
Hari ini semua keluarga ku akan meninggalkan aku, mereka akan kembali kekota ku sebab ayah dan bang tama harus kembali bekerja, bayu harus kembali masuk sekolah sedangkan ibu mau tak mau harus ikut bersama mereka. Ada rasa tak ingin jauh dari mereka tapi mau bagaimana ini segala sesuatunya harus ada yang rela untuk dikorbankan… aku menuruni anak tangga menuju dimana keluarga ku sedang bersiap-siap aku tak menyapa mereka semua pagi ini karena rasanya sangat berat untuk jauh dari mereka semua…..
Pintu bel berbunyi aku segera membukakan pintu, ternyata itu supir mobil carteran untuk mengantarkan kami menuju bandara, aku mempersilahkannya untuk masuk dan memintanya menunggu sebentar karena keluarga ku sedang bersiap-siap “silahkan duduk dulu pak… tunggu sebentar ya pak kami masih bersiap-siap” ujar ku, bapak itu memberikan jawaban dengan menganggukkan kepalanya
“bang…..” panggil ku ketika bang tama melintas dihadapan ku “iya kenapa dek ?" tanyanya “itu mobil dan supir nya sudah sampai” jawab ku lagi “okey abang kasih tau ayah sama ibu sama bayu dulu” katanya sambil berlalu meninggalkan ku.
Aku berinisiatif membantu membawakan barang keluar agar dimasukkan ke bagasi mobil.
Pagi ini aku turut serta mengantarkan ayah, ibu, bang tama dan juga bayu, selepas itu aku akan menuju ke kontrakan yang telah disewa oleh bang tama.
__ADS_1
Ku tengok jam di pergelangan tangan ku.. masih pukul sepuluh rupanya, sesampainya kami dibandara bang tama memelukku erat “Jaga diri baik-baik ya adeknya abang, kalau ada apa-apa langsung kabari abang dan jangan lupa jaga kesehatan kamu” pesannya “iya siap bang” kata ku, begitu pula ayah, ibu dan juga bayu yang turut serta memelukku. “Jaga diri baik-baik ya kak, kamu disini sendiri jaga kesehatan mu” kata ayah dan ibu “iya ayah dan ibu juga jaga kesehatan ya” jawab ku.
Setelah saling peluk-memeluk keluarga ku masuk ke dalam ruang tunggu untuk menunggu penerbangannya yang tak lama lagi. Akupun bergegas kembali ke mobil
“Mari pak kita jalan lagi” seruku pada supir yang mengantarkan kami “oke mba” jawabnya, kamipun berjalan keluar dari bandara dan menuju kontrakan yang akan ku tempati nanti.
Aku segera menemui pemilik kontrakan, dirumahnya. Yang letaknya bersebelahan dengan kontrakan ku “tokk..tokk..tokk permisi” ucapku seraya mengetuk pintu yang sedikit terbuka itu, tak lama kemudian keluarlah bu aisah pemilik kontrakan itu, akupun memperkenalkan diriku dan juga menjelaskan maksud kedatangan ku agar bu aisah tak bingung melihat kehadiran ku “permisi bu saya annisa adik dari bang tama yang beberapa hari lalu kami kesini namun ibu tidak ada, saya yang akan tinggal dikontrakan ibu” ujarku pada bu aisah, “oh.. adiknya tama mari masuk dulu nanti akan ibu antarkan kekontrakan mu” ujarnya seolah-olah beliau telah lama mengenal bang tama. Akupun masuk menuruti permintaan bu aisah, aku terpana ketika memasuki rumahnya begitu indah dan harum bunga semerbak menusuk penciuman ku, yaa bu aisah memberikan tanaman bunga dibeberapa sudut ruang tamunya jadi tak heran jika tercium harum bunga.
“mari nak annisa duduk dulu pasti kamu lelahkan sebentar ya ibu ambilkan minum dulu” ucapnya seraya meninggalkan masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
“tidak usah repot-repot bu” kataku ketika melihat bu aisah keluar membawa nampan berisi minuman dan beberapa camilan. “ibu tak repot nak.. tama sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri maka kau juga sudah ibu anggap sama seperti tama tak perlu sungkan, tapi maaf ya hanya ini saja yang ibu berikan sebab ibu belum belanja lagi” aku kaget mendengar penuturan bu aisah “tak apa bu ini saja sudah banyak, maaf bu apa bang tama dan ibu sudah kenal sangat lama ?” tanyaku pada ku aisah, bu aisah tersenyum mendengar penuturan ku itu, sepertinya bu aisah mengetahui kebingungan ku akan pemaparannya, kemudian beliau menjelaskan bagaimana awalnya bu aisah dan bang tama bisa kenal, akupun menyimak semua penuturan bu aisah. Kamipun banyak bercerita kesana-kemari hingga kulihat jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, akupun meminta izin kepada bu aisah sebab tak enak jika bertamu lama-lama, lalu aku meminta pada beliau untuk mengantarkan ku kekontrakan yang telah dipesankan bang tama untuk ku.
Kontrakan ini terlihat asri, menyejukkan dan tentu saja menenangkan ahh… bang tama memang paling tau selera ku …. Tak sampai disitu aja ternyata bu aisah menyiapkan kamar khusus untuk ku dimana pada bagian luar kamar ku terdapat balkon yang tak bisa dilhat oleh siapapun tetapi kita bisa melihat orang-orang berseliweran dibawah sana,, ahhh bang tama memang abang terbaikku, batinku.
Setelah memasuki kontrakan ku bu aisah pun meninggalkan ku, beliau memberikan ku satu kunci kamar dan satu kunci gerbang bawah agar sewaktu-waktu jika aku pulang aku bisa membuka gerbang bawah sehingga tak merepotkan orang lain..
Ahh setelah ini aku akan menelpon bang tama dan mengucapkan banyak terimakasih padanya…
🌹Hallo readers jangan lupa like dan komen yaa… tambahin juga ke daftar favorit kalian yaa.. love you all 💕
__ADS_1