
Kali ini bang tama benar-benar tak mengenali sang ayah, tanpa memperdulikan kedua orang tuanya bang tama langsung mendekati sang adik annisa dan memeluknya seraya memberikan kekuatan padanya.
“jangan sedih, jangan takut abang akan selalu bersama mu abang akan temani kamu kalau kamu memang diusir dari rumah ini” ucap bang tama
Lalu mereka membereskan barang-barang yang akan dibawa annisa hanya beberapa kardus yang telah dikeluarkan ayahnya dan juga koper
Saat akan membawakan barang annisa, lagi-lagi sang ayah melarangnya namun kali ini bang tama tak mengindahkan ucapkan sang ayah, dirinya tetap membawakan barang –barang annisa
Tepat saat akan menuju pintu bayu muncul dirinya bertanya “bang ada apa kenapa abang sama kak annisa membawa barang-barang sebanyak itu ?” tanya bayu
“tak usah perdulikan itu dek biarkan kakak mu pergi dan biarkan abang mu memilih jika dirinya juga ikut keluar dari rumah ini itu artinya dirinya tak lagi menyayangi kita” ucap sang ayah
Mendengar ucapan sang ayah tama mengepalkan tangannya, lalu dirinya segera berjalan cepat kearah luar dan menghentikan taksi online yang kebetulan lewat, lalu dirinya memasukkan barang-barang annisa kedalam mobil tersebut
Lalu saat dirinya akan masuk kedalam annisa menarik pergelangan tanganya “abang sebaiknya abang tinggal jangan membuat orang tua kita semakin marah, annisa akan baik-baik saja” ucap annisa
“tidak.. abang tidak akan membiarkan mu pergi sendiri dengan barang bawaan yang banyak, lagipula kamu belum taukan akan kemana jadi biarkan abang ikut” jawab bang tama lagi merasa sedih akan keadaan adiknya
Belum sempat annisa menjawab ucapan abangnya kini kembali terdengar suara sang ayah dari depan pintu rumahnya “cepatlah pergi dan jangan lagi kembali kesini” ucap sang ayah
Lalu annisa menatap bang tama dan memohon padanya, dengan berat hati dan tak ingin membuat annisa semakin kepikiran dan bersedih akhirnya untuk kali ini bang tama sedikit mengalah, tetpi ia tak melepaskan kepergian annisa begitu saja,
Dirinya meminta pada annisa untuk berjanji padanya jika annisa akan memberitahukan kepadanya dimana dirinya berada ketika sudah menemukan tempat untuk berteduh
Dan annisa hanya menganggukkan kepalanya dan sebelum annisa meninggalkan rumahnya bang tama memberikan salah satu atm nya untuk annisa,
“jika kau tak ingin abang ikut bawalah ini, ada uang didalam nya tak banyak tapi bisa membantu mu nanti, gunakanlah untuk keperluan mu dan kata sandinya adalah tanggal lahir mu” ucap bang tama
__ADS_1
Awalnya annisa tak ingin menerimanya tetapi bang tama terus memaksanya dan suara ayahnya yang kembali terdengar membuat dirinya mau tak mau menerima kartu tersebut,
Diperjalanan annisa bingung harus kemana karena tak mungkin jika dirinya kerumah salah satu keluarganya karena itu sama saja semakin membuat orang tuanya malu,
Diperjalanan dirinya melihat gelang yang waktu itu diberikan oleh devon, annisa kembali menteskan air matanya kala mengingat ucapan mamanya devon
Didalam hatinya takut jika orang tua yang menganggap annisa sebagai anaknya itu tau hal ini apakah orang tua itu akan marah dan membenci annisa
Karena tak tau harus pergi kemana akhirnya annisa memutuskan untuk kembali jogya karena disana tak ada yang mengenal keluarganya kecuali para sahabatnya dan juga kak hasan
Lalu ia meminta kepada sopir untuk mengantarkannya ke bandara, butuh waktu lama untuk pergi kesana mengingat jarak tempuhnya yang tak dekat
Kurang lebih lima jam kini akhirnya dirinya sampai di bandara, dirinya turun dari mobil dan membawa barang-barangnya dengan susah payah
Sang sopir yang melihat annisa kesusahan segera mecari troli barang dan mengambilnya untuk annisa,
“maaf mba ini terlalu banyak” ucap sang sopir seraya mengembalikan lagi satu lembar uang yang diterimanya “tak apa pak ambillah itu rejeki bapak” jawab annisa
Mau tak mau sang sopir itu menerima pemberiann annisa lantas pergi meninggalkannya, setelah kepergian sopir yang tadi mengantarkannya kini ia membawa troli menuju loket penjualan tiket pesawat,
Sesaat sesudah membeli tiket, annisa melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam, entah karena belum sarapan atau apa dirinya merasa pusing dan tiba-tiba ada seseorang dari arah berlawanan yang menabrak pundaknya
Karena merasa pusing sehingga dirinya limbung karena tak bisa menjaga keseimbangannya dan tiba-tiba saja dirinya pingsan
Tentu saja hal itu membuat seseorang yang menabraknya terkejut, ia juga melihat tiket pesawat yang jatuh dekat dengan tangan annisa, setelah melihat tiket peswat itu lalu orang tersebut menyuruh anak buahnya membawakan barang-barang annisa menuju mobilnya
Dan seseorang yang menabrak annisa tadi segera membopong tubuh annisa, dalam benaknya bertanya-tanya, mengapa annisa pingsan, padahal dirinya hanya menabrak pundaknya dan terlihat kesedihan diwajahnya ditambah ada bulir air mata di sudut matanya.
__ADS_1
Karena tak ingin terjadi apa-apa pada annisa orang tersebut segera menyuruh anak buahnya untuk membawa mereka kerumah sakit terdekat,
Anak buahnya pun mematuhi perintah tuannya namun dalam benaknya ia bertanya – tanya siapa gerangan wanita tersebut kenapa tuannya itu terlihat sangat panik, padahal tuannya itu jika ingin membantu orang terlebih itu wanita akan menyuruh anak buahnya, bukan malah membopong tubuh wanita lain
Karena semua anak buahnya pun tahu jika sang tuannya itu sangatlah setia pada sang istri meskipun jarak mereka berjauhan
Sedangkan dirumah annisa kini kembali terjadi adu mulut antara sang ayah dan anak yah siapa lagi jika bukan bang tama dan ayahnya,
Sedangkan bayu berusaha menenangkan ibunya yang sejak tadi ia melihat sangat ibu terus menangis, dirinya juga masih bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai sang ayah mengusir kakaknya dari rumah
Kurang lebih setengah jam setelah kepergian annisa, kini ada sebuah mobil yang masuk kedalam halaman rumah itu, lalu ia turun dari mobil dan menuju pintu rumah itu, ia mengetuk pintu sebanyak tiga kali namun taka da respon hingga ketukan kelima barulah ada seseorang anak kecil yang mebukakan pintunya,
“assalamualaikum apa benar ini rumah tama dan annisa ?” tanya orang tersebut
“iya benar rumah bang tama kakak siapa ya ?” tanya bayu yang tadi membukakan pintu
“kenalkan aku hasan jika boleh aku ingin bertemu dengan keluarga mu” ucap kak hasan
Yah orang yang datang kerumah annisa itu adalah kak hasan, dirinya ingin meminta jawaban pada annisa karena sudah tiga hari berlalu maka kak hasan akan meminta jawabannya pada annisa saat ini
Dirinya juga sengaja langsung datang kerumah ini, selain untuk meminta jawaban dirinya juga akan meminta restu pada kedua orang tua annisa. Ia tahu jika kini annisa dan bang tama berada dikotanya karena sebelum annisa dan bang tama pergi meninggalkan Jogya waktu itu mereka sudah memberitahu kak hasan.
“oh iya tunggu sebentar ya kak” ucap bayu lalu meninggalkan kak hasan sendiri untuk memanggil bang tama
Tak lama kemudian bang tama keluar dari rumahnya, lalu ia mengajak kak hasan untuk duduk di kursi yang ada dihalaman depannya
“san sebagai abangnya annisa aku meminta maaf padamu..” ucap bang tama menjeda ucapannya
__ADS_1
🌹Jangan lupa like komen dan vote ya sayang sayangnya aku 😘