Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 47


__ADS_3

🌹 Semoga menghibur


“sudah bangun kamu ?” tanya ayah “iya tama sudah bangun kalian kenapa tiba-tiba ada dikamar tama tumben sekali” ucap bang tama pada kedua orang tuanya dan juga adiknya


“jam berapa kalian pulang ? kenapa kalian pulang malam-malam ? kenapa abang tidak memberitahu kami ?” tanya ketiga orang itu secara beruntun


Tama dibuat geleng kepala oleh keluarganya ini “satu-satu nanya nya kana bang jadi bingung mau jawab yang mana duluan” jawab bang tama.


“baiklah tama akan jelaskan pada kalian semua, kami melakukan penerbangan pukul delapan malam, sampai dibandara pukul setengah sepuluh malam dan sampai dirumah ini pukul dua dini hari..” jeda bang tama.


“dan kami memang tidak memberitahukan kalian karena tak ingin membuat kalian semua repot karena kepulangan kami yang begitu mendadak” ucap bang tama lagi.


Ayah dan ibunya menatap mata bang tama secara intens mencari kebohongan didalam sorot matanya itu namun hasilnya nihil, bang tama benar-benar mengatakan yang sebenarnya.


“apa kepulangan kalian yang mendadak ini ada hubungannya dengan apa yang kamu ceritakan kemarin lusa ?” tanya sang ayah, karena ucapan sang ayah yang memang benar adanya, bang tama hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Ayah dan ibu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, bayu yang tak mengerti apa yang dimaksud ketiga orang didepannya ini hanya bisa mengerutkan dahinya,


Namun beberapa detik kemudian dia mengubah ekspresinya menjadi biasa saja karena dirinya tahu betul jika ada sesuatu dan hal itu tidak bisa dibicarakan didepan anak yang belum waktunya mendengar maka mereka tidak akan membicarakannya


Bang tama ada yang menyadari ada sang adiknya pun lantas mengalihkan pembicaraan mereka agar bayu tak bertanya-tanya perihal yang membuat kepulangannya yang mendadak,


Meskipun kini bayu sudah mengenyam pendidikan menengah atas tetapi bagi mereka bayu belum waktunya mendengarkan apalagi membicarakan hal yang seperti ini,


Biarlah bayu menjadi dewasa sesuai alurnya dan biarkan dirinya menikmati masa-masa remaja nya tak perlu mendengarkan permasalahan orang dewasa yang sedikit rumit ini.


“sudah, sudah nanti lagi ceritanya tama sudah lapar mau makan pasti ibu sudah masakkan” ucap bang tama mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


“yasudah sana kamu bersih-bersih dulu lalu turun dan sarapan” ucap ayah, setelah mengucapkan itu kini kedua orang tua dan bayu beranjak dari duduknya dan melangkah pergi keluar dari kamar bang tama


Setelah kepergian ketiga orang yang amat sangat disayanginya itu, kini dirinya bergegas untuk menutup pintu kamarnya dan mandi setelah itu barulah dirinya akan sarapan akan cacing-cacing diperutnya sudah memberontak.


Dua puluh lima menit kemudian tama keluar dari kamarnya dan menuju arah dapur untuk sarapan, dirinya tak melihat ayah, ibu maupun adiknya


Tapi karena perutnya yang sudah lapar dan ia yakin jika tiga orang keluarganya itu sudah sarapan terlebih dahulu, akhirnya dia memutuskan untuk sarapan dahulu sebelum mencari keberadaan ayah, ibu dan juga bayu


Saat sudah selesai sarapan instingnya mengatakan jika orang tuanya itu sedang duduk bersantai dihalaman belakang rumahnya, dirinya pun melangkahkan kakinya menuju halaman belakang


Baru beberapa langkah dirinya akan menuju halaman belakang datanglah annisa yang sudah terlihat segar, sepertinya dirinya baru saja mandi


“abang mau kemana ? kenapa dirumah sepi sekali ?” tanya annisa pada bang tama


“abang mau cari ayah sama ibu mungkin mereka ada dihalaman belakang, kamu makanlah dulu baru nanti kebelakang” ucap bang tama dan diangguki oleh annisa


Saat sampai di pintu belakang netranya melihat kedua orang tuanya itu sedang duduk santai di pendopo kecil yang ada disana tapi bayu ? kemana anak itu tak terlihat sama sekali


“mana bayu bu ?” tanya bang tama saat sudah berada dekat dengan kedua orang tuanya itu “bayu kerumah temannya” jawab ibu


“annisa sudah bangun tam ?” tanya ayah “sudah yah dia lagi sarapan nanti juga kesini” jawab bang tama


Selang beberapa menit kini annisa menghampiri keluarganya yang berada di halaman belakang “ayah ibuu” teriak annisa dengan antusias semangatnya


“hai sayang, sudah sarapannya ?” tanya ibu pada annisa “sudah bu, masakan ibu memang enak sekali” ucap annisa lagi seraya mengacungkan kedua ibu jarinya dihadapan sang ibu


Ibu hanya geleng-geleng saja melihat tingkah anaknya itu, setelah itu annisa duduk didepan kedua orang tuanya lebih tepatnya disebelah bang tama

__ADS_1


“jadi kenapa kalian pulang mendadak dan tidak memberitahukan dahulu sama ayah sama ibu ?” ucap ayah memulai pembicaraan diantara mereka


Annisa yang merasa itu pertanyaan untuknya dan juga bang tama lalu menolehkan pandangannya menatap bang tama,


Sedangkan bang tama yang merasa sang adik melihat kearahnya dengan sorot mata yang seakan bertanya ‘apakah sebaiknya cerita saat ini’ lalu ia menganggukan kepalanya “ceritakan lah semuanya jangan ada yang ditutup-tutupi” ucap bang tama


Annisa menghembuskan napasnya berat kala dirinya harus bercerita mengenai kak hasan, pasti kedua orang tuanya itu akan bertanya dimana mereka bertemu, lalu apa yang membuat annisa bimbang akan lamaran yang diajukan padanya itu.


“ceritalah nak kami gak akan marah padamu, jangan khawatir kami semua disini sayang padamu” ucap ayah yang melihat putrinya itu begitu enggan untuk meceritakan segalanya


“sebelum bercerita annisa minta maaf pada ayah dan ibu” ucap annisa dengan rasa takutnya jika sang ayah ataupun ibunya mengetahui perihal yang terjadi padanya beberapa tahun yang lalu


Ayah dan ibu mengerutkan keningnya, mereka bingung mengapa putri satu-satunya itu malah meminta maaf padanya bukannya dilamar seorang laki-laki bukanlah kesalahan lalu untuk apa minta maaf,


Maklum jika kedua orangnya itu bingung akan sikap annisa yang meminta maaf sebelum bercerita tidak seperti biasanya, karena kedua orang tuanya belum mengetahui kejadian yang menimpa annisa beberapa tahun yang lalu.


“kenapa minta maaf sayang ? tapi kami sudah memaafkan kesalahan mu yang sudah terjadi sebagai manusia maklum saja jika melakukan kesalahan karena manusia adalah tempatnya salah” ucap sang ibu


Annisa yang mendengar penuturan sang ibu terkesima dirinya berpikir jika kedua orang tuanya telah mengetahui kejadian masa lalunya yang amat sangat menjijikan


“ceritalah..” ucap sang ayah lagi


“sebenarnya annisa sama bang tama awalnya tak ada pikiran akan pulang secepat ini tetapi setelah wisuda kemarin ada seorang laki-laki yang melamar annisa dihadapan bang tama dan juga sahabat-sahabat annisa..” annisa menjeda ucapannya seraya menarik napas dan menghembuskan nya perlahan-lahan


“laki-laki itu bernama kak hasan, kak hasan memberikan waktu annisa selama tiga hari untuk menjawab lamarannya dan itu terhitung sehari setelah dirinya menyatakan lamarannya” ucap annisa lagi


“lalu apa hubungannya dengan kepulangan kalian yang mendadak ini ?” tanya sang ibu.

__ADS_1


🌹Mohon dukungannya teman-teman 🙏


__ADS_2