tak begitu ia hiraukan
hatinya menjadi gundah gulana pikirannya masih berlarian kesana-kemari dan bertanya-tanya dalam benaknya mencari sesuatu yang ia rasa hilang
sudah lebih dari dua minggu sejak waktu yang ditentukan tapi sampai saat ini dirinya juga masih belum mendapatkan jawabannya
bertanya pada bang tama dan para sahabatnya namun hasilnya nihil, meminta bantuan pada pihak polisi tetapi tak kunjung mendapatkan jawaban pasti
sholat malampun sudah ia lakukan untuk meminta petunjuk pada yang kuasa agar sudi memberitahukan kepadanya dimanakah gerangan wanita pujaan hatinya namun dirinya juga sama sekali tak mendapatkan petunjuk
kehilangannya bagaikan sudah di rencanakan dengan apik olehnya tetapi hatinya menepis hal itu
tak mungkin wanitanya menghindari dirinya seperti ini sebab dirinya orang yang tau akan tata krama
kini dirinya pasrah jika memang nantinya dirinya tak bisa bersatu dengan sang pujaan hati namun ada rasa tak rela disudut hatinya jika nantinya pujaannya memiliki laki-laki lain
malam ini dirinya mengirimkan sebuah pesan untuk bang tama mengajaknya kembali bertemu untuk membahas annisa, dirinya tak bisa jika harus diam dan digantung seperti ini.
sedangkan ditempat lain orang-orang yang sudah bag keluarga itu diruang keluarga, yah siapa lagi jika bukan devon, bayu, bang tama, mama, papa dan tentunya annisa.
Semenjak dirinya dibawa pulang kerumah mentalnya semakin membaik dan kini bisa kembali seperti sedia kala, tetapi karena dirinya masih merasa takut dan kecewa ia meminta untuk dibawa ke Jogya tanpa sepengetahuan orang lain. Dan disinilah mereka sekarang
Dirumah keluarga devon yang berada diJogya
__ADS_1
Saat sedang asik bercanda tawa bang tama merasakan ponselnya bergetar, lalu ia meraih ponselnya dan melihat siapakah gerangan yang mengiriminya sebuah pesan
Setelah membuka pesan tersebut, bang tama yang tadinya tertawa jadi menghentikan tawanya, dirinya bingung haruskah menerima tawaran kak hasan untuk bertemu, tetapi jika terus menghindar seperti ini juga tidak baik
Devon yang merasa abang angkatnya itu tak lagi bersuara lantas menoleh kearah bang tama yang duduk tepat disebelah kirinya dan tak sengaja pula dirinya melihat pesan yang dikirimkan oleh kak hasan
Tanpa basa – basi dirinya langsung mengajak bang tama dan juga papa nya untuk beralih tempat dari sana menurut devon ini jauh lebih baik jika diselesaikan dengan segera apalagi kondisi annisa yang jauh lebih baik dari sebelumnya
“pa.. bang devon mau bicara sama papa dan bang tama tapi gak disini boleh ?” tanya devon pada sang papa dang bang tama
Dua laki-laki dewasa yang disebut oleh devonpun mendongakkan kepalanya dan mengernyitkan dahinya mereka bingung jika ingin berbicara bukannya langsung saja bicara kenapa harus pergi dari sini tapi belum sempat mereka berucap kini sang mama yang lebih dulu bertanya
“loh.. loh.. kenapa harus pergi sih disini aja kali dev mau bicara apasih emangnya serius banget deh kayanya” ucap sang mama
“adadeh ma urusan laki-laki dewasa jadi gak bisa disini kan ada mama annisa sama bayu” jawab devon
“dihh pake rahasia-rahasian segala anak mama.. yaudah sana kalau mau bicara tapi di halaman belakang aja atau dikamar gih jangan di luar sudah malam” ucap sang mama
“bukan diluar itu maksud mama papa sayang tapi jangan keluar dari rumah kaya ke kafe atau kemana gitu loh pa”
“ohh ituu… mama sih ngomongnya setengah-setengah”
“ishh papa ini nyalahin mama mulu” ucap sang mama sambil memanyunkan bibirnya karena kesal tentu saja hal itu mengundang gelak tawa orang-orang yang ada disana
“yaudah ayo pa bang teresah deh mau dimana dev ngikut aja” ucap devon
Barulah setelah itu mereka bertiga meninggalkan ruang keluarga yang masih ada annisa, mama dan bayu
Sebelum menuju tempat untuk berbicara para ketiga laki-laki itu dev meminta pada pelayannya untuk dibuatkan coklat panas tiga untuk menemani mereka bertiga berbincang-bincang
__ADS_1
Sepeninggalan ketiga pria dewasa diruang keluarga kembali terjadi gelak tawa karena bayu yang mengusili sang mama dan sang mama yang kembali memajukan bibirnya itu
“sudah.. sudah dek perut kakak sakit nih ketawa terus” ucap annisa merekapun akhirnya menghentikan tawanya dan kembali berbincang – bincang santai
Jarum jam sudah menunjukkan waktu pukul Sembilan malam sejak tadi ketiga pria itu tak kunjung kembali keruang keluarga sepertinya pembicaraan mereka sangatlah serius
Sedangkan bayu sejak tadi sudang menguap merasakan kantuk menyerangnya ia pun pamit kepada sang mama dan kakaknya itu untuk peri kekamar duluan karena sudah mengantuk
Kini tinggallah dua wanita berbeda usia yang masih stay di ruang keluarga, mereka berdua menonton film yang ada di televisi
Saat sedang menonton entah kenapa annisa merasa ingin sekali bicara dengan sang mama lalu ia memberanikan dirinya untuk memulai pembicaraan
“maa..” ucap annisa pada sang mama “hmm kenapa sayang” jawab sang mama seraya menoleh kerah annisa
“pengen curhat sama mama tapi gak tau mau curhat apa” ucap annisa “haha anak gadis mama ini kenapa curhat aja sayang mama akan dengarkan jangan risau” ucap sang mama sambil mencubit kedua pipi annisa dengan gemas
Annisa yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari mama devon lantas meneteskan air matanya dan memeluk sang mama
“loh.. loh.. kenapa anak gadis mama menangis hemm ada yang sakit ?” tanya sang mama seraya mencoba mengangkat wajah annisa yang menangis
Sedangkan annisa yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dalam pelukan sang mama
Jujur saja jika sebenarnya ia merindukan sosok ibunya namun dirinya tak berani mengatakan apapun yang berkaitan dengan kedua orang tuanya
Bahkan mengapa bang tama dan bayu bisa bersamanyapun dirinya tak ingat dan tak mau mempertanyakan hal itu dirinya takut jika ia bertanya justru bayu dan bang tama akan pergi meninggalkannya
Tapi saat diberada dikeluarga devon apalagi ketika dipelukan sang mama annisa merasa tenang hatinya terasa tentram dan terlindungi sama seperti halnya pelukan bang tama yang mencurahkan begitu kasih sayang dan banyaknya perlindungan dari sosok abangnya itu
Mama yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari annisa hanya bisa memeluknya dengan erat seraya mengelus rambut anak gadisnya itu pikirnya mungkin annisa hanya ingin dipeluk saja tak ada yang lain dirinya tak tau jika annisa merindukan sosok kedua orang tuanya.
__ADS_1
🌹Jangan lupa jempolnya eh maksudnya like nya 🤣🤭