
Kini siang berganti malam… ku tatap gemerlap bintang diatas sana… sangat indah, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana malam ini… ku seruput dikit demi sedikit teh hangat yang tadi ku buat untuk menemaniku bersantai dibalkon kamarku malam ini….
tempat yang beberapa hari ini menjadi favoritku untuk menghabiskan waktu malam-malam ku..
Kutatap jalanan dibawah sana seseorang berlalu lalang, entah kemana mereka akan pergi malam-malam begini,
derrrt.. derrrt… getaran ponsel ku membuyarkan lamunan ku, ku tengok ponsel ku rupanya bang tama yang menghubungiku.. tak menunggu lama segera ku tekan tombol hijau dilayar ponsel ku
“wahhh… wahhh anak gadis malam-malam diluar sedang apa ?” ungkapnya “sedang menikmati suasana malam” jawab ku enteng “bagaimana kabar abang, ayah, ibu dan bayu disana ?” tanyaku lagi “Alhamdulillah baik… kamu sendiri bagaimana ? apa tidak merasa kesepian tidak ada abang hemm ?” imbuhnya “hmm.. aku baik disini bang.. suasananya sangat nyaman, tentu saja tidak meskipun disini aku sendiri tetapi aku tidak merasa sendiri sebab ada bu aisah yang kerap kali menemani ku entah disini atau aku yang disuruh untuk kerumahnya” jelasku panjang lebar pada bang tama, bang tama terkekeh mendengarkan penjelasanku itu “syukur deh kalau kamu senang… ingat jaga diri baik-baik disana, meskipun orang-orang terlihat baik tapi jangan terlalu dekat sebab kita tidak tau ada maksud apa mereka mendekati kita, dan kapan kamu mulai masuk kampus dek ?” katanya “siapp komandan… lusa baru masuk bang… oiya mana ayah dan yang lainnya… apa tidak merindukan aku hemmm ?”ungkap ku
Tak terasa kami melakukan videocall hingga pukul sebelas malam.. setalah kami mengakhiri panggilan ini akupun segera masuk kedalam kamar ku.. dan mencuci muka serta kaki ku untuk segera tidur sebab besok aku harus belanja persiapan ku kuliah.
Hari ini aku bangun lebih pagi dari pada biasanya, entah mengapa mataku tak mau lagi untuk terpejam, akhirnya aku memutuskan untuk membereskan kamar ku saja.
Di sela-sela aku membereskan kamar ada notifikasi dari ponsel ku yang menandakan jika ada pesan masuk, akupun melihat pesan tersebut, ternyata bu aisah meminta ku untuk sarapan bersama dengan keluarganya, aku menimbang-nimbang jawaban apa yang akan kuberikan pada bu aisah untuk menolak permintaannya, sebab aku tak enak hati jika setiap hari selalu sarapan dirumah beliau, bahkan terkadang tak hanya sarapan saja makan siang dan makan malam pun terkadang beliau meminta ku untuk makan bersama, aku juga tak enak dengan tetangga kontrakan ku jika aku terlalu sering makan dirumah bu aisah takutnya tetangga ku berpikiran macam-macam terlebih bu aisah yang memiliki anak laki-laki makin tak enak rasanya, meskipun saat ini tak ada omongan-omongan seperti itu di tetangga ku tapi bisa saja nanti terjadi..
__ADS_1
Setalah beberapa menit aku berpikir untuk memberikan jawaban apa pada bu aisah akhirnya aku punya ide, meskipun sedikit berbohong tapi setidaknya tidak menyakiti perasaan beliau, ku ketik pada ponsel ku permintaan maaf sebab menolak permintaanya karena aku sudah sarapan pagi ini, walaupun kenyataannya belum tapi tak apalah.
Pukul 10.00 aku memutuskan untuk berbelanja segala keperluan ku.
Aku berangkat menggunakan ojek online sebab tak enak hati jika harus meminjam motor bu aisah terlebih tadi aku sudah menolak permintaannya.
Aku turun dan keluar dari kontrakan untuk menunggu ojek online yang sebelum turun tadi telah ku pesan.. selagi aku menunggu aku duduk dibawah pohon yang cukup rindang dihalaman kontrakan..
Tanpa ku sangka bu aisah melihat ku duduk sendirian, beliaupun menghampiriku “rapih banget nakk.. mau kemana ?” tanyanya padaku “eh ibu.. ini mau belanja keperluan kuliah besok bu” jawab ku, “naik apa kamu belanja ?” ujarnya “naik ojek online bu.. tadi sudah nisa pesan, ini tinggal menunggu saja” kataku sopan “lohh kok naik ojek online, batalkan saja biar kamu diantarkan sama anak ibu” ujarnya “tidak bu.. tidak usah, tidak apa-apa” tolak ku “tidak ada penolakan.. cepat batalkan saja, sebentar ibu panggilkan anak ibu” ujarnya, terpaksa deh aku membatalkan pesanan ojek online itu dan mau tidak mau aku diantarkan oleh anak bu aisah.
Tak ada pembicaraan diantara kami, rasa canggung itulah yang kurasakan saat ini, aku hanya bisa mengarahkan padangan mataku kearah luar melihat apa saja yang kami lewati.
“emm.. gak usah canggung biasa saja, siapa nama mu ?” akhirnya ia memecahkan keheningan yang ada di mobil ini “kenalkan kak nama ku annisa, nama kakak siapa ?” tanyaku balik “evan” jawabnya, nama yang bagus batin ku “hmm… terimakasih ya kak sudah mau mengantarkan aku dan maaf jika jadinya merepotkan kakak” ucapku padanya “tidakk.. tidak merepotkan santai saja” jawabnya “oh iya ini kita mau belanja dimana ?” tanyanya padaku akupun memberitahunya toko yang ingin aku tuju, tak ada lagi canggung dan hening seperti tadi, kami saling bercanda tawa, sehingga tak terasa kami sudah sampai didepan toko yang aku sebutkan tadi.
Kamipun sama-sama turun dari dalam mobil dan masuk kedalam toko tersebut, aku segera mencari barang-barang yang aku butuhkan agar kak evan tidak menunggu ku lama, setelah selesai akupun segera menuju kasir untuk membayar semuanya, sedangkan kak evan hanya membuntuti ku saja sejak tadi, setelah semuanya selesai akupun mengajak kak evan untuk pulang, namun setelah kami keluar dari toko kak evan meminta ku untuk menemaninya “nis mau gak temani aku sebentar ke toko buku ?” tanyanya padaku, toko buku itu letaknya pas didepan toko yang tadi kami masuki akupun menganggukkan kepala ku sebagai jawaban jika aku mau menemaninya, akhirnya kamipun ke toko tersebut.
__ADS_1
Ingin rasanya aku membeli buku tapi apa boleh buat uangku tak banyak, aku harus menghemat uang pemberian orang tua ku agar cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan disini “kamu mau beli buku gak nis ?” Tanya kak evan padaku “hmm tidak kak, aku harus menghemat uang ku untuk tidak membeli barang-barang yang aku betul-betul butuhkan, lagian bisa saja aku membaca di perpustakaan atau rumah baca kak” jawab ku “kamu kuliah jurusan apa nis ?” tanyanya lagi “psikologi kak” setelahnya tak ada pembicaraan aku hanya mengekori saja kemana kak evan pergi, kamipun ke deretan buku-buku tentang psikologi dan kak evan mengambil salah satu buku yang lumayan tebal, setelah itu kak evan pergi kekasir untuk membayar buku-buku yang sudah dipilihnya tadi
“nihh.. buku untuk kamu” ucap kak evan sambil menyodorkan salah satu buku yang tadi diambilnya “ehh gausah kak.. aku bisa membacanya diperpustakaan kok atau nanti bisa juga aku meminjam buku pada kak evan” elak ku “sudah ambil saja aku tak mau ada penolakan, ini aku benar-benar ingin membelikannya untuk mu” kata kak evan “hmm.. terimakasih banyak kak” hanya kata itu yang bisa ku ucapkan pada kak evan, aku tak tau harus bagaimana untuk membalas kebaikannya.
Krukkk..Krukkk..Krukkk
Bunyi perut seolah bersahutan, keduanyapun tertawa keras didalam mobil “kamu lapar nis ?” Tanya kak evan pada ku “manada kakak tu yang lapar tadikan perut kakak yang berbunyi” elakku “perutmu juga kali” jawabnya “ayo kita cari makan dulu lagian ini juga sudah jam makan siang, kamu mau makan apa nis ?” tanyanya lagi padaku “aku sembarang kakak saja” jawabku sekenanya.
Kamipun menyusuri jalanan mencari tempat makan, setelah lama kami menyusuri jalanan akhirnya kami berhenti di depan warung makan lalapan, kamipun segera turun, kak evan memesankan dua porsi untuk kami dan juga minuman “kamu mau minum apa nis ?” tanyanya “es jeruk aja kak” kataku, kak evanpun memesan es jeruk dua.
Setelah memesan makanan dan minumannya, kamipun masuk dan memilih tepat duduk tepat dibawah kipas angin.
Seusai makan kamipun memutuskan untuk pulang, kak evan mengantarkan ku hingga depan kontrakan, aku mengucapkan banyak terimakasih padanya setelah itu baru aku turun dari mobilnya hingga mobilnya meninggalkan ku, baru aku beranjak masuk kedalam kontrakan.
🌹Jangan lupa like dan komen nya yaaa... 💕
__ADS_1