Ketulusan Hati Suamiku

Ketulusan Hati Suamiku
Bab 32


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit devon langsung membopong tubuh annisa dan meletakkan annisa di brankar rumah sakit yang ada di depan itu dia meminta tolong pada para suster dan juga dokter yang berjaga malam


“dokter.. suster tolong” suster dan juga dokter yang mendengar suara teriakan devon pun bergegas mendatangi devon dan membantu mendorong brankar dam diatasnya ada annisa yang sedang terbaring lemah membawanya menuju UGD


Sesampainya di UGD rumah sakit devon tak diijinkan untuk ikut masuk kedalam alhasil devon hanya bisa menunggu diluar UGD "suster tolong ijin kan saya untuk ikut masuk kedalam tolong suster" ujar Devon pada sang suster "maaf mas sebaiknya anda tunggu disini karena jika anda masuk takut mengganggu dokter memeriksa pasien tolong percayakan pada kami yang ada didalam" jawab sang suster lalu menutup pintu UGD tersebut


Karena khawatir pada annisa devon sampai lupa membayar taksi yang tadi ia tumpangi beruntung bapak tadi mengikuti langkah devon mendorong brankar annisa


“pak maaf saya sampai lupa membayar taksi karena terlalu khawatir” ucap devon pada sang sopir lalu devon mengeluarkan dua lembar uang merah dan menyerahkannya pada bapak itu


“tidak apa-apa nak.. ini terlalu banyak nak ongkos taksinya tak sampai segini” ucap bapak itu


“tidak apa-apa pak ambillah kembaliannya” ucap devon


“terimakasih pak, hmm maaf pak sebelumnya apa saya bisa minta tolong pada bapak ?” tanya ku


“minta tolong apa nak katakanlah” ucap sang bapak


“jadi begini pak pakaian saya basah begitu pula dengan sahabat saya tadi dan saya tak mungkin meninggalkan dirinya disini sendiri apa saya boleh meminta bantuan bapak untuk membelikan saya pakaian ?” tutur devon


“oh bisa nah bisa” ucap bapak itu lagi kemudian devon menyodorkan enam lembar uang merah pada sang bapak, bapak tersebut pun menerimanaya dan segera pergi dari rumah sakit untuk membelikan pakaian untuk devon dan juga annisa


Kini malam sudah terganti pagi sinar matahari menerobos masuk kedalam ruangan putih melalui kaca jendela disana


Namun hal itu tak menganggu sedikitpun pada dua orang yang sedang istirahat yang satu terbaring diatas kasur rumah sakit dan yang satu lagi tidur sambil dudul disamping kasur rumah sakit itu


Iya mereka adalah annisa dan juga devon semalaman devon menjaga annisa dengan baik sampai dirinya terlelap

__ADS_1


Annisa mengerjap-mgerjapkan matanya, kepalanya masih terasa sedikit sakit dia melihat ruangan yang kini ia tempati ini bukanlah kamarnya kamar mira ataupun kamar kos nya


Saat ingin menggerakkan tangan kanannya ia kaget karena tangannya itu di genggam erat oleh laki-laki


“kamu sudah bangun beby ?” tanya devon pada annisa


“gue kenapa dibawa kerumah sakit dev ?” tanya ku


“lo gak ingat semalem lo kedinginan ?” tanya devon lagi


Mendengarkan pertanyaan devon membuat annisa mengingat kejadian semalam dimana dirinya merendam tubuhnya di air pantai karena merasa hancur


“kenapa lo gak biarin gue aja disana ? kenapa lo malah bawa gue kerumah sakit ?” tanya ku sambil meneteskan air mata


“lo ngomong asal lagi gue kurung lo di kamar gue” kata devon


“lo jangan macem-macem ya annisa” perintah devon


Aku kembali terisak kala mengingat kejadian semalam dimana bagas mencoba untuk bercanda namun dirinya malah sakit hati karena mengingat masa lalunya yang kelam


“jangan nangis lagi kana da gue disini” ucap devon


“gak ada hubungannya dodol” ucap ku sambil mencubit lengannya


“tentu aja ada” katanya sambil mengusap tangan ku


“lo kalau ada masalah atau sakit hati jangan kaya semalam mending lo ngomong sama gue cerita sama gue, gue bakalan dengerin semua keluh kesah lo asal lo gak nyakitin diri sendiri kaya semalem” ucap devon

__ADS_1


Aku melihat sorot matanya mencari bahawa ucapannya itu hanya bualan semata namun hasilnya nihil ungkapan itu begitu tulus dari lubuk hatinya


Aku mencoba memeluk nya lagi rasanya berada dipelukannya begitu tenang


Setelah puas menangis dalam pelukannya akhirnya aku melepaskan pelukan itu


“udah puas meluk-meluk nya ?” tanya devon


“ckk.. kenapa lo gak terima gue peluk ?” tanya ku


“ingus lo nempel dibaju gue cengeng” ucap devon dengan raut wajah yang dibuat kesal itu


“hahaha biarin” ucap ku


Ditengah tengah kami bersilat lidah ku dengar ada ketukan dari pintu luar dan devon beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu kamar rawat ku


“silahkan masuk dokter suster” ucapnya tatkala melihat siapa yang mengetuk pintu


“permisi nona anda sudah bangun ? maaf saya akan mengecek tekanan anda” ucap sang dokter


Akupun membaringkan kembali tubuhku sementara dokter itu mulai mengecek tekanan ku dan juga nadi ku


“kapan saya boleh pulang dokter ?” tanya ku pada sang dokter dan dokter itu memberikan senyuman manis nya “tunggu kondisi anda stabil nona baru anda saya ijinkan untuk pulang” ucap sang dokter itu kemudian beliau pamit karena sudah selelsai memeriksa ku


Devon yang tadi sedikit menjauh dari posisi ku kini dirinya mulai mendekat


"Dev" ucap Annisa

__ADS_1


🌹Mohon dukungannya readerss dengan cara like komen dan vote novel saya terimakasih 🙏


__ADS_2