
Beberapa hari setelahnya…
“eh nis kok sepertinya leo, ando sama ari akhir-akhir ini kaya berusaha ngedeketin kamu ya ?”ucap devon saat mereka sedang berkumpul bersama di rooftop kampus “iya gue juga ngerasa gitu, mereka kaya cari – cari perhatian gitu sama kamu” ucap bagas “kamu gak ada apa-apa kan sama mereka nis” timpal mira
“gak kok aku tidak ada apa-apa sama mereka” ucap ku sambil tersenyum
“kamu harus hati-hati nis sama mereka yang aku dengar desas-desus nya dari beberapa kating, mereka itu orangnya gak baik kecuali dua temannya itu” ucap mira “dua temannya siapa ?” tanya ku “Jordan dan alex” jawab mira lagi
“meskipun mereka terlihat seperti berandalan tapi kenyataan nya dia orang yang baik” ujar mira
“iya juga sih, lagian dua orang itu ya mir setau gue anaknya pendiem dan cuek” timpal bagas “mau baik ataupun gak lo harus tetap jaga diri baik-baik mir, takutnya lo di apa-apain sama mereka” ujar devon
“okeee, thanks ya kalian semua pada peduli sama aku” ucap ku
“lo ni kaya sama sapa aja, kita semua ni udah kaya perangko jadi kita memang harus saling peduli” ujar bagas
Aku hanya terkekeh melihat mereka semua
“hmm aku mau cerita boleh gak” ujar ku, tiba-tiba mira menunjul kepala ku “ishh kenapa sih mir” ujar ku kesal sebab mira senag sekali begitu “kamu tu ya nis kita ini sahabata kamu, bahkan kita udah kaya keluarga dan kaya perangko segala kalo mau cerita ya cerita aja gausah pake nanya dulu gitu kali” protes mira, aku tertawa mendengar protesannya seraya mengangkat dua jari ku tanda piss
“lo mau cerita apa nis” ujar bagas
__ADS_1
“kemarin waktu aku kekampus yang ingin keperpustakaan itu…” “terus kenapa kan itu kita bertiga gak ada yang bisa ya” ujar mira “heh nona manis ancol diem dulu napa biar sih nisa cerita dulu” ujar devon
“nah waktu itu kan sehabis aku dari perpustakaan aku datang ke sini (rooftop kampus) terus aku melihat mereka berlima ada disini” ujar ku “siapa ?” tanya mira
“yaelah ini kunti otaknya mulai loading lagi deh, ya sapa lagi kalau bukan ando sama teman-temannya itu, iya gak nis ?” ujar bagas dan ku angguki kepala sebagai jawaban jika ucapan bagas benar
“terus lo diapain sama mereka ?” ujar devon yang kini terlihat tidak sabaran “heh belut biasa aja nanya nya” ujar mira pada devon “lo mah seneng banget ngatain gue belut” ucap devon seraya menampakkan wajah cemberutnya
“waktu aku lihat mereka semua ada disini aku sedikit merasa aneh, kan mereka kalau ngumpul gak pernah ya disini tapi tiba-tiba ngelihat mereka ada disini jadi aneh aja tapi aku cuek aja” ujar ku
“tapi lo gak di apa-apain kan mir sama mereka” ujar bagas “syukurnya sih begitu tapi ada hal buat aku tu sedikit curiga sama mereka” ujar ku “apaa kenapa kamu curigaa ?” ujar mira
Sedangkan devon seolah-olah sedang berfikir tiba-tiba menimpali “gue rasa lo sama mira kalau gak ada gue sama bagas gak usah ngampus deh” ujar devon “yeee si belut ga bisa jauh-jauh nih dari kita nis kenapa nih ?” ujar mira “enak aja lo harusnya gue yang bilang begitu ke lo mir” ujar devon “enak aja” ujar mira
“ceilee gentian kali kalau jawab kompak banget” ucap ku akhirnya aku dan bagas pun tertawa ngakak sambil bertos ria “udah-udah lanjut lagi ke cerita nisa lanjutin cerita lo nis” ujar devon
“hmm waktu itu pas aku datang gak lama sih alex dan Jordan pergi ninggalin tempat ini” “whaattt lo baik-baik aja kan mir ?” ujar bagas “eh dodol yang harusnya lo tanya tu nisa lain mira perhatian bener sama mira” ujar devon
“eh iya kebalik lo gak papa kan nis ?” ujar bagas “iya aku gak papa waktu itu sih ando, leo sama ari ngedeketin aku mereka minta maaf dan mau berteman gitu sama kita” ujar ku
“terus lo mau temenan sama mereka, parah sih lo nis gak ada ngomong apa-apa sama kita taunya udah temenan aja sama cecunguk itu” ujar mira
__ADS_1
“ini anak ada lakban gak sih pengen gue lakban rasanya, mana mungkin nisa mau lagian kita kan pada tau nisa gimana jadi gak mungkin lah nisa mau berteman sama tu orang” ujar devon “iyaa tuh nona dengarin lagian kamu juga gak suka kan sama mereka semenjak pertama kali kalian ketemu ?” ucap bagas
“yaa aku emang gak suka sama sikap mereka yang seenaknya saja”ucap ku “terus kamu gimana nis waktu mereka minta maaf sama kamu ?” tanya mira “aku jawab sinis terus ku tinggal deh” ujar ku lagi
“terus yang buat lo curiga apaan tepung terigu ?” ujar bagas “enak aja kamu ngatain aku tepung terigu kamu kira aku bahan adonan” protes ku “yahhh gak gitu juga terigu kan lembutkaya lo” ujar bagas kami semua pun tertawa bersama “gak cocok kali dia di kasih nama tepung terigu” “gak sesuai kriteria hahaha”
“jadi apanih nis yang bikin lo curiga jangan bikin penasaran gini dong” ujar devon
“waktu aku mau pergi pintu nya terkunci ku pikir pak satpam yang ngunci karena memang waktu itu sudah sore, tapi karena aku punya kunci cadangannya yang dikasih pak satpam waktu itu jadi aku bisa buka pintu itu” “nah terus anehnya dimana nisaaa” ujar bagas tak sabaran “pas aku berjalan kea rah luar aku berpapasan sama pak satpam dan pas ku tanya mau kemana bapaknya bilang mau ngunci pintu rooftop”
“wahhh ini pasti akal-akalan si ando sama temn-temen nya” ujar bagas lagi “berarti mereka ngincar lo nis, lo harus hati-hati” ujar devon sedangkan mira terlihat sedang memikirkan sesuatu
“huffft semoga aja mereka gak macem-macem ya” ujar ku dan diaminin oleh semuanya
Setelah menghabiskan waktu di rooftop kami akhirnya memutuskan untuk pulang saja karena tak ada kegiatan ataupun jadwal kuliah lagi
Sesampainya di parkiran kami melihat mobil devon dan teman-temannya baru saja terparkir kamipun hanya cuek dan menlintasinya begitu saja.
Aku dan mira masuk kedalam mobil mira sedangkan bagas dan devon mereka menaiki motor mereka masing-masing.
Di dalam mobil “nis gimana kalau sementara waktu kamu tinggal dirumah ku saja” ucap mira tiba-tiba “kenapa apa ada masalah ?” tanyaku “gak gakk bukan itu tapi aku takut kamu diapa-apain sama mereka nis kan bisa aja tuh mereka ngikutin kamu ke kontrakan” ujar mira aku terkekeh mendengarnya “gak apa-apa mir aku dikontrakan saja tak kan ada apa-apa tenanglah” ucap ku “tapi aku merasa tidak tenang nis seperti akan ada sesuatu padamu” ujarnya lagi “yakin deh gak apa-apa lebih baik kamu doain aku biar apa yang kamu pikirkan itu gak terjadi” ucap ku setelah percakapan itu keadaan didalam mobil menjadi hening mira yang biasanya selalu berceloteh kesana-kemari tapi kali ini ada dirinya hanya diam bahkan saat ditanya pun sama hanya diam
__ADS_1
🌹
Hallo semuanya mohon dukung novel aku ya dengan like, komen dan juga jangan lupa vote ❤️ dan maaf ya jika novel nya masih berantakan 🙏